Last Month (Euro) Trip | Part 1: Persiapan, Itinerary, Tips & Trik

I told you that I might not be a good travel-writer, didn’t I? :p

Well, sebetulnya saya agak *uhuk* malas bercerita dengan detail soal trip November lalu (Italia, Spanyol & Andorra). Namun demikian karena 1) ada tempat-tempat yang tidak terlalu mainstream dikunjungi yang menarik untuk dishare, 2) hari ini hari santai untuk geologist di rig (pakai hujan pula, daripada galau ya….), jadi saya memutuskan untuk memulai rangkaian post ini dengan berbagi soal persiapan, itinerary, tips & trik. Mudah-mudahan memberi inspirasi untuk yang sedang ingin menyusun itinerary Euro-trip :)

DSC_0420

WACANA
TIPS #1. Menurut saya, kalau kamu memang ingin berwisata (bukan melakukan perjalanan bisnis), maka berangkatlah dari cita-cita. You’re going to spend your money and your time, so go travel for your own sake. Don’t go to Paris just because everyone says “You haven’t been to Europe if you’ve never posed in front of Eiffel Tower.” In that case, you’ll only end up seeing 320 meters-tall iron.

Perjalanan saya kali ini sebetulnya sudah diimpikan sejak bulan Mei atau Juni lalu. Wacana awalnya adalah ke Spanyol dan Maroko saja. Kenapa Spanyol? Sejak SMP setia menjadi pendukung timnas sepak bola Spanyol (dan Iker Casillas) saya jadi punya cita-cita ke Spanyol. Alasan lainnya; saya ingin ke Andalusia (Spanyol selatan) karena saya penasaran dengan sisa peninggalan Islam era menjadi super-power. Alasan lainnya lagi; dari foto teman-teman yang jalan-jalan ke Spanyol, Barcelona looked sooooo charming.

DSC_0092
Andalusia

Kenapa Maroko? Karena menarik sekali membayangkan eksotisme warna-warna paduan budaya Arab, Eropa, dan Afrika. Alasan lainnya, sebetulnya saya punya cita-cita untuk pergi ke 4 benua sebelum *uhuk lagi* menikah. Nah, Maroko ini bagian dari Benua Afrika. Ini juga yang membuat Mbak Anis memutuskan untuk bergabung dengan saya; menginjakkan kaki di benua Afrika.

PERSIAPAN
Tanggal Baik Bulan Baik
TIPS #2. Kalau kamu ingin Euro Trip dalam rentang waktu yang agak lama sekitar 2 – 3 minggu, tentu kamu harus mencari tanggal baik bulan baik. Untuk yang kuliah atau sekolah, cek jadwal liburan. Untuk yang kerja, cek jatah cuti (dhuar!). Kalau ingin menghindari tourist crowd dan harga mahal (serta rebut-rebutan cuti di kantor), jangan terpaku pada jadwal-jadwal strategis seperti liburan musim panas atau natal dan tahun baru. Coba cek bulan-bulan Mei-Juni (musim semi) atau Oktober-November (musim gugur).

Well, tergantung destinasi juga sih, untuk Eropa selatan seperti rute saya kemarin, November belum terlalu dingin dan sudah dapat suasana musim gugur. Triknya, coba cek besttimetogo.com atau thebesttimetovisit.com untuk konsultasi apakah tanggal baik bulan baik kalian pas dengan tanggal baik bulan baik di tujuan.

Perburuan Tiket PP
Berangkat dari wacana, perburuan tiket promo dan tanggal baik bulan baik pun dilakukan. Akhirnya pilihan jatuh pada 5 – 18 November 2012 dengan tiket promo Lufthansa. Alhamdulillah dapat 8,9-an juta, PP Jakarta – Roma, Barcelona – Jakarta. Loh, kenapa jadi Roma? Karena saya pikir, sayang juga sudah jauh-jauh ke Eropa tapi tidak ke Italia. Rute-pun Menjadi Italia – Spanyol – Maroko – Spanyol. Mbak Anis, karena sudah pernah ke Italia memutuskan untuk ke Portugal sementara saya ke Italia lalu nanti bertemu di Spanyol.

TIPS #3. Kalau ingin dapat tiket promo yang murah memang (berdasarkan pengalaman pribadi) harus booking & beli jauh-jauh hari. Memang beresiko kalau sudah ngomong soal, “Yakin bakal dapat visa?” atau, “Yakin cuti diapprove?” Kalau saya sih, bismillah aja, kalau niatnya baik saya percaya akan ada jalannya kok. Sering-sering cek website airlines seperti Lufthansa, KLM, Qatar, Emirates, dll.

