Wanderlust
comments 13

Tips Traveling ke Turki (+ Itinerary 12 Hari)

Setelah mengumpulkan segenap niat, akhirnya saya mulai juga menulis post ini :D Post ini adalah bagian dari traveling tips trick series dari saya. Sebelumnya saya pernah membahas tips trik traveling ke Jepang, Euro Trip, Australia dan Inggris) dan senang sekali banyak yang tulisan-tulisan tersebut bermanfaat :D

Kali ini saya akan menulis tentang traveling ke Turki berdasarkan pengalaman saya akhir bulan Mei hingga awal Juni kemarin. Saya pergi bersama keluarga plus mertua. Suami yang sedang kuliah di Inggris menyusul dari London. Semuanya saya urus sendiri dan kami pergi tidak bersama tour atau travel agent. Ada beberapa hal yang membuat kami lebih pilih mengurus perjalanan sendiri.

  • + Lebih fleksibel dalam pemilihan tempat yang ingin dikunjungi
  • + Lebih fleksibel dalam pemilihan tempat yang ingin dikunjungi
  • + Lebih santai untuk pengaturan waktu, tidak perlu buru-buru di satu tempat, dan bisa langsung pergi jika tidak suka suatu tempat
  • + Bepergian antar kota bisa diatur naik pesawat sehingga mengurangi kelelahan transportasi darat
  • + Tidak perlu pergi ke ‘toko’ yang bekerja sama dengan agen tur
  • + Lebih menikmati privasi bersama keluarga

turkeymap

Kami pergi selama 12 hari (termasuk perjalanan) ke 4 kota yang merupakan destinasi turis pada umumnya: Selcuk, Pamukkale (daytrip, tidak menginap), Cappadocia, dan Istanbul. Nanti rencananya saya mau cerita dan post foto-foto dari setiap kota, tapi sebagai gambaran umum, Selcuk adalah daerah kaya sejarah termasuk yang paling dikenal adalah puing-puing kota Romawi, Ephesus. Selain Ephesus, di Selcuk terdapat rumah yang dipercaya sebagai tempat tinggal terakhir Bunda Maria / Maryam, serta Cave of Seven Sleepers, gua yang dipercaya tercantum di Alkitab maupun Al-Qur’an. Untuk mencapai Selcuk, kami menggunakan pesawat dari Istanbul ke bandara terdekat di kota Izmir, Adnan Menderes Airport.

Ephesus 7 - Celcus Library

Pamukkale adalah kota yang terkenal dengan manifestasi geotermal berupa endapan travertine dan mata air panas. Pada zaman Romawi, di atas travertine ini dibangun kota bernama Hierapolis. Pamukkale sendiri berarti “Istana Kapas” karena memang endapan travertine tersebut berwarna putih tampak seperti awan padat. Pamukkale dapat dijangkau dengan daytrip dari Selcuk atau Izmir. Jika ingin langsung menggunakan pesawat, bandara terdekat adalah bandara Denizli Cardak di Denizli.

Pamukkale 6 - Travertine 6

Cappadocia adalah daerah di Turki bagian tengah dengan lanskap yang luar biasa. Sangat terkenal dengan tur balon-balon udaranya dan disebut-sebut sebagai tempat terbaik untuk naik balon udara. Cappadocia ini merupakan daerah yang sebenarnya cukup remote dan hanya merupakan daerah wisata saja. Untuk mencapainya ada dua bandara terdekat, yaitu bandara Kayseri Erkilet Airport (ASR) dan Nev?ehir Kapadokya Airport (NAV).

DSCF4972

Istanbul sendiri adalah kota tersibuk dan terpadat yang juga merupakan pusat ekonomi, budaya dan pariwisata di Turki. Kota yang dulu bernama Constantinople ini merupakan ibu kota terakhir dari kekhalifahan Utsmaniyah atau Ottoman Empire. Napoleon Bonaparte konon pernah berkata, “If the Earth were a single state, Constantinople would be its capital.”

DSCF5749

Menurut saya pribadi, Turki merupakan destinasi yang LUAR BIASA INDAH dan lengkap untuk wisata alam, religi (bukan hanya Islam), budaya, sejarah, seni, arsitektur, belanja, semuanya lengkap! Biaya hidup untuk turis rasanya tidak semahal Eropa Utara atau Inggris namun kalau mau mencari akomodasi murah relatif lebih mudah. Untuk muslim, walaupun Turki sudah menjadi republik yang sekuler, namun mayoritas penduduknya tetap beragama Islam sehingga relatif mudah mencari makanan halal ataupun tempat sholat (walau tidak semudah yang kami bayangkan sebelumnya). Infrastrukturnya memadai untuk turis dan keterangan-keterangan pada objek wisatanya juga sudah mencantumkan Bahasa Inggris sehingga cukup memudahkan walaupun berdasarkan pengalaman tidak banyak yang dapat berbahasa Inggris dengan lancar.

Oke. Saya akan mengikuti format post-post sebelumnya ya :)

kapan waktu yang baik untuk ke Turki?

Kami pergi pada akhir Mei hingga awal bulan Juni, jatuh pada akhir musim semi menjelang musim panas. Bulan Mei sendiri adalah bulan favorit saya untuk bepergian karena merupakan shoulder season, cuaca masih hangat, waktu siang lebih panjang, dan belum masuk liburan sekolah sehingga tidak terlalu ramai dan harga-harga akomodasi tidak terlalu mahal karena peak season. Berdasarkan website ini musim semi adalah waktu terbaik namun merupakan high-season untuk Istanbul dan Cappadocia.

Visa
Visa ke Turki adalah urusan yang super gampang. Untuk kita orang Indonesia, visa Turki cukup di-apply secara online melalui website evisa.gov.tr dan dibayar juga secara online. Visa single entry (satu kali masuk) dengan validity 180 hari dan durasi tinggal maksimal 30 hari biayanya 25USD dan dapat dibayar dengan kartu kredit Mastercard/Visa/UnionPay. Satu orang boleh mengajukan aplikasi untuk beberapa orang jadi tidak perlu khawatir seandainya belum punya kartu kredit bisa minta tolong ke teman, hehehe :) Boleh dibilang tidak ada persyaratan khusus dan proses pembuatannya tidak sampai 15 menit.

Uang

Turki menggunakan mata uang Lira (Turkish Lira / TRY) denga kisaran 5000 rupiah untuk 1 lira. Harga makanan (main course) di tempat-tempat turis berkisar antara 6 lira – 20 lira. Beberapa tempat biasa menerima pembayaran dengan euro atau US dollar serta kartu kredit Visa maupun Mastercard. Tidak sulit mencari ATM berlogo visa dan mastercard sehingga kita dapat menarik cash keras dengan mudah di Turki.

Tiket

Untuk tiket, kemarin kami mendapat tiket promo Qatar Airways 640 Euro PP transit 1x di Doha, Qatar. Seperti biasa saya sarankan untuk menggunakan website pembanding harga seperti Skyscanner dan jangan lupa untuk mengecek lagi ke website maskapai langsung untuk membuktikan harga termurah. Oh iya, selain Qatar Airways masih banyak maskapai lainnya, namun jika ingin penerbangan langsung bisa langsung cek Turkish Airlines & Garuda Indonesia.

Untuk penerbangan domestik antar kota di Turki saya tetep mengecek skyscanner namun akhirnya selalu menggunakan maskapai Pegasus. Pegasus ini mungkin seperti Citilink atau LionAir-nya Indonesia. Harga tiket domestik per orang sekali jalan sekitar 600-700 ribu (saya lupa berapa tepatnya) tidak termasuk makan sudah termasuk bagasi 15 kilo. Berdasarkan pengalaman saya kemarin waktu kami terbang bersama 6 orang, ketentuan untuk bagasinya tidak strict jadi boleh ada koper yang beratnya melebihi 15 kilo asal nanti ketika ditotal semuanya tidak lebih berat dari 90 kilo.

Tidak ada tips trik khusus dari saya untuk soal pertiketan. Saran saya tidak pernah berubah: rencanakan timing perjalanan jauh-jauh hari jadi begitu ada promo langsung bisa cek tanggal yang kita inginkan :)

Akomodasi
Dari beberapa negara yang sudah saya kunjungi, Turki memiliki cukup banyak pilihan akomodasi dengan harga yang bervariasi. Berhubung saya bepergian dengan keluarga, jadi hostel / dorm tentu dicoret dari pilihan. Berikut akomodasi pilihan saya, tidak harus diikuti namun mungkin bisa dijadikan referensi:

Selcuk
Tuncay Pension
Tuncay Pension.
Isabey Mah. 2015 Sok. No:1, Efes – Selçuk – ?zmir
+90 232 892 62 60
(bisa juga dibooking lewat hostelbookers, hostelworld, booking ataupun agoda)

Tuncay pension adalah hotel rumahan yang sangat homy, cozy dan strategis. Gambar di atas adalah teras untuk duduk-duduk dengan aura yang Turki sekali. Rate double roomnya sangat terjangkau, hanya sekitar 35 Euro sudah termasuk sarapan. Lokasinya strategis sekali, dekat dengan stasiun bus, St. John Basilica, Isa Bey Mosque, Ephesus Museum dan pusat kota sehingga mudah sekali mencari makan ataupun ke convenience store terdekat. Salah satu yang kami suka dari akomodasi rumahan seperti ini adalah interaksi dengan pemilik maupun staff hotel. Pemilik Tuncay Pension, Pak Cuneid BAIK BANGET dan banyak membantu kami mengurus acara jalan-jalan di Selcuk :) Kami menginap 4 malam di Selcuk and I really recommend this accommodation. Oh iya, tapi berhubung ini hotel rumahan 3 lantai yang tidak ada lift, mohon diperhatikan kalau ingin menginap bersama orang tua ya, hehe.

Goreme (Cappadocia)
Kami menginap di Walnut House. Hotelnya cukup sederhana namun cukup enak namun tidak se-rumah di Tuncay Pension. Staffnya baik dan helpful namun kami tidak berinteraksi sebanyak di Selcuk. Lokasinya berada di pusat wisata kota Goreme sehingga relatif dekat dengan agen-agen tur termasuk tur balon. Ratingnya bagus dan dari rooftop untuk sarapan dapat terlihat balon-balon udara di angkasa :’D Bisa dibooking langsung dari websitenya maupun lewat hostelbookers, hostelworld, booking ataupun agoda.

Istanbul
Di Istanbul kami menggunakan akomodasi via Airbnb (sedikit tambahan, di Selcuk maupun Cappadocia sulit sekali mencari Airbnb karena memang pada dasarnya hanya daerah turis) dan mendapatkan apartemen di daerah Sultanahmet yang merupakan pusat kota tua-nya Istanbul. Akomodasi ini betul-betul best deal kami. Hanya sekitar 1,2 juta per malam dengan 3 kamar tidur, dapur, kamar mandi, ruang tamu dan meja makan. Lokasinya sangat strategis dekat dengan jalan yang banyak tempat makan dan travel agentnya juga sangat dekat (bisa ditempuh dengan jalan kaki) dari Haghia Sophia, Blue Mosque, Topkapi Palace. Saya sangat merekomendasikan listing ini :) Nyaman untuk 6 orang bahkan mungkin 8 orang kalau bukan keluarga.

Transportasi dalam kota

On the way!

