Books, Daily Life
Leave a comment

Goodreads & Reading Challenge

Sudah beberapa lama ini saya dalam masa istirahat (soal masa istirahat ini nanti akan saya tulis terpisah ya :)). Biasanya setelah pulang kantor (pukul 17.30 WITA) saya gunakan untuk makan dan sedikit refreshing dengan teman-teman atau mengerjakan project gambar / desain di kosan atau kalau jenuh di tempat ngopi. Jam-jam setelah pulang kantor dan sebelum tidur juga merupakan jam-jam produktif saya untuk menulis atau update blog.

Selama masa istirahat ini, hampir tidak ada yang saya lakukan. Saya menolak hampir semua art commission. Pulang kantor saya selalu merasa kehabisan tenaga jadi saya langsung pulang, beli makan malam, kembali ke kamar, bebersih sebentar lalu duduk manis. Sebagai orang yang nggak menonton TV, duduk manis ini pun saya isi dengan cek-cek suami di rumah, cek-cek media sosial dan baca buku. Praktis waktu untuk membaca buku jadi jauh lebih banyak. Biasanya saya nggak pernah meluangkan waktu khusus untuk membaca buku, hanya saat makan (iya, saya punya kebiasaan makan sambil baca hehe) dan sebelum tidur. Biasanya prioritas menyelesaikan novel selalu ada di bawah menyelesaikan deadline gambar.

Hikmahnya di kuarter pertama tahun 2016 saya berhasil menyelesaikan buku-buku yang nggak kunjung kelar. Biasanya buku-buku yang betah menahun ada di rak “Currently Reading” saya ini adalah buku-buku non-fiksi yang serius, seperti ‘A World Without Islam’-nya Graham E Fuller, ‘Buddha’ oleh Karen Armstrong, dan ‘The Next 100 Years’ oleh George Friedman.

Harus diakui salah satu hal yang membuat saya semakin semangat membaca adalah adanya program ‘Reading Challenge’ dari Goodreads.

Untuk yang belum familiar dengan Goodreads mari sekalian saya kenalkan, Goodreads adalah ‘social cataloging’ website untuk para pembaca dan kolektor buku. Di Goodreads kita bisa me-list & berbagi soal buku-buku apa saja yang sudah kita baca, sedang dibaca atau ingin dibaca.

curently-reading

Para pembaca juga dapat memberi rate dan review untuk setiap buku kemudian sharing dengan sesama pengguna Goodreads. Feed Goodreads juga dapat di-connect ke Twitter maupun Facebook. Intinya buat sharing soal buku deh. Selain dapat referensi dan inspirasi buku dari teman untuk dibaca atau dibeli, ada juga feature recommendation dari Goodreads sendiri.

review

Reading Challenge sendiri adalah program tahunan sejak 2011 dimana user di awal tahun menchallenge dirinya sendiri untuk membaca sejumlah buku. Misalnya saya, target saya tahun 2016 ini adalah membaca 30 buku. Nah setiap menyelesaikan sebuah buku saya tinggal ubah status bukunya menjadi “Read” dan memasukkan tanggal bacanya. Goodreads akan mencantumkan sudah berapa buku yang terbaca dari target kita. Goodreads juga mengkalkulasi dan menginformasikan apakah kita ‘ahead’ atau ‘behind schedule’ untuk menyelesaikan target baca tersebut.

reading-challenge

Saya sendiri join Goodreads tahun 2008 namun baru ikutan Reading Challenge di tahun 2015. Tahun-tahun sebelumnya saya nggak begitu aktif dan nggak rutin me-list buku-buku yang saya baca di Goodreads. Untuk saya Goodreads Reading Challenge ini seru-seruan tapi bikin semangat untuk menuntaskan buku-buku yang belum selesai dibaca. Serunya lagi, kita bisa compare challenge kita dengan challenge teman. Menarik juga mengetahui target baca orang lain. Ada yang setahun menargetkan 2 buku, 10 buku, 50 buku, yang lebih dari 100 pun ada dan tercapai pula, hehehe. Oh iya, sekedar informasi tambahan, cukup banyak loh orang Indonesia yang menggunakan Goodreads. Grup Goodreads Indonesia pun memiliki hampir 17.000 member.

Post ini bukan post berbayar, tanpa maksud politis maupun komersil loh ya :p Semuanya murni sharing karena menurut saya punya account Goodreads ini meningkatkan minat baca diri sendiri dan cukup bikin orang lain penasaran untuk ikutan baca.

Let’s spread the good habit, let’s go reading! :)

Filed under: Books, Daily Life

by

Puty Puar. F/27. Indonesian. Former rocker, blogger, freelance illustrator, book enthusiast, who is running little business while homemaking. Started this blog in 2002.

Leave a Reply