Itinerary selama di sana; kota-kota apa saja yang akan dikunjungi
Banyak yang bilang saya jagoan bikin itinerary. Entah jagoan, entah kerajinan, yang pasti sih bukan bakat alam karena bakat alam terbesar saya adalah bertahan hidup saat kesasar (dhuar!). Btw, saya pernah menulis tentang tips & trick membuat itinerary di sini. Jadi TIPS #4 untuk buat itinerary, lihat di sana ya :p

Untuk trip ini di Italia, saya bebas menentukan semua sendiri. Saya memutuskan untuk pergi ke Roma dan Pisa. Kenapa Roma? Karena saya tipe yang suka cultural sight-seeing. Menarik sekali pasti melihat sisa budaya Romawi bersanding dengan romantisme Mediterania. Kenapa Pisa? Alasan mainstream sih: ingin lihat Menara Miring Pisa (betulan miring nggak sih? Hahaha).

DSC_0302
(Alhamdulillah betulan miring ternyata, nggak rugi jauh-jauh ke sana)

Untuk di Spanyol, saya harus berunding dengan Mbak Anis. Kami sepakat untuk mengunjungi Madrid, Granada, Sevilla, dan Barcelona. Madrid sebagai ibu kota dan rumah dari klub Real Madrid (oke, dan Iker Casillas, hehehe). Granada dan Sevilla yang merupakan bagian dari Andalusia sebagai tujuan utama. Untuk Barcelona langsung kami sepakati tanpa alasan.

Untuk di Maroko, saya dan Mbak Anis sepakat hanya mau pergi ke satu kota yaitu Marrakesh. Kenapa? Karena kota tersebut kami rasa paling representatif & touristy. Lagipula Maroko, berdasarkan yang kami baca relatif kurang aman untuk traveler wanita. Alasan utamanya, karena waktu kami terbatas dan tersedianya penerbangan langsung Barcelona – Marrakesh.

Untuk yang ingin lihat itinerary Italia – Spanyol – Maroko, silakan download di sini.

Transportasi Antar Kota / Negara
Pertama kali ke Eropa, saya sudah mencoba naik kereta antar negara. Mengingat untuk kali ini waktu yang tersedia terbatas, jadi dari Roma ke Madrid saya menggunakan low-cost airline EasyJet. Dari Seville ke Barcelona menggunakan low-cost airline lainnya; Vueling. Harga tiketnya all-in dengan bagasi sekitar 50 euro-an. Kalau dihitung-hitung, kurang lebih saja dengan Jakarta-Balikpapan kelas ekonomi, kok.

TIPS #5. Untuk teman-teman yang ingin Euro Trip dengan waktu yang terbatas dan jumlah negara yang banyak, saya sarankan untuk tidak mengandalkan jalur darat saja karena kalau tujuannya berjauh-jauhan akan menghabiskan waktu di jalan. Kecuali kalian memang ingin slow travel ya, hehe. Coba cek tiket-tiket low cost airlines seperti RyanAir, Vueling, atau EasyJet. Jangan lupa untuk booking tiket antar destinasi ini dari jauh hari karena semakin dekat hari H tentu semakin mahal.

TIPS #6. Untuk perjalanan antar kota yang memang dapat ditempuh kurang dari 4 jam lewat jalur darat, misalnya Roma – Pisa, atau Barcelona – Andorra La Vella (pengalaman dari trip ini), saya akan merekomendasikan untuk naik kereta api atau bus. Kenapa? Lebih efisien karena dari stasiun kereta api atau terminal bus akan lebih mudah menjangkau pusat kota dan objek wisata (umumnya). Alasan lainnya: kalau pemandangannya bagus menyenangkan sekali, hehe. Untuk transportasi jalur darat kurang dari 4 jam ini (berdasarkan pengalaman) biasanya harga tiketnya berkisar 20-an euro.

DSC_0009
Stasiun bis di Andorra

Tempat Menginap
Well, sebagai flashpacker, saya biasanya selalu mencari hostel backpacker dengan sistem dorm. Harga murah, bisa bertemu traveler lain (syukur-syukur ada yang ganteng dan baik hati banget sampai mau bantuin angkat koper *jreng*). Di Rome saya menginap di hostel backpacker ber-female dorm. Juga pada malam terakhir di Barcelona. Kisaran harga kamar dorm di Eropa sih 20 – 30 euro per-malam. Biasanya tergantung jumlah orang per kamar. Selama bareng Mbak Anis kami ambil private room di hostel backpacker. Harganya beda 10-an euro per orang per malam.

TIPS #7. Tips berkaitan soal hostel ini masih sama dengan yang saya tulis di sini; coba cek hostelbookers.com atau hostelworld.com. Cari yang ratingnya paling bagus dan perhatikan aspek-aspek yang paling kamu anut dalam pemilihan tempat bermalam. Soal lokasi kah? Soal kebersihan kah? Soal harga kah? Kalau saya, I believe in ‘click’ at the first click, hehe.

Mungkin ada yang bertanya apakah saya pernah mencoba Couchsurfing atau tidak, well, saya punya akun couchsurfing sih. Namun demikian untuk menginap dengan mengandalkan couchsurfing, ada beberapa hal untuk dipertimbangan. Sebagai traveler perempuan dari timur (eciee, dari timur..), tentu saya lebih hati-hati memilih surfer. Harus yang perempuan juga atau yang couple atau berkeluarga. Nah, biasanya yang semacam ini jarang yang berdomisili di pusat kota atau dekat objek wisata. Soal lokasi dan tentu ‘kewajiban’ ngobrol basa-basi tentu sulit menyesuaikan itinerary yang padat. Tinggal di hostel yang berlokasi dekat pusat kota akan sangat memudahkan.

