Year: 2013

Lawang Sewu

A: Do you believe in God? B: Yes I do. A: Do you believe that when God closes a door, He opens another? B: Yes I do. A: What would happen if God opens a thousand doors*? B: It means that you’ve got to choose. You can’t spend a lifetime standing and confusing which door you would choose, which door that would lead to the best path, or even worse, over-thinking about choosing the wrong door. A: So I just choose and go through any of it? B: Yes, and never ever block anyone’s way. Never. Ever. — *Lawang Sewu means “thousand doors”

Rendang Setiap Hari

Entah berapa lama yang lalu saya pernah blogwalking dan menemukan blog post tentang pernikahan (kalau kamu pemilik blog tersebut, ingatkan saya dan sertakan linknya ya kalau berkenan hehehe). Si penulis saat itu mau menikah dan berdiskusi dengan temannya. Temannya bilang (aduh, saya lupa kelimatnya tapi kira-kira intinya) bahwa menikah itu seperti makan rendang setiap hari (or maybe we can replace ‘rendang’ with our own favorite food? ;p) It’s delicious, but who wants to eat rendang everyday for the rest of a life? Gambar nasi rendang milik arikeren dari flickr. Duh. Nyam. Saya pribadi bukan orang yang suka menganalogikan hal yang saya nggak tahu dengan pasti. Saya belum pernah menikah dan belum pernah mengalami periode makan rendang setiap hari. Saya cuma menebak bahwa hanya tipe muda-mudi-metropolis-takut-berkomitmen yang bisa membuat statement seperti itu, hehehe. Namun beberapa hari yang lalu saya pulang kantor seperti biasa naik angkutan umum dan melihat langit sore cantik sekali. Seperti campuran jingga dan magenta muda di atas biru yang mengalah. Saya jadi ingat analogi tentang pernikahan. Mungkin pernikahan lebih cocok diibaratkan langit sore; kadang …