Pregnancy, Review
comment 1

Waxing Sebelum Persalinan (Kyaaa~)

This is my 36th week and here comes another pregnancy post!

Karena merupakan salah satu hal yang ada di to-do-list saya di trimester 3 dan sudah saya lakukan, jadi saya mau sharing dan review sedikit soal waxing ini, hihi. Walaupun agak ‘kagok’ ya rasanya :p

Saya sempat tanya-tanya ke beberapa teman yang sudah berpengalaman hamil dan melahirkan soal waxing (especially Brazilian waxing). Ternyata hampir semuanya menyarankan untuk waxing, for the sake of comfort and hygiene, dan bukan hanya untuk saat persalinan tapi juga pasca persalinan. Dari hasil browsing-browsing juga, saya nggak menemukan artikel yang melarang ibu hamil untuk waxing selama yang bersangkutan sadar apakah kulitnya sensitif dan alat serta tempat waxing terjamin kebersihannya.

Kapan waktu yang tepat untuk (Brazilian) waxing sebelum persalinan? Beda orang beda jawaban, hihi. Beberapa memilih lebih awal (32-33 week) supaya perutnya belum terlalu besar dan masih lebih nyaman untuk bergerak, sementara ada yang memilih lebih akhir di H-1 atau 2 minggu dari perkiraan lahir (37 week). Saya sendiri ambil jalan tengah yaitu week 35 untuk jaga-jaga seandainya maju dari hari perkiraan lahir.

Pink Parlour

Untuk Brazilian waxing, atas rekomendasi teman-teman, saya percayakan kepada Pink Parlour. Kebetulan ada cabang Pink Parlour di Grand Indonesia (GI), si mall sejuta umat, hihi. Saya baru bikin appointment paginya via telepon ketika merencanakan pergi ke GI hari itu. Mungkin karena bukan weekend, jadi jadwalnya masih kosong. Di telepon saya kasih tau bahwa saya sedang hamil 8 bulan dan make sure apakah dari pihak Pink Parlour ada pantangan bagi ibu hamil. Mereka bilang nggak masalah, malahan cukup banyak ibu hamil yang Brazilian wax di sana.

pink-parlour

Sesampainya di Pink Parlour GI saya langsung disambut, disuruh tukar sandal, dan masuk ke ruangan. Berhubung di mall, jadi memang tempatnya memang cenderung sempit. Pemanfaatan waktu dan space pun efisien banget, namun buat saya pribadi nggak masalah karena private kok, hehe. Sebelum waxing dimulai, mbaknya cuma minta kita untuk membersihkan dulu v-area di shower room kemudian kembali ke ruangan yang sanitized, lalu berbaring di tempat yang disediakan. Nggak pakai acara ganti baju. Saya bahkan nggak perlu lepas jilbab.

Kemudian dimulailah proses Brazilian waxing yang berlangsung hanya… 20 menit aja, bu-ibuk! Betul-betul gercep alias gerak cepat si mbak, padahal disambil ngobrol-ngobrol. Mbaknya juga baik dan kasih warning untuk tarik nafas di bagian-bagian yang relatif lebih sakit. Hasilnya juga oke. Oh iya, Pink Parlour ini menggunakan hard wax yang konon katanya less painful dibanding sugar wax.

pink-parlour 3

Sakit nggak? Haha, menurut saya tergantung ekspektasi masing-masing orang sih. Dulu, sebelum menikah saya sempat Brazilian wax di Martha Tilaar Balikpapan dengan hard wax juga, namun karena si mbak yang di Balikpapan agak ragu-ragu dan lambat eksekusinya jadi lebih sakit. Di Pink Parlor kemarin, ya sakit sih, tapi karena si mbaknya penuh percaya diri tanpa keraguan jadi sakitnya sekejap saja.

Kesimpulannya, it was worth my Rp.310.000 + 10% tax. Silakan kalau mau coba :D

Sugar Pot Wax

Selain Brazilian waxing, saya juga melakukan underarm dan half leg waxing. Namun kali ini saya lakukan sendiri di rumah supaya… hemat! Hehehe :p

Actually I’m not new to this. Sebelum hamil saya cukup rutin waxing sendiri pakai Sugar Pot Wax. Sugar Pot Wax ini merupakan sugar wax yang metodenya harus menggunakan strips. As for Sugar Pot Wax kit, it comes with washable and reusable strips. Memang agak repot karena harus dipanaskan dulu, kemudian setelah dipakai stripnya harus dicuci untuk dipakai kembali kelak (dan kalau nggak betul mencuci dan menyimpannya bisa jadi nggak higienis). Namun penggunaannya mudah, dan harganya terjangkau, yaitu Rp.85.000 saja! Untuk saya, satu kemasan paling nggak bisa dipakai untuk 2x waxing underarm dan half leg.

Sugar Pot Wax comes in 4 variants, Strawberry, Matcha, Chocolate & Honey. Saya sudah pernah coba semua kecuali yang Honey, dan saya pribadi paling suka yang Matcha.

Sakit nggak? Well, kalau ada orang yang bilang metode waxing tertentu nggak menimbulkan rasa sakit, menurut saya orang itu sudah amat sangat terbiasa waxing atau mungkin mati rasa :’))) