Highlight, Pregnancy
comment 1

Sharing Checklist Persiapan Melahirkan – Things to Do (Part 1)

lahiran-part-1

Seperti yang telah saya niatkan, saya akan menulis sedikit pengalaman saya mempersiapkan persalinan / lahiran. Saya yakin sih, di sini banyak teman dan pembaca yang sudah ‘khatam’ soal ini bahkan lebih dari sekali. Namun saya pikir nggak ada ruginya saya berbagi versi saya sendiri, siapa tau bermanfaat terutama untuk teman-teman yang sedang hamil muda atau baru merencanakan kehamilan dan lagi giat-giatnya browsing.

Saya membagi tulisan ini menjadi 2 bagian, Things to Do dan Things to Prepare. ‘Things to Do’ ini adalah rangkuman saya pribadi hasil tanya-tanya ke dokter, bidan, browsing artikel-artikel di internet, blogwalking serta ngobrol dengan teman-teman soal apa saja yang perlu dilakukan dan disiapkan. Sebetulnya cukup banyak item yang saya sendiri belum lakukan dan masih dalam tahap rencana. Untuk part berikutnya yaitu ‘Things to Prepare’ nanti mudah-mudahan saya bisa cerita lebih banyak ya karena sudah belanja-belanja, hihi :)

Here we go!

Trimester 1 & 2

Kehamilan yang berbarengan dengan kepindahan saya ke Bekasi, kesibukan menyusun rencana untuk (pelan-pelan) jadi WAHM, disertai keharusan beradaptasi ini itu membuat trimester 1 & 2 terasa cepat banget berlalu. Selama trimester 1 & 2, saya nggak melakukan persiapan atau kegiatan tertentu seperti ikut seminar atau kelas olahraga khusus ibu hamil yang bisa diceritakan. Yang saya lakukan standar lah:

  • Rutin cek ke dokter kandungan (obgyn) sebulan sekali
  • Melakukan cek lab untuk Toxoplasmosis, Rubella & CMV (TORC)
  • Minum multivitamin (yang pernah saya konsumsi: Nutrimama, Vitamam, Prenamia), suplemen kalsium (yang pernah saya konsumsi: Bio-Cal, Kal-95) dan DHA (yang pernah saya konsumsi: Osfit DHA)
  • Makan yang baik-baik dan menghindari pantangan (kopi, makanan yang tidak matang sempurna, makanan yang dibakar, makanan yang instan dan berpengawet)
  • Mengurangi aktivitas yang terlalu melelahkan di luar rumah
  • Mencatat kenaikan berat badan :p

Sebagai ‘pedoman’, instead of referring to particular book, saya cuma install aplikasi My Pregnancy & Baby Today dari BabyCenter. Aplikasi ini akan menghitungkan usia kandungan dari due date alias hari perkiraan lahir (HPL) yang kita masukkan. Setiap pekan, aplikasi ini akan menjelaskan seperti apa perkembangan bayi secara umum pada masa tersebut, misalnya sepanjang apa, berapa beratnya, dan organ apa yang sedang berkembang. Setiap harinya akan ada informasi yang relevan dengan masa kehamilan. Inilah yang menjadi acuan saya untuk tanya-tanya ke dokter, apakah ukuran bayi normal atau tidak untuk usianya, apakah organ ini dan itu sudah terlihat di USG, dst.

babycenter

Kalau di trimester 1 masih banyak yang galau dan pilih-pilih obgyn dan rumah sakit yang paling sreg di hati, pada trimester 2 ini setau saya ibu-ibu pada umumnya sudah punya obgyn dan rumah sakit pilihan untuk persalinan. Menurut saya keputusan ini penting untuk segera diambil supaya:

  • Lebih ‘kenal’ dengan obgyn yang akan menangani persalinan, dan harapannya obgyn tersebut juga mengerti riwayat medis si ibu sejak awal
  • Punya waktu untuk lebih familiar dan merasa nyaman dengan rumah sakit pilihan, baik secara tata letak, maupun administrasi
  • Bisa mulai hitung-hitungan dan mempersiapkan dana yang dibutuhkan untuk biaya persalinan dengan skenario lahir normal maupun c-section

Untuk teman-teman yang masih belum memutuskan ingin melahirkan dimana, ada tips mencari RS bersalin di blognya Rahne, silakan dicek :) Kalau menurut saran dari saudara dan kerabat saya, melahirkan di rumah sakit ibu dan anak lebih nyaman dan ‘homy’ dibanding rumah sakit umum karena dokter dan susternya semua memang biasa menangani ibu dan anak jadi ibu yang belum berpengalaman (seperti saya) bisa ‘berguru’ pada siapa saja disana.

