Bride-to-Be, Review
comments 7

Bunny Bridezilla Series: Wedding Vendor Review

IMG_9867

Alhamdulillah, akhirnya saya lulus juga dari Akademi Bridezilla :) Acara telah terselenggara dengan lancar tanpa kendala yang berarti (kecuali bahwa seperempat acara terakhir saya habiskan bertelanjang kaki karena nggak kuat pakai heels + sunting yang mulai menusuk kepala, hehehe). Alhamdulillah makanan dan souvenir cukup porsi dan jumlahnya, nggak kurang namun nggak juga berlebihan sampai mubazir. Alhamdulillah (walaupun sempat hujan lebat) kami bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga besar kedua belah pihak serta teman dan para sahabat :)

Selain bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada keluarga dan sahabat, kami tentu saja berterima kasih kepada para wedding vendor yang telah mendukung kesuksesan acara pernikahan kami kemarin. Andie Oyong Project, Hotel Bidakara, Cindua Mato, Fey Firmansyah, Maheza Studio, Cucu Ripet & The Band, serta Mirages Printing. I really think that wedding business is not only about money but also about making one of the most important days to be remembered for a lifetime.

Nah, sekalian saya juga mau mereview, merekomendasikan dan menceritakan pengalaman saya berkaitan dengan vendor-vendor tersebut :D Mohon maaf tapi ya fotonya seadanya dulu… Soalnya saya lupa bawa file-filenya ke Balikpapan. Takut keburu basi :p

——————————————————————————–

Venue & catering: Hotel Bidakara – Birawa Assembly Hall, Jakarta
Kontakbidakarahotel.com

Well, venue ini tentunya sudah tidak asing lagi, lokasinya ada di tengah kota dan sering sekali dijadikan tempat pernikahan. Venue berupa hotel juga memudahkan dalam menyiapkan akomodasi saudara dan kerabat dari luar kota. Ada special room rate tentunya jika keluarga mempelai yang memesan hehe.

Untuk katering saya hanya mencicipi sedikit makanannya tapi waktu saya tanya ke keluarga berlidah Minang sampai teman-teman yang berlidah nasional, semuanya bilang enak. Rata-rata memuji sate padangnya sih, sementara yang paling cepat habis adalah stall pempek Palembang. Dari segi jumlah alhamdulillah nggak kurang dan para petugas sigap waktu merefill :) Kesimpulannya, katering Bidakara tentu saya rekomendasikan untuk pernikahan ala Minang.

Untuk venue rasanya nggak perlu saya rekomendasikan lagi lah ya, namun sedikit tips, kalau mau pesan venue ini sebaiknya dari jauh hari ya :’) Perhatikan juga jumlah undangannya, kalau lebih dari 1000 undangan sepertinya Birawa sudah cukup sesak, apalagi Binakarna.

——————————————————————————–

IMG_20140619_064917

Wedding Organizer: Andie Oyong Project
Kontak: Andie Oyong | Line : andieoyong | Whatsapp : 08889758444

WO sebetulnya hal terakhir yang kami putuskan karena tadinya kami pikir kami sudah merencanakan semua hal dengan baik, termasuk susunan kepanitiaan keluarga. Ternyata WO menjadi salah satu hal yang paling krusial pada hari H. Kenapa? Karena pas hari H pasti kita sudah nggak kepikiran apa-apa lagi, panitia keluarga pun ternyata akan sibuk sendiri. Tim WO inilah yang akan menjadi dewa-dewi penolongnya :’)

Saya dapat kontak Mas Andie dari rekomendasi teman yang sebelumnya nikahan di Birawa juga. Saya lihat pesta teman saya tersebut jumlah tamunya super banyak dan acara berjalan lancar walau sempat mati lampu. Jadi dari awal saya sudah punya sugesti positif. Waktu ketemuan dan deal sama Mas Andie-nya, ternyata pembawaannya enak dan simpatik banget. Dia langsung menunjukkan contoh buku panduan acara pernikahan. Ternyata serius dan detil banget sampai hal yang kita nggak perkirakan akan makan waktu, contohnya mendaftar parkir VIP. Sebelum hari H, pihak WO menyediakan slot untuk meeting 3x. Dari keluarga kami yang malah hanya sempat menyelenggarakan 1x plus technical meeting.

Pas hari H tim WO pun cekatan banget baik dari hal teknis seperti koordinasi keluarga, koordinasi vendor, time keeping, sampai mengingatkan makan. Di hari H tim-nya Mas Andie pun mau direpotkan dan sigap mencatat hal-hal yang baru kami ingat pas hari H (bahkan yang baru saya ingat pas di atas pelaminan!), misalnya tambahan tamu khusus (seperti bos atau klien orang tua) yang harus langsung difoto setelah salaman. Nggak sekedar cekatan mereka pun asyik-asyik dan membawa pikiran positif, “Everything will be fine.”

