Thoughts, Work & Business
comments 2

Tentang Hidup, Hobi dan Pekerjaan

Waktu masih mahasiswa saya pernah diwawancara bagian HRD sebuah perusahaan energi dalam rangka seleksi beasiswa. Personil HRD terbut bertanya, “Kenapa kamu nggak jadi desainer aja? Atau wartawan? Sesuai sama minat dan bakat. Bisa jalan-jalan keluar negeri.” Saya tidak ingat persis jawaban saya waktu itu. Atau mungkin lebih tepatnya, saya tidak yakin dengan jawaban tersebut.

Beberapa bulan setelahnya diumumkanlah bahwa saya terpilih untuk menerima beasiswa tersebut. Beberapa tahun kemudian saya bekerja sebagai geologist untuk perusahaan yang memberi saya beasiswa itu. Saya percaya dalam hidup tidak ada yang kebetulan.

Lalu apa saya menyesal? Tidak. Kadang memang kalau ngantuk jaga malam saya suka bercanda, “Aduh, enakan jadi desainer undangan nikahan kayaknya ya.”

Namun demikian kalau sekarang saya ditanya pertanyaan yang sama, saya punya jawaban yang lebih baik:

Life is not always about doing what you love, it’s also loving what you do. Saya bersyukur punya kegiatan yang menyenangkan saya dan dapat mengimbangi tekanan atau kejenuhan kerja; menulis, menggambar, atau mengambil gambar. Namun saya lebih bersyukur lagi karena pekerjaan saya sekarang memberi banyak pelajaran; salah satunya adalah bahwa hidup tidak dibentangkan pada kondisi ideal dimana kenyataan akan tumbuh sesuai dengan harapan yang ditanam. Bahwa hidup adalah keluar dari zona nyaman. Bahwa hidup adalah tentang memberi arti.

Bahwa hidup memang harus disyukuri.

 

DSC_0475
(Street painter, Rome, 2012)

Filed under: Thoughts, Work & Business

by

Puty Puar. F/27. Indonesian. Former rocker, blogger, freelance illustrator, book enthusiast, who is running little business while homemaking. Started this blog in 2002.

2 Comments

Leave a Reply