Saya pribadi sudah memutuskan untuk insya Allah melahirkan di RS Hermina Bekasi. Alasannya karena relatif dekat dengan rumah, masuk dalam list rumah sakit rujukan kantor suami, dan walaupun statusnya sudah menjadi rumah sakit umum namun tetap ‘aura’nya rumah sakit ibu dan anak jadi saya merasa nyaman dengan para tenaga medisnya yang sepertinya memang on daily basis in touch dengan ibu hamil, ibu melahirkan, bayi dan anak-anak. Mungkin nanti saya bisa cerita lebih banyak di post terpisah mengenai RS Hermina Bekasi ini ya :)

Trimester 3

Nah, memasuki trimester 3, saya mulai lebih fokus untuk mempersiapkan kelahiran si anak bayi. Berhubung sudah menjatuhkan pilihan ke RS Hermina Bekasi jadi saya fokus mencari segala informasi seputar hamil dan melahirkan di sana plus melakukan pre-registrasi.

Berikut hal-hal yang saya lakukan sebagai persiapan yang mungkin bisa dijadikan referensi (yang diberi tanda bintang masih rencana sih, hihi):

  • Cek Dokter
    • Kontrol rutin ke obgyn pilihan. Memasuki bulan ke-8, cek ke dokter yang biasanya sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali dan bulan ke-9 nanti akan menjadi seminggu sekali sampai melahirkan. Harapannya jika memang kondisi ibu dan bayi tidak memungkinkan persalinan normal, kita bisa mulai bersiap untuk c-section
    • Cek darah dan urine paket pre-natal (rujukan dari obgyn)
    • USG 4D
  • Persiapan Fisik
    • Jalan pagi
    • Berjemur (karena dari hasil cek lab saya kekurangan vitamin D, OH NO!)
    • Pre-natal yoga (walau sebetulnya bisa dilakukan sejak trimester 1)
    • Senam hamil
  • Persiapan Mental
    • Baca-baca buru referensi tentang tumbuh kembang bayi & first years of parenting (banyak yang bilang, inilah saat paling tepat untuk baca-baca karena kalau anaknya sudah lahir nggak akan sempat, hihi)
      baby-books
    • Kelas laktasi*
    • Kelas new parent bersama suami (terkait persalinan)*
  • Persiapan Hari-H Persalinan
    • Konfirmasi kembali RS untuk tgl persalinan (H-sebulan)*
    • Memastikan kelengkapan untuk pembayaran / jaminan kantor*
    • Waxing* (ini penting nggak penting sih, hahaha…)
    • Survey salon di RS (kalau ada waktu pampering sebelum lahiran #teteup)*
    • Cuci pakaian dan peralatan bayi yang sudah dibeli*
    • Packing perlengkapan ke RS*
  • Persiapan Perlengkapan
    • Belanja perlengkapan ibu
    • Belanja perlengkapan bayi newborn
    • Menyiapkan dan fotokopi dokumen / surat-surat*
  • Persiapan Hari-H+ Persalinan
    • Kamar bayi & perlengkapannya
    • Persiapan stock makanan di rumah* (terutama jika nggak ada ART di rumah)
    • Persiapan Aqiqah*

Demikian lebih dan kurangnya. Untuk nanti soal perlengkapan ibu dan bayi akan saya tulis di part 2. Saya pribadi berharap, kalau segalanya dipersiapkan baik-baik jadinya akan lebih tenang menghadapi persalinan.

Sebetulnya ada beberapa hal lain lagi yang perlu disiapkan jika si ibu akan kembali bekerja setelah melahirkan, seperti perhitungan cuti hamil dan melahirkan, mulai tanya-tanya urusan nanny, survey day care, juga mengakrabkan diri dengan teman-teman seperjuangan di nursery room.

Oh iya, untuk yang ingin maternity shoot, jangan lupa disiapkan konsep dan booking fotografernya ya, hihi. Kalau saya dan suami nggak tertarik untuk photo session karena kami berdua sebetulnya awkward kalau difoto :’)

Saya juga sudah menyiapkan file checklist dalam bentuk PDF yang siap untuk didownload dan diprint, seandainya ada yang membutuhkan. Saya juga menyiapkan space kosong seandainya ada tambahan-tambahan yang mau ditulis sendiri. Silakan download di sini atau klik gambar di  bawah ya :)

lahiran-things-to-do

Mudah-mudahan bermanfaat dan semoga saya juga diberikan kelancaran men-check semua item sebelum memasuki bulan ke-9! Semangat~ menyemangati diri sendiri

1 Comment

Leave a Reply