Month: June 2013

Bunaken

It’s funny how I’ve been living by the sea (plus working on one) for 2 years yet I’ve never been less excited about seeing the sea again and even more. Kobe Port, Bali, Barcelona, Derawan, and recently, Bunaken. Sea you again, later :)

Minahasa Highland

So I managed to escape for a super-short family holiday to Manado, which my grandma (from my mother’s side) was originally from (making me a quarter Minahasa-ese). We made day-trips to Minahasa Highland & Bunaken Island. After constantly going to office since first of May, I couldn’t be happier to spend a weekend going up on the hills on Saturday and swim into the sea on Sunday :’)

Menjadi Pegawai Perusahaan Migas Asing: Ketika Nasionalisme Dipertanyakan

Beberapa waktu yang lalu saya diminta menulis untuk Suara GEA paperless edisi Nasionalisasi Migas. Suara GEA adalah sebuah wadah publikasi tulisan dan pemikiran dari para mahasiswa Teknik Geologi ITB. Topik yang diminta adalah mengenai nasionalisme di industri migas yang sarat kepentingan pihak asing. Kebetulan dua tahun lalu saya menyinggung soal “Oil & Gas = Tidak Nasionalis?” di blog. Kini saat saya ternyata benar jadi pegawai di perusahaan migas asing, saya senang sekali dapat berbagi pemikiran lagi soal ini. Terbukti, saya masih ingin memajukan bangsa (sesuai kemampuan saya tentunya). Terbukti saya masih bangga dengan nama panjang saya yang Indonesia banget. Terbukti saya masih lebih suka singkong goreng daripada croissant. Silakan unduh Suara GEA paperless edisi Nasionalisasi Migas di sini. Selain tulisan saya, ada pula tulisan mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi, kontroversi Blok Mahakam, hingga asal-usul hidrokarbon (terutama buat yang masih percaya bahwa minyak bumi itu berasal dari dinosaurus yang telah mati, hehe). Berikut tulisan saya: ———————— Menjadi Pegawai Perusahaan Migas Asing: Ketika Nasionalisme Dipertanyakan Dua tahun lalu saya pernah menulis sebuah artikel berjudul  “Oil & Gas …