Untuk WO, Andie Oyong Project ini saya rekomendasikan banget :) Kenapa pakai ‘banget’? Karena kami sekeluarga sangat berterima kasih dan nggak kebayang kalau nggak ada mereka hehehe. Oh iya, soal harga AOP oke dan bersaing banget (based on my own experience nanya-nanya pricelist ke beberapa WO lain)

——————————————————————————–

Pelaminan, baju pengantin, dekorasi, sanggar Minang: Cindua Mato Nusantara
Alamat: JL Kayu Manis VII 60 RT 013/03, Kayu Manis, Matraman, Jakarta, 13130
Telp:+62 21 856540

pelaminan

Percaya deh, ini fotonya saja yang kurang oke :p

Untuk acara saya kemarin saya acungkan jempol untuk Cindua Mato. Pelaminan bagonjong ala Minang nampak megah. Dekorasinya pun ala Minang banget dengan lumbung-lumbung padinya hehehe. Kebetulan karena memang temanya Minang tradisional jadi semua yg ada hubungannya dengan adat; tabuik pengiring pengantin, baju pengantin, baju demang, suntiang, seragam penerima tamu, tari-tarian, dll saya serahkan ke Cindua Mato. Kebetulan Uni Ellyn ini masih ada hubungan saudara jauh baik dengan saya maupun Bang Anggun, jadi walaupun tidak bisa nego harga banyak-banyak tapi si Uni memberikan banyak bonus berupa gratis sewa beberapa baju dan kain (termasuk baju dan kain untuk akad nikah), hiasan untuk photo booth, plus tari piring spesial. Tips dari saya, kalau ke Cindua Mato jangan berharap harga turun jauh, sebagai gantinya pintar-pintar mencari celah bonus gratisan ini itu heheh :p

Untuk baju saya dapat kebaya perdana (artinya kebaya yang baru dibuat dan belum pernah dipakai orang lain). Cindua Mato juga salah satu yang dikenal masih menggunakan suntiang (mahkota) tradisional. Seperti yang saya pakai kemarin suntiangnya disusun satu per satu dan bukannya jenis bando. Rambut saya pun diharuskan panjang supaya bisa menggelung daun pandan (yes, DAUN PANDAN!) sebagai tempat menancapkan suntiangnya. Walaupun berat dan di akhir acara menusuk-nusuk kepala tapi puas banget rasanya jadi anak daro :)

Oh iya, untuk harganya Cindua Mato ini bersaing dan punya paket-paket tertentu, berbeda juga untuk setiap gedung. Koleksi bajunya lengkap dan cukup bervariasi. Pelaminannya pun bisa tradisional, semi-modern, maupun modern. Recommended untuk para anak daro!

——————————————————————————–

Make up artist: Fey Firmansyah
Kontakfirmansyah-makeup.com

Berhubung Om sendiri jadi sulit juga nggak subyektif, hehehe. Satu yang pasti Fey ini orang Minang dan sudah biasa merias pengantin Minang yang dari ujung kepala hingga ujung kaki semarak. Pengalamannya juga sudah nggak diragukan lagi, silakan cek portfolionya atau googling sendiri :)

——————————————————————————–

Dokumentasi dan photobooth: Maheza Studio, Jakarta
Kontak: Maheza FB Page | Mela (081219668002)

Maheza adalah salah satu vendor dokumentasi terfavorit untuk venue Bidakara. Saran dari aku yang based on browsing-browsing, untuk dokumentasi D-day lebih baik percayakan kepada vendor rekanan venue yang sudah biasa motret & video shooting di venue tersebut. Kenapa? Karena mereka harusnya sudah terbiasa dan secara teknis tahu spots dan angles yang bagus. Lebih besar pula kemungkinan mereka sudah pernah bekerja sama dengan vendor rekanan yang lain sehingga akan mempermudah juga dari segi non-teknis.

Untuk Maheza ini aku belum bisa mereview secara lengkap karena memang masih dalam proses memilih foto. Aku sudah dapat foto-foto raw-nya dan menurutku yang versi un-edited pun sudah bagus-bagus. Ada beberapa momen yang nggak terekam dengan baik karena blur namun masih oke sih secara overall :) Tim-nya tepat waktu, data pun diberikan kepada kami tepat waktu. Semoga nanti penyelesaiannya pun tepat waktu dan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Soal harga, Maheza bersaing, sesuai dengan kualitas hasilnya. Kami dapat bonus berupa screen untuk slide show foto. Maheza juga punya jimmy jib dan chargenya relatif tidak terlalu mahal.

