Inspiration, Thoughts
comment 1

Developing and Being Developed: Nusantara Development Initiatives

“It is better to light a candle than curse the darkness.” –Eleanor Roosevelt

Sejak mengikuti workshop ‘Aid & Development’ di ISFiT 2011, saya semakin tertarik dengan pengembangan masyarakat atau bahasa populernya community development. Berikut salah satu definisi ‘pengembangan masyarakat’:

Pengembangan masyarakat adalah salah satu metode pekerjaan sosial yang tujuan utamanya untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada pada mereka serta menekankan pada prinsip partisipasi sosial.

Sumber: link

Satu setengah tahun berlalu sejak workshop tersebut dan saya sepertinya belum melakukan apa-apa. Sementara itu teman-teman saya sepertinya sudah melakukan hal-hal yang inspiratif; menjadi GCC leader, pengajar muda hingga volunteering di Himalaya. Sebagai orang yang (di satu sisi sangat beruntung) memiliki pekerjaan full time, saya tidak punya waktu untuk berpartisipasi aktif dalam program pemberdayaan masyarakat apapun. Hal yang saya lakukan biasanya hanya sebatas spread the word atau kalau memungkinkan; berdonasi.

Kali ini, saya ingin spread the word, spread the inspiration, and spread the spirit.


Beberapa minggu yang lalu saya menemukan sebuah organisasi bernama Nusantara Development Initiative (wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Nusantara_Development_Initiatives). Digagas oleh pemuda/i di Singapura (bukan hanya orang Singapura, ada juga orang Malaysia, Filipina, dan tentu Indonesia) baik pelajar maupun profesional, organisasi ini memliki keyakinan bahwa kemiskinan energi (atau dalam hal ini sumber cahaya) memiliki dampak besar bagi perkembangan masyarakat di suatu daerah, dan kemiskinan ini dapat diakhiri sehingga kondisi suatu masyarakat dapat menjadi lebih baik.

Bagaimana caranya? Idenya tidak rumit (namun bagi saya ini brilian). NDI, lewat programnya yang diberi nama Project Light mendistribusikan lampu dengan teknologi solar cell ke suatu desa lewat ibu-ibu di daerah tersebut yang sudah diberi pelatihan untuk menjadi ‘solar enterpreneurs’. Selain soal teknis, para wanita ini (disebut pula Ibu ‘Rumah Terang’) juga diberi pelatihan penjualan dan pembukuan sehingga ini semua bukan hanya soal lampu bersolar-cell tapi juga pemberdayaan perempuan (woman empowerment). Para ibu rumah terang ini nanti akan ‘berjualan’ lampu ke ibu-ibu lainnya (as they are linked to each other).

DSCF1230_A3
related 7
lamp 2

Sistem distribusinya berupa MicroConsignment (bukan micro-financing), yang artinya, NDI akan menerima pembayaran dari si Ibu Rumah Terang HANYA setelah unit lampu terjual (bukan sebelum). Uang hasil penjualan lampu-lampu ini nantinya akan diputar untuk keberlajutan dan pengembangan dari Project Light ini sendiri, begitupun seterusnya.

Dampaknya apa? Cahaya lampu berenergi bersih bagi sebuah keluarga. Dapat dibayangkan, adanya cahaya lampu berenergi bersih artinya sebuah rumah akan terang lebih lama. Jam produktif bagi orang  tua akan lebih panjang, dan jam belajar untuk anak-anak menjadi lebih banyak. Dilihat pada skala besar, ini akan membuat hidup suatu desa lebih baik!

DSC_5846_A2

Salah satu hal yang menarik dari program ini juga adalah mengapa NDI dan Project Light memberdayakan perempuan. Ternyata ada sebuah fakta yang mengatakan bahwa seorang perempuan 90% akan menggunakan uangnya untuk ‘berinvestasi’ sesuatu untuk keluarganya dibandingkan laki-laki yang hanya 40%. Selain ini, seperti yang telah saya sebutkan di atas, hubungan sosial antara ibu-ibu lebih baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga diharapkan dapat memperlancar distribusi lampu-lampu ini. Satu alasan lain yang tidak kalah pentingnya, citra Ibu Rumah Terang dapat memperbaiki stereotyping ibu-ibu desa yang tidak produktif.

DSC03988_A3

Telah dilakukan Project Light part I & part II di daerah Kepulauan Riau. Kepulauan Riau dipilih karena letaknya yang dekat dengan Singapura sehingga lebih mudah diakses untuk proses pemonitoran pasca project.. Para Project Light I, NDI lebih menekankan pada pengenalan energi matahari misalnya dengan pemasangan solar panel dan meminjamkan lampu bersolar-cell untuk semalam. Pada Project Light 2-lah lebih ditekankan proses distribusi lampu-lampu ini termasuk pemilihan dan pelatihan Ibu Rumah Terang. Project Light 3 akan segera dilaksanakan dengan energi-energi segar yang direkrut pada awal tahun ini.

Itulah sedikit tentang Nusantara Development Initiatives yang bisa saya bagi. Mungkin ada yang bertanya, untuk apa saya sampaikan di blog? As I said, I just want to spread the word, spread the inspiration, and of course, spread the spirit. Saya secara personal kagum sekali sama NDI dan Project Light. Dari yang saya lihat, semua dilakukan secara profesional dan sungguh-sungguh. Dampaknya pun boleh jadi besar dan berkelanjutan. Waktu saya email NDI, saya sampaikan apresiasi dan rasa terima kasih saya. Saya yang orang Indonesia dan marah kalau dibilang tidak nasionalis (haha) bahkan tidak kepikiran bagaimana membawa cahaya ke Kepulauan Riau. Lalu saya bertanya, “How can I help? How can I participate?” Jawaban Elaine dari NDI adalah bahwa mungkin saya bisa membantu bercerita tentang NDI di blog dan Twitter saya, “We’d love for the Indonesians to know that there’s an initiative out there for them.” :)

related 2

Jika ingin tahu lebih banyak tentang Nusantara Development Initiatives, silakan cek website, Facebook, Twitter, Flickr, dan YouTube mereka. Oh iya, dan Project Light juga sedang mengikuti Project Inspire yang diadakan oleh UN. Jika menang, NDI boleh mendapatkan USD25,000 untuk project mereka :) Silakan untuk yang punya Facebook vote di sini ya :)

Jadi teman-teman semua, mudah-mudahan semua yang membaca ini ikut terinspirasi. Bahwa pemuda/i bisa melakukan perubahan, as change is a part of growing up. Jadi, jangan pernah menyerah untuk membawa perubahan tersebut. Oh iya, jika kamu punya project community development dan boleh saya share, silakan kontak saya, I’ll be happy to blog about it. To share the inspiration. To spread the light. :)

“There are two ways of spreading light: to be the candle or the mirror that reflects it.”
–Edith Wharton


(Semua foto diambil dari Flickr NDI & logo diambil dari Facebook NDI)

1 Comment

  1. gloria says

    makasih ya Puti artikelnya :) terharu banget sampe dibikinin blog khusus. moga2 kalau ada kesempatan kita bisa ketemu di Indonesia/Singapore. makasih juga buat dukungannya utk NDI di Project Inspire

Leave a Reply