Budgeting
Well. I always say: “Budgeting adalah langkah yang paling bikin deg-degan :))”. Untuk yang mau nanya trip ini habis berapa totalnya, well…… lumayan banyak. Namun demikian, keep in your mind; you can’t control everything while traveling except yourself. Kalau memang kamu bisa mengatur diri sendiri untuk disiplin pada tight budget, nggak belanja-belanja, makan pagi gratis di hostel, smart dalam bertransportasi, rajin refill botol minum yang dibawa sendiri (supaya nggak sering-sering beli), dan serangkaian langkah penghematan lainnya, yakin lah jalan-jalan ke Eropa itu bukan mustahil. *Kemudian berubah jadi Mario Teguh*

Jadi itulah yang dapat saya share untuk part 1. Soal persiapan, itinerary, tips & trik. Mudah-mudahan bermanfaat. Insya Allah akan dilanjutkan dengan cerita dari tempat-tempat yang saya kunjungi nanti ya :D

By the way, selain soal persiapan, ada lagi satu hal yang mau share.

Mungkin banyak yang dengar bahwa krisis global terutama di Eropa membuat suasana di Spanyol dan Italia kurang kondusif. Personally, sepanjang perjalanan Alhamdulillah saya pribadi baik-baik dan selama berkunjung ke daerah wisata suasananya aman-aman dan nyaman saja. Namun demikian adanya demo besar 14 November (14N) di Spanyol membuat saya dan Mbak Anis batal pergi ke Marrakesh karena hampir semua penerbangan hari itu, termasuk penerbangan kami dibatalkan.

DSC_0388

Oleh karena itu akhirnya kami mengganti trip ke Marrakech dengan day trip ke Montserrat dan Andorra.

Pesan moralnya: serapi apapun kita merencanakan perjalanan selalu mungkin ada hal yang terjadi di luar dugaan. Demo 14N ini misalnya, telah membuat kami kehilangan setengah hari dan kesempatan pergi ke Maroko. Namun pada akhirnya memang kejutan-kejutan seperti ini yang menyatakan bahwa perjalanan adalah bagian dari kehidupan. #hazek

Bagi yang ingin menengok itinerary akhir (Marrakesh diganti dengan Montserrat dan Andorra), feel free to get it here.

PS: POST INI PANJANG BANGET TERNYATA YA, BOK.

06. December 2012 by puty
Categories: Wanderlust | Tags: , | 13 comments

Comments (13)

  1. Sampai sekarang aku masih bete kalo inget kegagalan ke Marrakesh :( #gagalmoveon

    • Aku juga Mbak #gagalmoveon. #gagalmoveon juga dari Barcelona tapi. #eaaa

      • Artinya beli tiket dulu baru cari visanya? Wow, berani banget, beli tiketnya pakai kartu kredit?
        Mohon jawabanya, salam

        • Iya betul, saya beli tiket dulu baru apply visa. Sebetulnya memang boleh dibilang berani, tapi aku bismillah saja karena sebelumnya sudah pernah dapat visa schengen. Iya betul belinya pakai kartu kredit, hehe.

  2. trimakasih putyyyyyy

  3. Aih, dikira berhasil sampe Marrakesh soalnya tertarik juga mau baca ceritanya, tempatnya pasti eksotis. Ternyata makin rajin nulis yah puch, gw aja mau nulis travelling with baby ga jadi-jadi dengan alasan utama ga ada waktu :D
    Nikmatin deh travelling pas single nanti kalo udah ada baby itu budget walo udah pake itenary tau2x bengkak :))

    • Ah iyaa, sedih banget gagal ke Marrakesh. Mungkin memang belum berjodoh sama gurun, disuruh sekalian umroh kali ya, hehe :p

      Ahaha, tentu sajaa… Aku agak nggak kebayang juga sih traveling with baby…… :____)

  4. menarik! *menanti giliran menjelajah Eropa*
    let’s travel for life! Putiii.. kapan nge-trip bareng? hahahaha..

  5. putiii makasih infonya komplit bgt put. hahaha sinsingkan lengan baju untuk barcelona. mwehehehe :D

  6. halo mba puty, salam kenal :D mba mau nanya, jadi kalau ke eropa bulan november, pakaian yang disiapkan apa ya? sekitaran jaket kulit dan sweater atau langsung coat? gomawoooo :)

    • Hai Ester, kalau November sih masih oke pakai sweater & jaket kulit (plus syal syal gitu kali ya). Yang pasti jangan lupa long john, jadi dalemnya udah hangat. Luarannya nanti diatur2 sesuai kebutuhan dan ketahanan kamu hehehe :D

Leave a Reply

Required fields are marked *