Featured On, Words & Writings
Leave a comment

Beberapa Review Buku DestinASEAN

destinaseanrevieww

Berikut beberapa review dari The DestinASEAN :)

…. Buku dengan tebal sebanyak vi + 246 halaman terbitan B first (PT Bentang Pustaka) ini sebenarnya lebih mengungkapkan pengalaman personal para penulisnya dibanding menceritakan objek-objek wisata di Asia Tengggara secara detil. Dengan pilihan destinasi yang berbeda, mereka mengisi perjalanan dengan cara masing-masing. Dengan gaya penulisan yang berbeda-beda dari setiap penulisnya, mereka mencoba mengungkapkan apa pandangan mereka mengenai budaya manusianya, kota, sejarah maupun alam dari destinasi 10 negara ASEAN tersebut. ….

http://samleinad.wordpress.com/2013/08/26/resensi-the-destinasean-menjelajah-kisah-di-10-negara/

__________________________________

…. 21 cerita dari 11 penulis yang kayaknya udah sering banget traveling ke sana sini, terutama negara-negara ASEAN ini layak banget buat dibaca semuanya. SEMUANYA. Jangan di skip. Meskipun The DestinASEAN  bukan kayak Lonely Planet atau buku-buku travel yang sifatnya guidance tapi di dalam buku setebal 246 halaman ini gue menemukan banyak informasi menarik dari negara-negara ASEAN itu yang dibalut dengan rangkaian kata-kata khas dari masing-masing penulisnya.

….
After all, buku The DestinASEAN pas banget buat dibaca di waktu senggang, di jalan, di waktu minum teh, atau di kala lagi ngebet-ngebetnya pengen keliling ASEAN. Sok-sokan kalau mau ngasih rating, buku The DestinASEAN ini gue kasih 4 bintang.

Kok cuma empat?

Karena 4 bintang artinya udah sangat bagus, meskipun tidak sempurna. Karena sempurna hanya milik Tuhan, dan kekurangan milik bunda Dorce. #lah ….

http://www.jalanpendaki.com/2013/10/book-review-destinasean.html

__________________________________

…. Satu sampe sepuluh. Sembilan buat buku ini. Gue bacanya semingguan bok. Karena pengen menghayati satu demi satu cerita didalamnya. Deskripsi-deskripsi yang cukup jelas bisa jadi panduan mereka yang mau dateng ke salah satu tempat yang diceritakan dalam buku ini. Kalo bingung mau kemana, ngapain aja, makan apa, foto dimana, dsb… Baca aja buku ini sebagai panduan arah dan tujuan :D yang jelas sih, baca buku ini bikin pengen jalan-jalan (kesana) juga :D ….

http://adytapurbaya.blogspot.com/2013/11/the-destinasean.html

__________________________________

…. Banyak hal yang dibahas oleh 11 penulis tersebut. Buku inipun terbagi menjadi beberapa subbab: People-CultureCityHistory, dan Nature. Menurut saya, mereka mempunyai perspektif berbeda terhadap negara-negara yang mereka kunjungi dan sebagian berhasil menceritakannya dengan baik. ….

http://subtersidera.blogspot.com/2013/11/review-destinasean.html

__________________________________

….

Puti adalah penulis pertama yang berkisah tentang serunya mengenal manusia dan budaya Singapora. Mesti kali ini kunjungan yang ketiga, tapi kesannya tetap sama, yakni panas dan tidak hangat. Teratur dan membosankan. Sibuk dan serba instan. Pragmatis dan kapitalis.

Di Singapora ia langsung berjalan-jalan di Chinatown, mengunjungi Pura Sri Mariamman, sebuah puri tua Budha tertua. Dari sana lalu menuju Budha Tooth Relic Temple and Musium yang merupakan komplek peribadatan sekaligus museum bagi orang Budha. Selain itu, ia sempat ke Singapore Botanical Gorden dan musium mainan Mint Museum of Toys.

Singapore telah menunjukkan sisi lainnya kepada saya seharian ini, kesanya kali ini. Dibalik bayang-bayang gedung-gedung tinggi, terdapat sisi yang menjejak permukaan tanah dengan kebahagian yang sederhana. Di antara gemerlapnya turis-tris yang berjalan membawa kantong-kantong belanjaan bermerek, terdapat penduduk kota biasa yang sederhana. (hal. 12) ….

http://wasathon.com/resensi-/view/2014/01/27/-resensi-buku-catatan-perjalanan-dari-10-negara-asean

__________________________________

….People-Culture berisi empat cerita, dan bagi saya yang nancep adalah cerita Puti saat ke Singapura. Puti menulis dengan sederhana namun nyaman dibaca. Ini adalah kunjungannya yang kesekian kali ke negara kota ini, tetapi di kunjungannya yang agak berbau modus ini Puti merasakan nuansa yang lain. Singapura yang hiruk pikuk ternyata masih menyisakan warga-warga yang ramah dan menikmati ritme hidup yang tenang. Mereka melempar senyum kepada saya… Rupanya tidak semua orang Singapura berjalan cepat seolah nanti sore kiamat. Catatan saya: Cerita awal tentang Singapura bikin aku mengingat perjalanan terakhir ke negara ini di Juli 2013. Ada yang lain dari Singapura, tak pernah bosan. :)….

