Artwork, Work & Business
comment 1

Little Start of Growing Dreams

little-fat-bunny

Seminggu belakangan ini, tepatnya sejak tanggal 15 Agustus lalu, saya lumayan sibuk mengurusi project / bisnis / mainan baru yaitu ‘Little Fat Bunny’. Little Fat Bunny ini merupakan brand untuk produk bayi dan anak-anak dengan desain dan ilustrasi saya sendiri. Nah, sebetulnya di post kali ini, instead of pure promotion, saya lebih ingin cerita sedikit kisah kasih di balik Little Fat Bunny.

Another Fat Bunny

Untuk yang sudah familiar dengan ‘jualan’ saya, sebelumnya saya membuat ‘Fat Bunny’ dan meluncurkan beberapa produk seperti pin badges, pouch, dan magnet kulkas tanpa peruntukkan umur tertentu. Nah, boleh dibilang Little Fat Bunny ini adalah adiknya karena desain dan gambar-gambarnya setipe (ya iyalahhh…)

little fat bunny-big

Namun demikian, sedikit berbeda dengan Fat Bunny, Little Fat Bunny ini saya buatkan domain dan akun Instagram serta Facebook sendiri. Untuk urusan pemesanan juga saya buatkan email dan akun LINE@ khusus supaya lebih terorganisir.

Another First Collection

Untuk koleksi pertama yang diluncurkan pada Mini Opening minggu lalu, saya mengambil tema yang terinspirasi dari nama yang disiapkan oleh saya dan suami untuk si anak dalam perut, hihi.

Sebetulnya disebut ‘Mini Opening’ karena memang saya berencana akan ‘buka toko’ sebentar saja, kira-kira 3 minggu sampai 5 September (yang mana by calculation kehamilan saya sudah 37 minggu kurang 3 hari), lalu saya mau fokus mempersiapkan lahiran. Jenis dan jumlah produk yang dikeluarkan pun masih terbatas sekali yaitu 6 desain kaos & onesies, 3 desain drawstring bag, 1 desain pouch dan 4 desain wall art.

Kenapa kesannya saya ‘paksakan’ untuk mini opening dan meluncurkan first collection saat hamil 33 minggu? Soalnya saya tau setelah melahirkan pasti saya akan repot sekali. Namun saya pikir, akan lebih banyak inspirasi yang muncul untuk produk baby and kids karena saya akan mengalami langsung the so called journey of motherhood. Oleh karena itu, lebih baik saya kick off dan mempersiapkan sistem serta prasarananya sekarang. Harapannya, nanti setelah melahirkan saya nggak harus mulai dari nol banget, sehingga bisa lebih fokus ke product & brand development.

Untungnya, boleh dibilang ini adalah ‘First Collection’ saya yang kedua, atau malah yang ketiga. Saya sudah belajar beberapa hal dari meluncurkan first collection under brand ‘Milk & Kisses’ (berkolaborasi dengan teman) dan ‘Fat Bunny’ awal tahun ini. Rasanya selalu sama sih: deg-degan dan mikir, “Orang-orang bakal pada suka nggak ya?” dan, “Ini barang-barang gue worth it nggak sih dibeli?” Untuk kali ini ditambah dengan pikiran, “Orang-orang sebel nggak ya gue jualan melulu di timeline?” Haha :p

Alhamdulillah ternyata di hari kelima sudah ada yang sold out :’)

ONESIES SOLD OUT

Another Little Start

Kalau ditanya kenapa saya ‘rajin’ banget ‘jualan’, saya selalu bilang bahwa saat ini saya sedang belajar. Di saat teman-teman yang lain sekolah lagi, saya merasa ini adalah ‘ruang kelas’ saya. Nggak hanya belajar bisnis, saya juga belajar dan berusaha mengimprove skill gambar dan desain saya.

Sejujurnya sampai detik ini kalau ditanya apakah saya punya passion dan ambisi untuk menjadi entrepreneur, saya belum tau pasti. Sejauh ini saya tau kalau saya suka menggambar dan mendesain, lalu senang jika orang lain senang dengan karya atau memakai produk saya. Apakah saya ingin meneruskan menjadi freelance illustrator saja? Saya belum tau pastiI think they are my growing dreams; dreams that grow together with me.

So I guess this ‘class room’ is another little start.

Sayangnya ‘ruang kelas’ saya ini nggak cuma terdiri dari belajar gambar dan membuat konten promosi di media sosial tapi juga hal-hal administratif dan rutin seperti ‘ngadmin’, mencatat pesanan dan alamat pengiriman, sampai pembukuan penjualan. Semuanya adalah proses belajar.

Ayah saya selalu bilang kalau berdagang itu susah. Dulu kakek saya punya toko buku dan ayah saya sejak kecil mengalami masa-masa jaga toko. “Punya toko itu susah loh, seharian harus berdiri, nggak ada cuti, nggak bisa izin sakit, nggak bisa libur seenaknya, nggak bisa ikutin mood dan kebosanan.” Intinya, harus konsisten dan persisten. Harus jujur dan kerja keras.

So here I am, learning about them, untuk bekal jadi apapun saya ke depannya: jadi entrepreneur, jadi illustrator atau jadi ibu :)

magic


Little Fat Bunny
Web: Littlefatbunny.com
Email: hello.littlefatbunny@gmail.com
Instagram: @little.fatbunny
Facebook: facebook.com/LittleFatBunny
LINE@: @jpc0066b

1 Comment

  1. PUTY!! Goodluck untuk bisnis barunya! Dan semoga lancar juga proses persalinannya nanti ya Puty. Aamiin :)

Leave a Reply