Month: May 2011

Oil & Gas = Tidak Nasionalis?

Menjelang masa-masa menjadi pencari kerja, saya sering mendengar komentar yang ‘nyinyir’ soal kerja di bidang migas atau lebih gaul disebut oil & gas. Agak sebal, soalnya saya tumbuh hingga sekarang dihidupi oleh ayah saya yang jadi ‘kuli’ di sebuah perusahaan migas. Alasan sebal kedua, soalnya saya juga mau cari kerja di bidang ini setelah lulus :P Saya sadar kok bahwa kerja di Schlumberger atau Chevron bukan pekerjaan paling idealis di dunia, dan ya memang, statusnya ‘kuli’. Ironisnya, jadi ‘kuli’ angkut untuk orang asing pula. “Tidak nasionalis deh, sementara rakyat Indonesia butuh kita, kita malah kerja untuk orang lain asal digaji besar“. Sebelum lanjut soal oil & gas, saya mau berbagi pengalaman saya mengenai nasionalisme di ISFiT (International Student Festival in Trondheim) kemarin. Di ISFiT saya mengikuti workshop “Development & Aid” bersama dengan 20-an pelajar dari berbagai negara. Selama workshop kami banyak berdiskusi dan berdebat soal kompleksnya masalah negara berkembang, juga bagaimana negara maju suka ‘menjajah’ negara berkembang di era modern ini. Dalam 6 hari workshop, salah satu activity yang paling menarik adalah game “Koala & …