…. Membaca The DestinASEAN mengingatkanku lagi tentang susahnya menulis cerita perjalanan. Ada dua hal yang diminta: menggambarkan tempat kita berada, sekaligus kesan apa yang kita dapat dari dalam hati; dan keduanya harus berpadu dengan pas untuk membuat pembaca terkesan. Ciri khas baca buku antologi, kita nggak bisa nebak akan dibawa ke mana selanjutnya. Beda penulis,beda cerita, beda gaya. Leave your expectation also. Kalau aku jujur aja baca buku ini awalnya berharap mendapati kumpulan travelogue. Well, ada sih beberapa yang memenuhi, ada yang bisa cerita tanpa harus tampak seperti artikel suatu tempat yang jelasin di tempat itu ada apa saja. Yang kusuka tuh saat penulis mampu menjalinkan apa yang dialami panca indranya, dengan gejolak dari dalam hatinya. Di The DestinASEAN ada yang seperti itu, serasa curhat dan itu bagus!

Mulanya, berharap banyak dengan pembagian empat tema di The DestinASEAN. Sayang, tak semua cerita dapat mencerminkan masing-masing tema. Beberapa penulis malah ‘sibuk’ sendiri.  Lebih cocok pembagiannya per negara aja kali ya, hehe. Jadi kalau saya bilang apa The DestinASEAN kurekomendasikan? Yes, its like a catalog of South East Asia countries. Pembaca akan punya gambaran sebelum bepergian ke sana. But… if you expect a travelogue, sebuah buku yang lebih berkisah tentang negara-negara di Asia Tenggara jujur aja… The DestinASEAN kurang memenuhi. :)

Stars: 3 of 5

http://dinoybooksreview.wordpress.com/2014/02/23/the-destinasean-by-ariev-rahman-and-friends/

__________________________________

…. many others attractive stories were written here, so what are you waiting for?
Plan your trip, grab this book and you’re ready to explore ASEAN countries and don’t forget to write your own story. ^^ ….

http://kafkalibrary.blogspot.com/2014/02/review-destinasean.html
__________________________________

…. Rasanya udah lama sejak gw mengenal negara ASEAN di buku pelajaran sekolah. Karena sebelumnya engga pernah browsing negara-negara ASEAN, baca buku ini buat gw sangat menambah pengetahuan tentang tempat-tempat yang bisa dikunjungi di ASEAN. Seru-seru juga ternyata! ….

http://1bintangbiru.blogspot.com/2014/02/book-review-destinasean.html

__________________________________

….

Puti Karina
Cerita yang disertai gambar tentunya akan menjadi nilai plus bagi seorang penulis karena dapat membantu pembaca untuk dapat berimajinasi, apalagi jika gambarnya berupa sketsa yang dibuat sendiri oleh penulis itu (tambahin lagi plusnya, oke sip!). Gue juga suka cara Puti mengisahkan sejarah dengan penulisan paragraf dan narasi yang berbeda dari biasanya.

….

Baiklah, akhirnya kelar juga gue mereview The DestinASEAN. Bagaimanapun secara keseluruhan gue suka dengan buku ini. Apalagi dalam buku ini informasi yang disampaikan detail di tiap – tiap perjalanan, seperti berapa jarak yang ditempuh, berapa banyak yang musti kita bayar saat menggunakan jasa tour guide, masuk ke suatu tempat bahkan ongkos kendaraan yang digunakan. Dan review ini gue tutup dengan make a wish “hopefully i can travel around ASEAN” aamiiin . . ….

http://freshminutes.blogspot.com/2014/02/the-destinasean.html

__________________________________

…. Jujur dan lugas, itulah kesan yang saya tangkap saat membaca tulisan Puti Karina, kisah tentang sisi lain kehidupan masyarakat Singapura yang menjadi pembuka buku DestinASEAN. Informasi yang dituliskan pun dalam porsi yang cukup, tidak kurang atau lebih, karena fokus bahasan pada tulisan ini adalah “people – culture” bukan pada “how to information”. Selain itu kisahnya mengalir, runtut, namun tidak bertele-tele. Membaca kisah ini bisa membuat saya membayangkan – bukan dalam tahap merasakan – apa yang dilihat oleh Puti Karina saat traveling ke Singapura saat itu: keadaan di dalam MRT pada malam hari yang padat dan hiruk pikuk setelah jam kerja, Chinatown di pukul 05.00 pagi yang masih sepi dan damainya senyum di wajah orang yang sedang beribadah di depan gerbang Buddha Tooth Relic Temple, serta keadaan museum mainan Mint Museum of Toy yang penuh dengan ratusan mainan antik di setiap lantainya. Walaupun menurut saya penggambarannya kurang deskriptif namun twist ending-nya sungguh manis, dipercantik dengan sketsa-sketsa buatan sendiri yang melukiskan apa yang ia tuliskan….

….Jika ingin traveling untuk menguak sisi lain yang menarik tentang negara-negara ASEAN, buku ini adalah pilihan yang tepat untuk dimasukkan ke dalam  reading list. ….

http://oxygenmate.com/book-review-destinasean/

__________________________________

Selain review dari teman-teman di atas, ada juga beberapa review di halaman Goodreads The DestinASEAN berikut.

Terima kasih semuanya :’) *terharu*

Leave a Reply