Di Selcuk dan Pamukkale kami menyewa mobil (dibantu oleh Pak Cuneid dari Tuncay Pension) karena memang untuk jalan-jalan dalam group akan lebih mudah (untuk itinerary silakan ke bagian akhir post ini). Tips dari saya dalam penyewaan mobil, survey dahulu harga di internet dengan kata kunci “Car rental selcuk” misalnya. Hal tersebut akan memudahkan kita untuk tawar-menawar dengan penyedia jasa sewa mobil / kendaraan. Jangan lupa sisihkan untuk memberi tip kepada pengemudi ya :)

Oh iya, dari bandara Izmir kami naik taksi langsung ke Selcuk (150 TRY) supaya mudah. Pilihan yang lebih hemat adalah dengan menggunakan kereta seperti yang ada di link ini. Namun jangan lupa, kereta paling malam dari Izmir airport adalah pukul 19.30. Dari web yang sama saya mendapat referensi yang bagus sekali tentang public transportation dalam kota serta trik untuk daytrip ke Pamukkale dengan trasnportasi publik tanpa harus merental kendaraan.

Di Cappadocia boleh dibilang, “everything is about tour and travel agent”. Tidak ada transportasi publik yang mumpuni untuk penduduk pada umumnya. Di Cappadocia kami memesan ke hotel untuk dijemput di Kayseri Airport. Nanti hotel yang akan memesankan sejenis travel untuk ke hotel di Goreme. Per-orang dikenakan 25 TRY dan tentu lebih murah daripada langsung naik taksi. Sisanya di Cappadocia (kami hanya menginap 3 malam) kami full ikut balloon tour, dan 2 day tour yaitu green tour dan red tour.

Di Istanbul kami menggunakan taksi dari bandara ke Sultanahmet sementara perjalanan pulangnya kami memesan travel dari travel agent setempat. Selama di Istanbul kami lebih banyak berjalan kaki dan menggunakan trem. Terdapat Istanbul Kart sebagai metode pembayaran trem, metro, bus maupun ferry. Jangan kaget kalau di sana suka ada ‘calo’ yang menyuruh kamu untuk membayar kepada mereka untuk men-tap memakai Istanbul Kart mereka. Tolak saja dengan sopan dan katakan bahwa kamu bisa membeli Istanbul Kart kamu sendiri. Berikut jika ingin tahu lebih banyak tentang Istanbul Kart.

Makan
Turkish Salad

Harga untuk makanan relatif mirip di destinasi-destinasi turis. Seperti yang sudah saya sebutkan berkisar dari 5 TRY sampai 20 TRY. Jika ingin berhemat, kebab gulung (durum kebab) adalah pilihan yang cukup mengenyangkan dan tidak terlalu mahal. Untuk minuman, sebaiknya beli di convenience store karena tentu lebih murah (sekitar 1 – 2 TRY per botol).

Oh iya, akomodasi ala Airbnb juga sangat menolong kalau ada dapurnya :D Bisa buat masak mie, omelet, dll.

Jalan-Jalan
Well, untuk jalan-jalan silakan cek Wikitravel dan Turkey Travel Planner ya :’) Rencananya saya mau post sendiri-sendiri untuk masing-masing kota, namun general view, objek wisata di Turki tiket masuknya berkisar antara 10 – 40 TRY. salah satu tips berhemat adalah menggunakan Istanbul Museum Pass ketika di Istanbul. Sistemnya seperti tiket terusan seharga 85 TRY untuk 3 hari. Kalau kamu mengunjungi 3 museum wajib saja (Aya Sofia, Topkapi Palace, Harem of Topkapi Palace) sudah balik modal dan untung dengan 85 TRY, hehehe :D

Tips standar, karena di musim semi dan panas siang harinya lebih panjang, saya sarankan untuk memaksimalkan jalan-jalan ke museum di siang hari waktu buka dan hari sedang panas-panasnya. Sekitar pukul 5 sore barulah pergi belanja atau bersantai di taman karena udaranya pun tidak terlalu panas lagi.

