Daily Life
comment 1

A Sneak Peek of Motherhood & Kunjungan ke Pustakalana

Pelan tapi pasti teman-teman di sekeliling saya sudah memasuki masa-masa motherhood alias ibu-ibu. Walaupun saya masih di tahap robin hood (DUH, garing euy!), tapi karena obrolan baik online di grup, maupun offline saat reunian geng-geng, atau gosip-gosip santai (misalnya sebelum kelas zumba :p), saya jadi dapat gambaran: sepertinya semua akan rempong pada waktunya deh ya! Plus doyan belanja (dan ngejudge). Haha *sungkemin satu-satu* :p

Walau demikian ketika saya perhatikan akun-akun social media para ibu zaman sekarang, nggak hanya kerempongan atau post-post barang-lucu-yang-menggoyahkan-hati-untuk-membeli saja isinya. Ternyata banyak juga informasi, ide, inspirasi serta spirit positif yang disebarkan. Berkat berteman (dan sekarang berpartner bisnis) dengan Chica si ibu keren, saya jadi tau dan mulai ngintip kegiatan-kegiatan positif para ibu terutama SAHM alias Stay At Home Mom. Ada permainan edukatif buatan sendiri (DIY) untuk di rumah, piknik (dengan ruang terbuka seadanya tentu kalau di Indonesia), lomba-lomba kecil untuk anak di luar rumah, playdate, sampai acara mendongeng.

Masih berkaitan dengan Chica (dan LFM & ITB network), waktu ke Bandung saya berkunjung ke Pustakalana, yang bertempat di BCCF, Jl. Taman Cibeunying Selatan No. 5 (sebelah Hotel Tibera). Pustakalana ini adalah perpustakaan anak yang baru dibuka kembali 30 November 2015 setelah beberapa lama hiatus. Pustakalana punya koleksi ratusan buku bergambar yang sebagian besar dibawa dari US!

Berikut beberapa foto seadanya yang sempat saya ambil dengan kamera hp tapi nggak semua koleksi bukunya terfoto :’))

puty-front

pustaka-lana

train-your-dragon

puty-agun

Waktu main ke sana saya bertemu beberapa ibu-ibu keren nan indie lainnya yang sedang jadi volunteer. Eh, nggak hanya ibu-ibu sih, ada juga yang masih mbak-mbak, but I guess these wonderful women have something in common! Entah kenapa saya merasa terpanggil, hihihi. Semoga bisa join nanti x)

Well, I guess it’s the perk of living in this era, anyway. Walaupun social pressure jauh lebih tinggi akibat bisa membanding-bandingkan lifestyle dan kehidupan motherhood via Facebook atau Instagram, namun dengan adanya social media kita bisa terhubung dengan orang-orang yang ‘lebih’ sevisi dan misi dengan kita instead of getting stuck only in larger circles of ibu-ibu arisan. Kita bisa datang ke acara-acara yang sesuai dengan minat kita (dan anak juga). Not to mention the existence of Pinterest, I guess there will be infinite new things to try with your kids.

Another perks, semua jadi lebih mudah dan cepat di era serba online ini. Catering atau bahan untuk masakan bisa menggunakan jasa delivery, plus sekarang yang saya perhatikan lebih terbuka juga akses bagi para pecinta hidup sehat untuk mendapatkan bahan-bahan makanan tanpa MSG dan organik untuk anak. Bahkan beli popok Pampers dan MamyPoko pun bisa online! WHOA! Walaupun belum jadi ibu-ibu betulan saya membayangkan kalau beli pampers aja bisa online, ini pasti meringankan tugas banget, pastinya lebih mudah membandingkan harga plus lebih mudah ngetrack perdiskonan :p *LAH INI BELUM APA-APA UDAH KELIHATAN JIWA EMAK-EMAK PADANGNYA* :’)))

Anyway, sekian dulu daily rambling saya :) Eh untuk yang ingin tahu soal permemberan Pustakalana, berikut brosurnya yaa :)


(A part of this post is sponsored)

1 Comment

Leave a Reply