Daily Life, Work & Business
comments 2

Merayakan Hari Kelahiran, Kemerdekaan, Kemenangan, dan Kepergian

Halo, semua! Kurang lebih seminggu setelah ulang tahun hari kemerdekaan Indonesia dan hari raya Idul Fitri, rasanya pas untuk bercerita soal apa yang terjadi selama bulan Agustus ini dalam Bahasa Indonesia. Sorry for English reader(s) (if any :p), but lately I’ve been so keen on my black and white blog, B.yond W.rds, that you might be interested to visit it. #promosi

Ya, di bulan Agustus ini, untuk kedua kalinya saya merayakan ulang tahun, 17 Agustus-an dan Idul Fitri di rig. Sedih? Tentu. Apalagi soal Idul Fitri. Saat semua orang berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara di kampung halaman, saya malah menjalani hari dengan bekerja. Namun kalau mau berhenti sejenak dan berusaha lebih bijaksana: itulah hidup. Kalau mau mengeluh, ada seratus hal yang bisa dikeluhkan. Pada saat yang sama; kalau mau bersyukur, ada seribu hal yang bisa disyukuri.

Hari Kelahiran
Hari ulang tahun saya berjalan biasa saja. Kebetulan pada tanggal 1 Agustus, saya kembali dari rig ke kota sehingga pada malam hari bisa diadakan perayaan kecil (terima kasih Visky, Cyntia, Ronald & Ivan!) Pagi harinya di rig, teman-teman mengucapkan selamat ulang tahun. Kepada semuanya, saya ucapkan terima kasih. Kepada beberapa dari mereka, saya ucapkan selamat berpisah. Ya, kebetulan itu adalah trip terakhir seorang kawan mud engineer dan wireline engineer. Sedih? Tentu :’) Namun pergi atau tinggal adalah pilihan yang tentu disertai harapan bahwa semua adalah untuk kebaikan. (Sukses, Mas Sahat & Sylvi!)

Hari Kemerdekaan
Tanggal 14 Agustus, saya naik rig lagi. Minggu terakhir di bulan Ramadhan yang patut disyukuri. Tidak perlu repot memikirkan mau makan sahur apa, tidak perlu juga jalan kaki sebelum azan maghrib dan mengantri untuk beli takjil, semua sudah tersedia, hehe. Untuk trip kali ini saya sudah menyiapkan ‘alat tempur’ berupa kamera. Panitia upacara pengibaran bendera pun dengan sigap menunjuk saya sebagai seksi dokumentasi. Pas betul!

Tanggal 17 Agustus, seperti tahun lalu, diadakan upacara pengibaran bendera di heli deck. Yang bertugas pun adalah para personil rig yang sedang in charge. Pembina upacaranya adalah LO (Liaison Officer) dari BP Migas. Beliau juga yang membacakan teks proklamasi dan memberikan amanat upacara berupa surat dari Pak Priyono, BP Migas.

Perlu diketahui, selama upacara ini, aktivitas rig yang sedang berlangsung dihentikan. Hanya beberapa orang yang stand by. Sisanya harus mengikuti upacara. Semua peserta dan petugas juga mendapat polo shirt dan topi seragam untuk kostum.

DSC_0159

DSC_0180

Setelah upacara, ada acara pembagian door prize. Tenang, bukan pakai uang negara kok :p Semua perusahaan yang terlibat di rig harus menyumbang sejumlah hadiah. Total jumlah hadiah sesuai dengan jumlah personnel on board. Semua dapat, semua senang. Jenis hadiahnya? Macam-macam, mulai dari kaos sampai TV LCD.

Congrats! TV!

Hari itu rasanya saya senang sekali memandang bendera merah putih berkibar bersama bendera dengan logo perusahaan. Yah, setidaknya hari itu, kapitalisme migas berdampingan akrab dengan nasionalisme. Kapan lagi? :p

(Foto lengkap hari kemerdekaan ada di Flickr saya, di sini.)

Hari Kemenangan
Ini kali kedua pula saya tinggal di rig saat Lebaran. Di baliknya tentu ada pilihan dan alasan. Sempat ada kesedihan saat malam takbiran. Saya bertugas jaga malam jadi tidak bisa ikut takbiran. Akhirnya saya dan Nadia menghidupkan mp3 lantunan takbir yang diulang terus sepanjang malam. Apa boleh buat, hehehe.

Esok paginya kami berlebaran, dimulai dengan Shalat Idul Fitri. Berhubung hari hujan, kami tidak shalat di heli deck, melainkan di seputar recreation room. Personil-personil yg merayakan tampak beda tanpa coverall. Ada yang mengenakan baju koko dan peci, sementara para wanita berselendang. Tidak bisa dielakkan bahwa ada kurang rasa, tapi toh kemenangan saat Idul Fitri pada dasarnya adalah soal makna.

DSC_0340DSC_0388

DSC_0395

DSC_0410

(Foto-foto Lebaran di rig selengkapnya ada di Flickr saya juga, di sini :D)

Hari Kepergian
Sudah setahun saya ditempatkan sebagai geologist di Rig Yani. Banyak wajah yang pergi, banyak pula yang datang untuk mengganti. Beberapa teman dari service company akan ditempatkan di rig lain atau di daerah lain. Sathira, Mbak Lieya, Bang Emil, segera menyusul teman-teman lain. Mungkin saya juga nanti, cepat atau lambat. Siapa yang tahu?

with the narcist doctor :))

Pada akhirnya, saya pikir semua kedatangan dan kepergian harus dirayakan :)

Bersama dengan tulisan ini, saya ucapkan semangat untuk Indonesia, selamat Idul Fitri dan maaf lahir dan batin sedalam-dalamnya bagi teman-teman yang pernah tersinggung oleh kata-kata dan tulisan saya. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai lembaran baru sambil mengarsipkan lembar-lembar lama yang layak dikenang.

Filed under: Daily Life, Work & Business

by

Puty Puar. F/27. Indonesian. Former rocker, blogger, freelance illustrator, book enthusiast, who is running little business while homemaking. Started this blog in 2002.

2 Comments

  1. Pingback: Another Eid Far from Home | Puty's Journal

Leave a Reply