Highlight, Pregnancy
comment 1

Sharing Checklist Persiapan Melahirkan – Things to Prepare (Part 2)

checklist

Pekan ini adalah minggu ke-33 kehamilan saya, hore! Mulai bulan ke-8, frekuensi kontrol ke obgyn sudah 2 minggu sekali dan masuk bulan ke-9 seminggu sekali. Alhamdulillah, sejauh ini semua baik-baik saja. Berat badan sudah naik 16 kg, dan keluhan utama sebagai ibu hamil adalah: kepanasan! Mohon doanya ya agar saya dan bayi sehat-sehat dan diberi kelancaran :)

Pada post ini saya ingin melanjutkan sharing checklist persiapan melahirkan part 2, yaitu Things to Prepare. Kalau post kemarin lebih ke hal-hal apa yang harus dilakukan, maka di post ini list yang saya share adalah list keperluan / perlengkapan apa saja yang harus disiapkan untuk ibu dan bayi newborn (bisa dengan membeli, menyewa, atau menampung lungsuran sih, hihihi), serta list barang-barang yang perlu dibawa saat persalinan / melahirkan.

Silakan download PDF yang bisa langsung di-print melalui link berikut ya (klik kanan lalu pilih ‘Save Link As’ atau ‘Save Target As’):

checklist 2

Berhubung saya sendiri juga masih dalam tahap persiapan dan belum mengalami langsung, jadi tulisan ini masih merupakan rangkuman dari beberapa sumber yang saya baca, serta tanya-tanya ke saudara, teman maupun mbak-mbak pramuniaga toko bayi, hehe. Beberapa hal yang harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dan ditanya lagi adalah:

  • Klasifikasi prioritas dan opsional
    Di list saya mencantumkan klasifikasi prioritas dan opsional hasil tanya-tanya, namun beda ibu bisa juga beda kasusnya. Misalnya, saya berencana akan jadi Stay At Home Mom (SAHM) dengan Asisten Rumah Tangga (ART) namun tanpa baby sitter khusus. Oleh karena itu kebutuhan botol atau plastik untuk Air Susu Ibu Perah (ASIP) nggak akan sebanyak ibu yang bekerja. Begitu juga cooler bag dan pompa asi elektronik yang sementara ini belum jadi prioritas untuk saya, sementara untuk para super mama yang bekerja dan harus rajin pumping di kantor ini tentu on the top of the list :D
  • Jumlah item yang harus dibeli
    Jumlah barang yang harus dibeli ini juga tergantung sekali dengan keadaan masing-masing rumah tangga. Ibu-ibu yang tinggal di Bandung atau Malang yang hawanya sejuk mungkin butuh lebih banyak bedong atau baju lengan panjang dibanding saya yang tinggal di Bekasi, hihi. Misalnya lagi soal jumlah baju dan popok. Untuk para SAHM hebat yang mengerjakan semuanya tanpa ART mungkin butuh lebih banyak persediaan seandainya jadwal cuci dan gosok tiba-tiba harus bergeser.

things bought 2

TIPS & TRIK

Berikut tips dan trik melengkapi keperluan bayi berdasarkan pengalaman pribadi saya dan hasil tanya-tanya tentunya:

  • Berdasarkan common practice, saya belanja waktu usia kandungan sudah menginjak 7 bulan. Ada yang bilang kalau sebelum itu pamali, namun buat saya cukup masuk akal, karena setelah 7 bulan dan 3 kali USG saya sudah makin yakin dengan prediksi jenis kelamin. Kalau saran saya jangan ditunda terlalu lama karena semakin gendut, semakin cepat capek, hehehe. Selain itu, belanja keperluan bayi ini biasanya harus beberapa kali sampai bisa lengkap, apalagi untuk ibu-ibu yang picky dan into detail banget.
  • Sebelum belanja baiknya tanya-tanya orang terdekat dulu apakah ada yang bisa dilungsurkan, dipinjamkan, atau dibeli dengan harga preloved, hehe.
  • Beberapa teman menyarankan untuk barang-barang yang cukup mahal dan cocok-cocokan seperti pompa ASI atau car seat lebih baik dicoba dengan menyewa dulu.
  • Semua bilang kalau newborn baby cepat besar, jadi nggak perlu beli terlalu banyak. Namun tetap beli lebih untuk jaga-jaga seandainya musim hujan datang atau terlalu repot untuk mencuci.
  • Fokus beli kebutuhan newborn saja dulu. Peralatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) nanti saja, siapa tau ada yang ngadoin :p
  • Jangan terlalu mengikuti euforia prediksi jenis kelamin saat belanja karena siapa tau bisa dilungsurkan untuk anak berikutnya, hehe. Beli juga beberapa warna-warna netral seperti kuning atau hijau.
  • Minta antar suami atau keluarga pas beli-beli jadi seandainya bayi sudah lahir tapi ternyata ada yang kurang bisa minta tolong belikan.
  • Belanja langsung di toko bayi (dibandingkan beli di online shop) menurutku lebih enak karena bisa tanya-tanya dan lihat barangnya langsung terutama untuk tau apakah bahannya enak atau nggak. Kalau bisa, cari toko bayinya yang sudah ‘established’ dan punya beberapa pegawai karena biasanya lebih murah, pegawainya sudah terampil dan cekatan serta less likely untuk ‘menjerumuskan’ kita untuk beli barang yang nggak perlu (eh tapi saya nggak lagi ngomongin toko bayi retail yang di mall-mall besar ya :p)

things bought

TEMPAT BELANJA

Untuk belanja saya lebih memilih toko yang home based dibandingkan mall based, apalagi kalau tokonya dekat rumah, hihi.

Kedua tempat tersebut saya rekomendasikan karena cukup luas, lengkap, banyak pilihannya, fixed price jadi nggak perlu tawar-menawar, dan pegawainya mumpuni dalam menjawab pertanyaan dan memberi masukan apa yang perlu dan tidak. Kalau di Jakarta beberapa teman merekomendasikan untuk ke Suzanna Baby Shop di Pondok Indah dengan alasan yang sama.


Oke, demikian dulu, kalau ada yang ingin menambahkan silakan tulis di bagian komentar ya.

Semoga bermanfaat :)

Filed under: Highlight, Pregnancy

by

Puty Puar. F/27. Indonesian. Former rocker, blogger, freelance illustrator, book enthusiast, who is running little business while homemaking. Started this blog in 2002.

1 Comment

  1. assalamualaikum mba puty..
    alhamdulillah artikel dan things to prepare nya ngebantu saya banget. saya izin download list yg mba kasi yaa untuk prepare persalinan saya yang pertama..
    thank you bangettt mbaaa..

    semoga mba dan keluarga selalu sehaat..
    aaaaaamiin..

    assalamualaikum..

Leave a Reply