Latest Posts

Ketika Antariksa Sakit Mata

Sebetulnya masih ada beberapa cerita dari perjalanan ke Singapura kemarin, namun kali ini saya mau sharing dulu soal sakit matanya Antariksa dan pengalaman ke dokter mata anak di Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Mudah-mudahan bermanfaat ya.

Antariksa’s Pinky Eyes

Berawal dari akhir bulan lalu waktu kami jalan-jalan ke Bogor, mata Antariksa terlihat agak merah. Hal ini nggak pernah terjadi sebelumnnya. Berhubung Antariksa nggak resah, nggak rewel, dan nggak jadi lebih sering mengucek-ucek mata, saya nggak khawatir. Selain itu nggak ada kotoran mata (a.k.a belek) yang keluar dari mata ataupun air mata yang berlebihan. Patokan saya: kalau anak sakit atau nggak nyaman pasti dia rewel kan? (#mamaksotoy)

Ternyata sampai 2 hari selanjutnya matanya tambah merah dan terlihat seperti ada selaput bening di tepi bola matanya. Saya pun membawa Antariksa ke dokter spesialis anak di RS Hermina Bekasi. Setelah dicek, dokter anak memberikan obat tetes mata Cendo Polygran lalu berpesan kalau sampai 2 hari setelahnya kondisi mata Antariksa masih sama sebaiknya dibawa ke dokter spesialis mata.

Setelah 2 hari ternyata matanya Antariksa masih merah. Namun dia tetap nggak terlihat resah, atau rewel, atau nggak nyaman. Entah karena setrong atau nggak ngerti, hahaha. Saya lalu membawanya lagi ke dokter spesialis mata di RS Hermina Bekasi. Dokternya sudah senior namun kurang komunikatif. Saya tanya kenapa, jawabannya cuma, “Yah, bisa sih kena debu.”

HNGGG… OKE DEH, BU DOK.

Beliau pun meresepkan obat tetes mata Noncort Diclofenac Sodium tanpa petuah lebih lanjut. Beberapa hari kemudian kami pun berangkat ke Singapura.

Kondisi mata Antariksa kira-kira begini:

Read More

Advertisements

Menengok Karya-Karya Yayoi Kusama Di Singapura

Minggu lalu keluarga kecil kami dapat kesempatan untuk jalan-jalan ke Singapoh lagi. Alhamdulillah. Suami ada konferensi (lagi) dan saya beserta Antariksa pun ‘nebeng’ (lagi), hehe :p Salah satu alasan terbesar saya mau ikutan adalah mau lihat pameran Yayoi Kusama: Life is The Heart of a Rainbow’ di National Gallery of Singapore.

Sedikit intro, Yayoi Kusama merupakan seniman kontemporer yang lahir tahun 1929 (making her 88 years old now!). Oma Yayoi ini termasuk salah satu seniman yang berpengaruh pada perkembangan pop art termasuk pop artist Andy Warhol (bahkan katanya sih beliau pernah sampai menuduh Andy Warhol mencuri idenya). Yayoi Kusama ini terkenal dengan konsistensi karyanya dengan pola dan pengulangan (misalnya bulatan-bulatan alias dots-nya yang famous banget itu!) dalam nuansa psychedelic. Karya-karya Oma Yayuk, eh Yayoi ini nggak hanya berbentuk lukisan dan instalasi saja, tapi juga kolase, soft sculpture, dan performance art.

Saya sendiri sebelumnya cuma familiar dengan Pumpkin dan Dots-nya saja. Beberapa kali saya sempat lihat di Instagram foto teman yang ke eksibisi Oma Yayoi di Tokyo dan sempat lihat foto-foto pengunjung lainnya. Seru banget kelihatannya. Begitu tau ada di Singapore dan hits berat saya tentu makin penasaran untuk lihat sendiri, hihihi.

Read More

Paris Trip 2017: Musée d’Orsay

Setelah menulis tentang highlight perjalanan kami ke Louvre Museum, rasanya nggak lengkap kalau saya nggak menceritakan pengalaman ke Musée d’Orsay. pada #ParisTrip2017. Musee d’Orsay ini adalah salah satu museum yang wajib dikunjungi di Paris karena menyimpan banyak karya seni penting terutama lukisan-lukisan aliran impressionist dan post-impressionist seperti Monet, Renoir, Seurat, Gauguin, dan Van Gogh (yaaa masih banyak sih pelukis lainnya yang terkenal tapi berhubung nggak ngerti-ngerti banget ya udah lah ya yang saya sebut yang saya idam-idamkan untuk lihat aja ya hahaha).

Berbeda dengan Louvre, saya nggak punya ekspektasi berlebihan kepada museum ini sebelum berkunjung. Turned out I really loved this museum! Padahal boleh dibilang waktu sampai di sini mood saya, suami dan Antariksa nggak bagus-bagus amat gara-gara…… kecapekan, kepanasan dan kehausan. Hahaha. Jadi ceritanya kami mau sok-sokan jadi Parisian yang hobi jalan kaki. Saya dengan sok taunya mengusulkan, “Bang, kita jalan kaki aja menyusuri Sungai Seine aja dari Menara Eiffel ke Orsay. Romantis deh.”

LAH ROMANTIS DARI HONG KONG. PEGEL YANG ADAAA KAKAAAK~

Ternyata yang di peta terlihat dekat ternyata ilusi skala belaka, hahaha. Apalagi sepanjang perjalanan Antariksa ngantuk dan rewel jadi harus saya gendong.

Kami tiba sekitar jam 4 sore yang artinya cuma tersisa waktu 2 jam sebelum museum tutup. Antrian masuk pun masih panjang. Berhubung sudah berpengalaman, kami pun langsung menggunakan Antariksa sebagai ‘senjata’ untuk masuk lewat jalur khusus. Ternyata, bukan cuma dikasih jalur khusus… kami malahan disuruh lewat jalur staff dan si bapak petugas yang nyuruh kita masuk baik banget sama Antariksa! Tapi beneran deh, walau melelahkan, ada aja pengalaman lucu dan menyenangkan selama jalan-jalan bersama bayi hihi.

Ibu sudah lelach, Nak.

Read More