Thoughts
Leave a comment

Catatan Pilpres 2014

Pertama saya ucapkan alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT karena Pilpres 2014 ini berjalan aman, setidaknya sampai diumumkannya pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2014 – 2019. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, saya bangga karena apa yang kita agung-agungkan sebagai pesta demokrasi telah terlaksana dengan baik. Saya juga kagum pada para relawan yang mengawal KPU dalam melakukan penghitungan suara.

Kedua, saya ucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan Pak JK. Semoga bapak berdua amanah dan dapat menjawab keraguan saya dan mungkin ada yang lainnya, utamanya soal siapa yang ada di belakang Pak Jokowi. Semoga hal buruk di masa lalu seperti penjualan aset-aset strategis negara tidak terulang kembali. Saya percaya, Pak Jokowi yang lahir dari rakyat semestinya tidak akan mengambil kebijakan-kebijakan pro-asing yang merugikan rakyat. Satu lagi harapan saya, dan mungkin yang terbesar, semoga di pemerintahan Pak Jokowi nanti nilai-nilai agama tidak serta merta dilupakan apalagi dihapuskan. Percaya lah saya sama Pak Jokowi, H-3 pilpres pun masih sempat umroh kan?

Banyak banget mintanya? Hehehe, yah namanya juga harapan. Bukan cuma yang pada masa kampanye pakai baju kotak-kotak dan salam dua jari saja kan yang boleh beraspirasi?

Hal lain yang menjadi catatan saya semasa pemilu dan pilpres 2014 ini adalah saya menjadi lebih kenal dengan teman-teman saya. Saya jadi tahu pandangan politik mereka, beberapa membiarkan saya tahu bagaimana cara mereka memandang agama. Saya jadi tahu mana yang open-minded dan mana yang merasa paling betul; mana yang berpikiran positif dan mana yang bermental ‘haters’. Hikmahnya, saya jadi dapat pelajaran dalam berdiskusi di media sosial.

Sekali waktu saya membagi tautan di Path dan akhirnya menjelaskan bahwa saya memandang agama Islam sebagai hal yang politis, dilanjutkan dengan pernyataan bahwa saya sebagai muslim menentang liberalisme dan sekulerisme. Ada yang langsung mencap saya Anti-Jokowi yang artinya Pro-Prabowo. Mungkin kalau foto profil saya pakai hijab, saya sudah dicap ukhti-ukhti PKS. Bagi saya, tidak ada yang salah dari dianggap ukhti-ukhti PKS, namun untuk saya poin yang saya maksudkan malah tidak tersampaikan karena beberapa orang langsung lompat ke kesimpulan sendiri-sendiri. Banyak orang lupa cara berdiskusi, banyak juga yang lupa soal kerukunan antar teman dan keluarga, hehehe.

Yah tapi seperti kata Sita, teman saya seorang jurnalis, Pemilu dan Pilpres 2014 ini adalah sebuah pelajaran besar, pelajaran politik bagi bangsa Indonesia. Prosesnya mungkin ‘keras’ bagi sebagian masyarakat kita yang ‘apa-apa masuk ke hati’ namun ini semua proses yang harus dijalani. Semoga selanjutnya kita semakin baik lagi.

Saya selalu punya harapan besar untuk bangsa dan agama dan saya akan mulai dari diri sendiri dan keluarga :)

Salam damai, selamat bekerja Jokowi-JK dan kita semua, INDONESIA!

Filed under: Thoughts

by

Puty Puar. F/27. Indonesian. Former rocker, blogger, freelance illustrator, book enthusiast, who is running little business while homemaking. Started this blog in 2002.

Leave a Reply