Untuk Maheza photobooth, saya nggak terlalu impressed. Memang saya kemarin nggak pesan backdrop untuk dekorasi photo booth tapi aku berharap penempatannya akan lebih baik. Properti photoboothnya pun nggak terlalu lucu-lucu kalau lihat dari hasil foto-fotonya. However, Mas-Masnya baik dan mau melayani sampai detik-detik terakhir saya & Bang Anggun turun pelaminan dan difoto and we really appreciated it :)

photobooth

——————————————————————————–

Entertainment: Cucu Ripet & The Band

Sebetulnya Cucu Ripet ini adalah om saya yang merupakan pemain saxophone senior. Kemarin itu special saya minta dia dan teman-temannya tampil. Namun ya karena hampir semua sudah senior jadi nggak bisa diminta lagu yang aneh-aneh. Boro-boro lagu indie :p Yah, namanya Om sendiri, jadi nggak enak juga sih kalau protes soal pengetahuan lagu yang kurang up to date. Sebetulnya waktu latihan mereka keren banget membawakan lagu Malam Bainai dan Neng Geulis versi bossa nova. Namun demikian pada hari H kok lagu-lagu yang dibawakan mostly out of our list :( Ternyata usut punya usut, mereka menerima request lagu sehingga lagu yang kami inginkan malah nggak dimainkan. Untung ada sahabat-sahabat saya yang menyumbang lagu special request dari saya :’)

Well, untuk entertainment ini mungkin saya lebih sharing pengalaman saja. Pokoknya dari awal tegas-tegas bilang sama pihak entertainment dan WO lagu apa saja yang ingin dimainkan. Jangan bolehkan ada sesi request lagu dan jika memang ada yang mau sumbang suara, pastikan sudah diapprove oleh kedua mempelai dan keluarganya.

——————————————————————————–

Undangan & souvenir: Mirages Printing, Bandung
Kontak: miragesprinting.com

The last but not the least, undangan cetak & souvenir. Keduanya saya desain sendiri lalu kami cetak di Mirages Printing, Bandung. Saya tahu Mirages Printing waktu browsing vendor undangan Papier n Co. Ternyata mereka masih satu perusahaan keluarga, hehehe.

Untuk undangan cetak (700 pcs) saya buat satu lembar berupa board karena ingin yang simple. Tadinya malah saya ingin to the point nama pengantin, nama orang tua, tanggal, waktu & tempat, namun tidak sepakat dengan orang tua. Akhirnya tetap pakai kata-kata tapi minim basa-basi. Nah, tips dari saya, kalau memang desain sendiri pastikan bahwa warna hasil cetak sesuai dengan yang kita bayangkan karena kemungkinan besar akan berbeda seperti yang kita bayangkan. Tips lainnya adalah, pesan undangannya jangan mepet. Berikan slot waktu untuk pembuatan mock up, revisi, dan tentu saja setelah undangan jadi masih ada PR berupa proses bungkus membungkus dan pengiriman via pos.

Nah, untuk soal ini Pak Miming dari Mirages printing baik, sabar, dan teliti sekali. Beliau berusaha mewujudkan undangan yang saya desain supaya sesuai dengan bayangan saya. Saya dikirimkan mock up sampai 2 kali juga dikirimkan sampel-sampel warna cetakan (kuning seperti apa, marun seperti apa). Alhamdulillah hasil akhirnya sesuai sekali dengan keinginan saya. Embosan dan warna emasnya juga rapi sekali. Memang waktu saya ke showroom mereka saya lihat banyak sekali undangan-undangan super unik, termasuk yang pop up dan dilaser cut, semuanya rapi :)

undangan

Nah souvenir (800 pcs) saya pun customized. Berhubung sudah ada photo booth jadi kami sepakat bahwa souvenirnya tidak perlu yang terlalu mahal. Saya mendesain tempelan kulkas berbentuk koper dan kartu pos bergambar peta dunia. Alasannya karena kami suka jalan-jalan dan berkirim postcard :) Souvenir ini juga dicetak di Mirages dan saya sih puas dengan hasilnya. Baik untuk undangan, postcard dan souvenir harganya masuk akal. Nggak murah-murah banget tapi sesuai dengan kualitasnya. Pengerjaannya juga tepat waktu. So, Mirages Printing is surely recommended untuk teman-teman yang mau bikin undangan dan souvenir custom.

souvenir
——————————————————————————–

Demikian dulu review vendor dari saya. Semoga berguna! :)

7 Comments

  1. semoga akan ada gambar versi “resmi” ny yah
    :D
    kalo udah jadi album ny juga semoga diperlihatkan disini.
    hihihi

    **Kepo ato penasaran iniH**
    :p :p :p

    • Halo Mas, kalau pengalaman saya alhamdulillah baik-baik aja. Hasil jadinya sesuai dengan perjanjian dan kesepakatan, begitu juga dengan teman-teman saya dan teman orang tua yang pakai Maheza, sejauh ini belum pernah ada yang cerita bermasalah. Saya juga dihandle Mbak Mela dan dia sangat helful dan kooperatif sih sama saya. Demikian saya share pengalaman saya ya :)

  2. Hai Mbak Puty, aku hendak bertanya. Untuk suvenir yang magnet tersebut, apakah dibuat di Mirages juga? Soalnya aku berniat untuk bikin suvenir serupa. Terima kasih ya.

    • Halo Alanda :D Thanks for dropping by hehehe. Iya betul, aku buat di Mirages juga. Hasilnya memuaskan kok, warnanya bagus dan sudah setahun, so far yang aku pajang nggak ada keluhan ‘ngeletek’ atau pudar. Selamat persiapan :)

Leave a Reply