Latest Posts

Berkreasi Tanpa Henti di Rumah

Jumat pekan lalu saya mendapat kehormatan untuk jadi salah satu pembicara untuk acara Jumma Kids, ‘Berkreasi Tanpa Henti di Rumah’ yang disingkat ‘Betah di Rumah’. Jumma Kids adalah clothing line lokal asal Bandung yang didirikan oleh Winny Caprina, seorang ibu dari dua anak. Saya sendiri sudah tau dan jadi customer Jumma Kids sejak 2016, oleh karena itu saya senang banget waktu salah satu sahabat yang sekarang menjadi konsultan digital branding-nya Jumma Kids menawarkan untuk jadi pembicara.

YA LANGSUNG MAU LAHHH~~~

Berkarya Tanpa Henti di Rumah Jumma Kids

Berbagi Pengalaman Pribadi

Jumma Kids sendiri memang rutin mengadakan kegiatan komunitas bertema parenting dan women empowerment. Acara ‘Betah di Rumah’ ini sendiri terinspirasi dari banyaknya ibu-ibu muda yang memilih untuk nggak bekerja kantoran namun tetap ingin produktif dan punya penghasilan dari rumah. Jumma Kids juga lahir dari latar belakang yang sama, oleh karena itu Mbak Winny memutuskan untuk berbagi pengalamannya di acara ini.

Sebagai pemilik bisnis kecil-kecilan yang juga punya cita-cita untuk membesarkan usaha, saya dapat banyak banget inspirasi dan motivasi dari Mbak Winny. Mbak Winny cerita bagaimana memulai Jumma dengan modal sendiri dan akun IG Jumma Kids berpengikut 4 orang. (Sampai tulisan ini saya buat, followers @jummakids sekarang sudah hampir 98 ribu dan akunnya pun sudah punya blue badge!)

Berkarya Tanpa Henti di Rumah Jumma Kids

Read More

Nara

Umur Berapa Enaknya Ajak Anak Jalan-Jalan?

Setiap mengajak Antariksa jalan-jalan, saya hampir selalu dapat komentar bernada kurang lebih, “Wah, sayang ya anaknya diajak jalan-jalan ke luar negeri padahal kan belum ngerti.” Saya sama sekali nggak tersinggung ataupun ingin membela diri, karena kalau dipikir-pikir ada betulnya juga sih. Betul memang anaknya belum mengerti :p #mamakopenminded #cieee

Saya dan suami memang sudah beberapa kali mengajak Antariksa jalan-jalan ke luar kota maupun luar negeri sejak umurnya 3 bulan. Dari semua pengalaman tersebut terbukti kalau memang Antariksa lah yang mengantar kami jalan-jalan, bukan kami yang mengantar dia, HAHAHAHA :’))) Bagi Antariksa, pohon-pohonan di Bekasi dan di Paris mungkin terlihat sama. Rusa di Bogor dan di Nara nggak ada bedanya. Kerikil di jalanan depan rumah ataupun di Istana Osaka ya¬†sarua keneh. Ikan di aquarium tetangga juga semenyenangkan yang di S.E.A Aquarium.

Nah, tapi kan yang penting buat bapak ibunya beda. :’)))))))))

Yup, jadi menurut saya yang juga didasari oleh pengalaman pribadi, pada setiap masa / fase tumbuh kembang anak, ada tantangan dan plus minusnya masing-masing untuk diajak jalan-jalan. Misalnya nih, walaupun anaknya belum ngerti, tapi kalau jalan-jalan sebelum umur 2 tahun kan bayarnya tiket infant ajah :’) Kalau mau tunggu anaknya ngerti, bisa jadi keburu sudah ada adiknya. Kalau mau tunggu adiknya ngerti, keburu nanti kakaknya harus nunggu liburan sekolah. Nunggu kakaknya liburan sekolah, eh baru sadar bayar tiket harus dikali 4, harga peak season pula :’)))

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, berikut beberapa tantangan dan plus minus mengajak anak jalan-jalan jauh pada:

Umur <6 bulan

Umur Berapa Enaknya Ajak Anak Jalan-Jalan?

Read More