ABG.
It’s me who was superficial. I’ve wasted my time. Memang kalau gue nggak suka kenapa? Memang kalau gue mengomentari gaya hidup 100 orang anak gaul lantas gue bisa memajukan sebuah desa? Memang kalau mereka clubbing menghabiskan duit sejuta tiap malam atau belanja-belanja di mall lantas sebuah gunung berapi baru akan muncul di bawah kosan gue? Memang kalau @ABGjakarta menyindir mereka terus-terusan, lantas pengangguran di Indonesia akan berkurang?
This is a self-note for me; sepertinya gue sudah sudah terlalu tua buat ngurusin kelakuan anak baru, anak gaul, ataupun anak baru gaul. Masih banyak sepertinya yang harus gue pikirkan: cepat lulus, cepat berguna bagi orang banyak.
——————–
So here comes the new semester...

Puti Karina Puar. 22. Geologist in the making. Learning to write and vice versa. 


One Comment
Wakakaka,, gw juga udah males ngurusin kelakuan anak baru (gede) :p