Year: 2016

Tahun 2016

Banyak yang bilang bahwa tahun 2016 adalah tahun yang buruk banget untuk dunia karena berbagai teror yang terjadi sepanjang tahun, virus Zika, Brexit, Syria, Donald Trump, lalu berpulangnya David Bowie, Muhammad Ali, sampai the one and only Princess Leia Organa: Carrie Fisher. Bahkan jika kita skip dunia politik beserta segala isu SARA, tanah air pun punya kabar buruk dari Banda Neira yang bubar di akhir tahun. Namun demikian, terlepas dari segala kabar-kabar buruk di atas, 2016 adalah tahun yang luar biasa untuk saya. Rasanya banyak sekali yang saya lalui sepanjang tahun. Tidak semua menyenangkan, beberapa rasanya berat banget, namun begitu banyak pelajaran yang saya ambil dan hikmah yang saya dapat. This year totally changed my life dan kalau hanya boleh dideskripsikan dalam satu kata, kata untuk 2016 adalah ‘keluarga’. Here is a quick recap of ‘big’ things on chronological order: Advertisements

Advertisements

Books I Read in 2016

For me, 2016 has been a great year with great books! This year I surpassed my reading challenge in Goodreads by reading 50 books of 30 that I targeted. During my pregnancy (especially the first trimester) reading was my only savior to get through the nights. Also I had more spare time as I stopped accepting art commissions, stopped running and doing yoga. Books on my reading list this year are pretty random: from coffee table books to e-book from Kindle daily deals, from history to future prediction of the world, from guide book of buying second hand stuff to guide book of throwing away things that don’t talk to you, from business to parenting books, you name it. The complete list with information are here. In case you wonder why (or how), actually this year I bought A LOT of books especially during Big Bad Wolf (BBW) Book Sale Jakarta (read about my first experience coming to BBW here). My husband teased me by saying, “You really have to finish these books before the Big Bad …

Let’s Go Reading ’17

Pada Juli 2015 saya menulis soal minat baca di Indonesia berjudul ‘I Think Indonesians Should Make “Reading” Cool Again’. Kemudian pada Desember 2015 saya memutuskan untuk melakukan sebuah langkah kecil yaitu membagikan 1 set free printables (untuk didownload dan dicetak sendiri) berisi pembatas buku, mini poster, template daftar bacaan dan sticker dengan tulisan “Let’s Go Reading ’16” berhiaskan ilustrasi saya. Harapan saya sederhana: agar orang-orang di sekitar saya (keluarga, teman, pembaca blog atau follower Instagram) membaca (lebih banyak) buku (lagi) lalu menyebarkan semangat & hobi membaca kesekitarnya, dan begitu seterusnya. Saya melakukan ini karena saya percaya banget kalau membaca adalah kebiasaan baik yang perlu digiatkan dan ditingkatkan di Indonesia. Mengulang apa yang saya tulis di sini, saya pikir banyak persoalan sosial di Indonesia yang berkorelasi dengan kurangnya minat baca atau kemampuan untuk menyerap informasi tertulis, misalnya pemikiran yang sempit bahkan tertutup saat berdiskusi, fanatisme buta, provokasi berita bohong, ketidakmampuan menganalisis poin dari sebuah pernyataan atau konteks dari sebuah peristiwa. (I’m open for further discussion about this) Saya juga percaya banget bahwa kebiasaan membaca akan membuat pikiran lebih maju dan …