Month: February 2014

All I’ve Got

…. And you say just one small word And I’ll change my mind Sometimes it’s not so easy to find All the words that are mixed in my head Trying too hard to make some sense When I know deep down you know You know all I have is everything I’m giving to you And all I’ve got is you It’s nothing but the truth All I’ve got is you So you take me by the hand Take me places I don’t know So you take me by the hand Take me places I don’t know And you, so you take me by the hand And you, you take me places I don’t know …. (Lucy Rose – All I’ve Got)

Bunny Bridezilla Series: Persiapan Pernikahan

Belakangan ini setiap jam istirahat atau kalau ada waktu luang di kantor saya rajin browsing forum FD atau googling berbagai hal seputar persiapan pernikahan. Hal yang membuat saya takjub (dan bersyukur tentunya) adalah banyaknya wanita yang sehari-hari nggak terlalu rajin ngeblog tapi telaten banget menuliskan catatan pra & post weddingnya. Berikut beberapa contohnya: blog Natasha Desiree (yang mencerahkan soal pernikahan adat Batak), Mbak Melur, Mbak Virlika Pepitari, DARIDWINA, Mbak Thane, Mbak Leija, dan masih banyak lagi. Ada yang rinci, ada yang rinci bangets. Sementara itu, kotak pencarian di forum sangat membantu untuk mengumpulkan informasi dari para bridezilla yang nggak menuliskan pengalamannya di blog dan baik langsung atau nggak langsung memberikan support untuk kita. ‘Well, at least I’m not going manic panic along’-kind of stuff. Intinya, sharing is caring :’) Pesan moral di awal untuk gadis-gadis yang baru deg-degan dilamar: selamat deg-degan lagi. Haha. 1. It all started with cari venue (atau gedung jika spesifik mau acara indoor) & tanggal. Pernah dengar “Jakarta itu keras, Bro/Sis/Brur?” Hal itu benar adanya. Persaingan bukan sebatas mencari kerja atau pasangan tapi juga persaingan …

If We All were Astronauts, Who would Build the Rockets?

Semalam saya terlibat dalam sebuah percakapan yang dimulai dari pertanyaan, “Jadi orang kantoran enak gak, sih?” Iseng saya jawab, “Enak kalo tanggal gajian :’))” Jawaban yang jujur namun membawa perdebatan bertema klasik: Enakan mana, berwiraswasta atau jadi karyawan? Menurut saya ini bukan yang perlu dipusingkan, sama halnya dengan pertanyaan, “Enak mana, kentang atau singkong?” Semua orang punya pilihan masing-masing soal kehidupan, tergantung preferensi dan kondisi. Nggak semua orang punya nyali besar untuk jadi entrepreneur. Kalau mau tahu pendapat entrepreneur-nya langsung, berikut tulisan Lucy Wiryono (yang sukses dengan Holycow! dan Loobie Lobster-nya): yang ini dan yang ini. “…Pertanyaan2 sejenis itu yang bikin gue mikir soal template itu tadi. Jangan2 banyak orang yang mikir kalo mau jadi pengusaha, maka jalurnya adalah : Cari passion lo apa – kalo perlu berhenti kerja dari pekerjaan yang tidak sesuai passion lo – bikin usaha – sukses – sebarkan cerita suksesnya ke orang lain supaya menginspirasi tentunya gak begitu. What worked for one person, doesn’t mean it will work for you. everyone has their own path…” — “Bukan Template” oleh Lucy Wiryono Saya sering …