Tales from The Earth

Semester 4 gue di ITB telah selesai. Liburan telah datang. IP udah keluar (Alhamdulillah memuaskan :) ).

2 tahun di ITB belajar dengan tahun pertama belajar mata kuliah dasar teknik (kalkulus, fisika, kimia), lalu masuk program studi Teknik Geologi dan baru setahun terakhir ini betul-betul belajar Geologi.

Waktu gue masuk Teknik Geologi, Ada 3 jenis komentar yang paling banyak gue denger:

  1. “Put, kenapa lo nggak masuk SR aja?”
  2. “Belajar tentang apaan tuh, Put?”
  3. “Itu bukannya belajar batu-batuan ya, Put?” (later, terbukti ini yang paling bener!)

Hahaha. Gue biasanya cuma bilang, “Iya, disuruh bokap sih. Gak boleh SR soalnya.”

That’s the truth. Hehe. Ayah gue yang memilihkan jurusan ini karena katanya prospek kerjanya bagus. Dan memang ternyata setelah masuk jurusan ini, gue merasa sangat beruntung karena nggak ketemu banyak hitung-hitungan (kalkulus gue 2 semester dapet D, FYI, hahah), dan jurusan ini nggak mainstream. (haha, mennn, alasan macam apa itu?! LOL)

Mungkin orang-orang berpikir gue paling indoor-type sedunia: geek yang lebih suka di depan komputer 12 jam ketimbang manjat gunung. Iya, itu betul. Mungkin gue bukan tipe orang yang akan mengisi waktu liburan dengan rafting, hiking, atau menyusuri hutan. Mungkin gue waktu kecil lebih suka baca ensiklopedia tentang kultur masyarakat dunia ketimbang tentang gunung api. Mungkin gue anak yang biasa-biasa aja.

Tapi menurut gue Geologi membuat gue sekarang sedikit lebih mengenal Bumi, dan menurut gue, itu luar biasa :)
Dari yang besar seperti gunung api, sampai yang kecil seperti mikrofosil. Dari plato sampai kristal.

The Wave, Utah - Arizona, USA

Kadang waktu gue belajar, gue seperti membaca dongeng. Dongeng tentang alam. Tentang lapisan-lapisan bumi yang terangkat, dan terlipat. Tentang magma panas yang ada jauh di dalam. Tentang gunung api yang tidur dan lempeng-lempeng yang bergerak perlahan. Tentang pengendapan dan pembentukan batuan yang sangat lama. Tentang bentuk pantai, dan gelombang. Tentang kehidupan di masa lampau, atau ketidak-hidupan di masa yang lebih lampau lagi.

Terdengar filosofis ya. (Yah, kalau ada yang menganggap gue sok filosofis, atau sok berat, atau sok galau, atau sok tau, then why do you keep stalking me? LOL)

Tapi itulah. Gue mengagumi Bumi.
Yang sabar, dan penuh rahasia. :)

Oh iya, sekalian promosi, blog anak-anak himpunan mahasiswa Teknik Geologi ITB, SuaraGEA.com.
Datang yaaa ;)

Bookmark and Share

Category: Deeper Thoughts | Tags: , 12 comments »

12 Responses to “Tales from The Earth”

  1. rani!

    gw juga suka liat2 dalemnya bumi kayak gimana…kereeen!
    beruntunglah put ;)

  2. Bang Aswi

    Yups! Bumi kita ini memang penuh misteri yang harus dipecahkan oleh para ahli seperti Iput nantinya … ^_^

  3. poetra

    Aku juga gitu, mengagumi orang yang kagum sama bumi…

    *segera berlari ke gramedia dan membeli setumpuk buku geologi*

  4. Stella

    I admire the picture of Grand Canyon, Arizona.

  5. ahu

    eh dalem bumi ada memungkinkan dimanipulasi manusia buat di huni ngga si put?

  6. Adham Somantrie

    nontonlah Earth dan Home… hehehe…

    Adham Somantrie
    http://adhamsomantrie.com/?p=284

  7. rizal

    hmm ,
    jd kepikiran buat milih jurusan geologi , hhe

  8. fragaria

    waaw…keren
    pecintya bumi sejati nih sepertinya si kakak

  9. putry

    wah kalo puti belajar tentang bumi.. saya belajar tentang manusianya.. :P

  10. dhilacious

    damn.
    tulisannya bagus!

    selamat anyway dapet IP bagus di umur 19.
    gue bentar lagi 19, dan belom kuliah setaon pun. :curcol:

    salam kenal, puty.
    nice blog.

  11. aur

    ya udah put…lu liburan puasa ikut gw aja naik gunung ke, rafting ke, hiking ke, atau menyusuri hutan.hahahaha

  12. martabakspesial

    so we are different then
    alasan gw masuk sini tuh malah krn suka jalan2

    *cuma 1 salah persepsi, rupanya byk blajar kimia, which i dont like it so very much..hahaha*


Leave a Reply



Back to top