Untuk Cappadocia, sangat saya rekomendasikan untuk ikut day tour karena memang agak sulit jika ingin benar-benar go solo. Oh iya, satu tips penting lagi, kalau kamu ke Cappadocia di high-season apalagi saat weekend, book the balloon tour in advance karena ada kemungkinan full-booked. Tadinya saya pikir saran tersebut bercanda saja, masa ratusan balon bisa full. Ternyata betul! Waktu weekend saya naik, saya dengar dari orang balloon tour bahwa semua penyedia tur balon udara full booked. Untuk kami sudah booking duluan. Oh iya, sebagai referensi kami menggunakan Anatolian Balloons dan aman serta memuaskan :)

Belanja
DSCF5677
Setiap destinasi wisata pasti ada toko souvenirnya jadi tidak perlu khawatir. Saran saya adalah jangan borong di satu tempat saja, dan sebaiknya banding-bandingkan harga dulu dengan toko sebelahnya.

Be careful with Grand Bazaar, Istanbul. Sebelum ke Grand Bazaar, ada baiknya kamu jalan-jalan dulu ke pusat souvenir yang lain misal ke Spice Bazaar atau pertokoan sepanjang jalan dari Aya Sofia ke Gulhane Park untuk dapat sense berapa harga wajar dari suatu barang karena kadang walau ditawar setengah harga pun masih mahal!

Berikut tips trik dari Turkey Travel Planner untuk urusan belanja.

Well, okay, sekian dulu ya :D Semoga post per-kotanya bisa betul-betul dipost, karena saya pun masih hutang tips traveling ke China :’) Güle güle!

Berikut itinerary Turkey ala saya dalam format PDF, silakan klik kanan lalu save link as yaa :)

13 Comments

  1. Rini Ahyadiku says

    Assalamualaikum… mau tanya bu.. brp ya airport tax di bandara int turki? Makasiih

  2. menuk indriastuti says

    Assalamualaikum mb puty… post yang keren.sy rencana mau ke turki.. smoga ada saran lagi klo mau bawa anak2 :)

  3. Assalamu’alaikum Mba Puty,

    Seneng deh ada yang bikin itin sejelas ini. Makasi banyak untuk informasinya Mba. Summary saya tentang Korea udah penuh walaupun cuman visit web Mba aja ^^
    Kalau mau nanya detailnya saya bisa hubungi Mba kemana ya selain ini? Hehe, saya plan ke Turki Mei tahun depan. Masih agak bingung untuk sistem transportasi dan card2nya itu ><
    Terima kasih banyak Mba, ditunggu balasannya ^^

    Rachma

  4. Assalamu’alaikum Mba Puty,

    Seneng deh ada yang bikin itin sejelas ini. Makasi banyak untuk informasinya Mba. Summary saya tentang Turki udah penuh walaupun cuman visit web Mba aja ^^
    Kalau mau nanya detailnya saya bisa hubungi Mba kemana ya selain ini? Hehe, saya plan ke Turki Mei tahun depan. Masih agak bingung untuk sistem transportasi dan card2nya itu ><
    Terima kasih banyak Mba, ditunggu balasannya ^^

    Rachma

  5. Titie tumbuan says

    Terima kasih mbak Puty tulisannya. Boleh tahu total cost kalau jl sendiri apt ini berapa per orang ? Terima kasih sebelumnya. Salam.

  6. Hallo Mbak Puty,
    Terima kasih atas post-nya ini membantu banget buat gambaran bikin itenary.
    Kalau boleh tau, book red & green tour di Gerome ketika disana atau sebelum brgkt? Pake vendor mana mbak?

  7. Ayu says

    Assalamualaikum, mba Puty :)
    Mau infonya mba, saat pergi sekeluarga, kira-kira perorang perlu siapkan uang berapa (termasuk tiket PP) Terimakasih.

  8. Wow, jadi punya gambaran kalau mau ke Turkey. Penasaran sama jejak-jejak pemimpin Islam dulu yang menaklukkan konstantinopel.

Leave a Reply