Cerita tentang Menggambar

comment 1
Art(work), etc / Ordinary Life

Akhir pekan ini sebagian besar saya habiskan untuk menggambar dengan cat air. Gambar-gambar tersebut rencananya akan dipakai untuk mensupport tulisan saya untuk sebuah project menulis bersama teman-teman travelers. Mudah-mudahan saja diapprove editor untuk meletakkan beberapa sketsa (dan mudah-mudahan tulisannya segera selesai :p).

botanicalgarden

you-are-a-tourist

Saya jadi ingin cerita soal gambar menggambar. Sepertinya saya jarang cerita dan posting gambar-gambar saya ya? :p

Sebetulnya saya suka sekali menggambar sejak masuk SD. Saya ingat gambar-gambar pertama saya adalah usaha menggambar Sailor Moon. Saking seringnya menggambar Sailor Moon, sampai detik ini, saya masih ingat bentuk poninya Usagi, kalung dan anting bulannya, lipit roknya, sampai bentuk sepatu bootnya.

Kelas 3 SD saya masuk ekstrakulikuler Melukis dan mulai belajar gradasi warna dengan pastel (krayon). Waktu itu senang sekali dipuji Pak Ustadz (karena dulu saya sekolah di SD Islam, jadi semua guru dipanggil Ustadz hehe). Pernah gambar saya dibawa pulang Ustadz Wagiman, untuk contoh di sekolah istrinya katanya. Saya juga suka gambar-gambar di papan tulis dan belakang buku. Oh iya, saya ingat, saat kelas 3 SD inilah saat diary-swapping untuk menulis biodata saya mulai menulis bahwa cita-cita saya adalah desainer. (Futuristik loh untuk saat itu. Biasanya kan cita-cita anak SD ya kalau bukan dokter ya insinyur :p)

Kelas 5-6 SD saya mulai menggambar komik dan menemukan karakter gambar saya yang terpengaruh oleh gaya chibi (imut-imut) manga Jepang. Komik itu kemudian ditempel di mading sekolah. Saya ingat dulu punya gank gambar bersama Chrysant, Vicky & Echa. Personil yang gambarnya paling bagus adalah Chrysant. Tidak heran sekarang Chrysant betul-betul jadi desainer grafis dan ilustrator, hehe.

Memasuki masa SMP saya terus menggambar, but I kept it for myself. Waktu SMP saya tidak dikenal tukang gambar seperti waktu SD dan malah lebih dikenal sebagai anak PMR dan tukang pidato. Pidato? Yes, I won several speech competitions that time (sekarang berguna sih untuk tipu-tipu company man di rig haha). Oh iya, sejak SMP ini saya juga mulai belajar web design dan ngeblog sehingga tidak terlalu banyak gambar tangan.

Di SMA, hmm…. Saya dikenal sebagai apa ya? Anak mading sih. Namun jangan pikir madingnya seperti di film Ada Apa Dengan Cinta yang isinya semacam Dian Sastro dan Titi Kamal hehe. Oh iya, di SMA saya sudah mulai banyak belajar desain grafis digital dengan Adobe Photoshop. Gambar tangan hanya sekali-sekali dilakukan, seingat saya.

Little confession: sejak SMA saya ingin kuliah di FSRD ITB. Sayangnya tidak dapat izin dari orang tua. Menyesal? Tidak sih, kerja di bidang oil and energy pays all of my bills plus tickets for traveling plus every drawing supplies I ever need ;)

Well walaupun kuliah geologi, desain grafis digital yang sederhana terus saya tekuni dan cukup berguna untuk desain kaos atau spanduk acara himpunan. Gambar tangan pun masih saya lakukan di sela-sela mendengarkan dosen. Eh tapi di tingkat 1, saya punya kecengan yang jagoan membuat sketsa dan menulis (dan fotografi dan kabur keluar kelas kalkulus hehe). Boleh dibilang, gara-gara dia saya banyak menggambar lagi. Dan menulis. Lucu juga ya, biarpun saya mungkin tidak signifikan di mata dia, tapi dia seperti membangkitkan hibernated talents saya. (Mo, if you read this, yes, that’s you hahaha). Saya bahkan sempat membuat akun Tumblr untuk gambar-gambar saya. Namun demikian, karena seiiring waktu berjalan saya lebih menekuni fotografi, lomografi, dan menulis, akun Tumblr itu pun akhirnya saya hapus.

Setelah masuk kerja, hibernated passion saya menggambar tangan keluar lagi saat….. jaga malam di rig. Hehe. Believe it or not, baru setahunan ini saya betul-betul melukis lagi. Membeli buku gambar dan cat air, membawa notebook kosong dan men-sketsa di cukup banyak kesempatan.

pisa

Sebetulnya saya sering kurang percaya diri kalau bicara soal menggambar. Sepertinya faktor gagal kuliah di FSRD :p Saya juga belum pernah punya prestasi apa-apa dari bidang seni rupa dan desain. Namun demikian, semua yang memang milik kita pasti akan kembali pada waktu yang tepat.

November tahun lalu saat saya melakukan Euro Trip, saya sudah mulai terbiasa kembali membuat sketsa di jurnal traveling saya. Suatu malam di Barcelona, saat iseng menggambar di hostel tiba-tiba Daniel, resepsionis hostel menanyakan apa yang saya lakukan dan melihat jurnal saya. Daniel ternyata kuliah jurusan seni rupa dan dia mengatakan dia suka gambar saya. Beberapa lama kemudian datang Michael, salah seorang tamu hostel yang ternyata kuliah jurusan seni rupa juga. We talked a lot and they both liked my sketches and encouraged me to keep on drawing.

barcelona-artists

Sejak itu saya kembali rajin menggambar tangan kemudian membaginya melalui social media. Bahkan saya membuka created.byputy.com untuk meletakkan karya saya. Guess then what. Bulan lalu saya dihubungi Roy untuk membuat ilustrasi di project menulis bersamanya dan akan dibuat buku! I was surprised waktu dikontak Roy. Maklum, biasanya gambar-gambar saya hanya berhenti di halaman terakhir sebuah sketch book yang kemudian ditutup begitu saja, so, many many thanks to Roy, hehe. Saya makin senang waktu project ilustrasi pertama saya tersebut diapprove oleh desainer grafis & editor Bukune. Mudah-mudahan bukunya segera terbit ya :)

Well, begitulah cerita saya tentang hobi saya sejak kecil ini. Berhubung gambar tangan harus discan sebelum dipublish dan saya harus numpang mengescan di kantor jadi saya lebih suka menshare secara instant di Instagram. Silakan yang mau follow instagram saya dengan username putyp. #promosi

Kesimpulannya; don’t ever give up good things that you really like.

Love will find you :)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>