Home & Family, Love & Marriage
comments 4

Satu Tahun, dan Segala Perubahan

Nggak terasa sebentar lagi kita tiba di penghujung November, yang akan disusul Desember dan tuntutan kilas balik tahunan. Rasanya sudah lama nggak menggunakan blog ini untuk bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Belakangan ini saya memang lebih banyak nge-blog foto-foto perjalanan beserta beberapa kata yang itupun ditambahkan dengan buru-buru. Alasannya klise tapi sahih; sibuk di kantor :p

Sejak pindah kerja ke kantor, saya memang nggak punya waktu luang sebanyak di rig. Kerja di rig memang lebih besar tanggung jawabnya tapi cucian bisa tinggal lempar ke kantong laundry plus nggak perlu repot memecahkan misteri sehari-hari, “Makan apa ya siang/malam ini?” Hehehe. Yah, namanya juga hidup, kalau mau terus berada dalam zona nyaman, ya nggak akan berkembang.

Seperti yang saya ceritakan di beberapa posts sebelum ini, bulan Oktober dan November terisi dengan padat. Ada acara keluarga ke puncak, cek vendor-vendor untuk resepsi pernikahan, urus visa untuk liburan akhir tahun, nonton konser, jenguk adik ke Magelang, road trip bersama Aresty ke Semarang, dan baru minggu lalu saya pulang ke Jakarta (lagi) di hari ulang tahun si Abang Uda (Yay! :D). Di kantor pun kerjaan sedang heboh karena satu dan lain hal. Singkatnya sih, terlalu banyak hal yang nggak akan sempat diceritakan satu-satu. Trust me I wanted to; apa daya, sekarang hampir setiap pulang kerja rasanya ingin langsung istirahat. Yah, sementok-mentoknya mikir ya cukuplah main Pokopang.

Kalau saya berhenti dan sejenak melihat ke belakang, dalam satu tahun banyak sekali yang terjadi. Bulan November tahun lalu saya sempat berada di salah satu tempat yang paling saya impikan, Spanyol. Saya menjejak Pegunungan Catalan dan mungkin merasakan apa yang disebut ‘feeling of being on the top the world (although I knew I wasn’t)’. Saat itu saya nggak berpikir soal menikah, berhemat demi biaya pelaminan, apalagi harus belajar masak. Waktu itu yang saya pikirkan dalam jangka pendek, “Turun gunung ini masih bisa tengok-tengok ke Zara La Rambla nggak ya?” Pikiran jangka menengahnya nggak lebih visioner dari itu, “Habis ini jalan-jalan kemana lagi ya?” Hehehe.

DSC_0554

Ternyata dalam satu tahun banyak yang terjadi; dipindah dari rig ke kantor dan dilamar. Banyak juga rencana yang harus ditata ulang; termasuk impian jalan-jalan kesana kemari dan impian kuliah lagi. Belum lagi career plan yang harus disesuaikan kalau nanti menikah dan ikut kepala rumah tangga. Ribet? Enggak kok. RIBET BANGET TAPI! Hehe :p

Banyak hal yang mulai berubah dengan sendirinya tanpa saya usahakan apalagi paksakan. Hal-hal yang dulu saya anggap penting seperti ‘updating latest info about cool-stuff that cool-people wear and listen’ menjadi hal yang ‘kalau lagi iseng beli majalah deh’ (yah, nggak ada waktu ciiinn buat ngurusin orang-orang pake apa!). Hang out di tempat yang agak mahal dikit jadi dipikir dua kali (gimana nih pengeluaran bulan ini? Target nabung udah terpenuhi belum?). Nonton konser dan ikut kegiatan tambahan jadi lebih pilih-pilih (untuk konser sudah ditetapkan perkecualian sih tapi untuk Beirut dan Norah Jones *pembenaran dari awal*). Lihat ‘SALE 70%’ pun langsung ingat-ingat betapa penuhnya lemari. Cita-cita menjadi wanita karir super cang-cing menjadi  lebih sederhana; menjadi wanita yang bisa membagi waktu untuk kerja dan keluarga.

Is it a kind of downgrade? Saya pikir enggak sih. Ini adalah perubahan point of view dan skala prioritas. I do think this should be called ‘growing up’.

Di atas segalanya, saya bersyukur banget untuk semua ini :)

Alhamdulillah.

Filed under: Home & Family, Love & Marriage

by

Puty Puar. F/27. Indonesian. Former rocker, blogger, freelance illustrator, book enthusiast, who is running little business while homemaking. Started this blog in 2002.

4 Comments

Leave a Reply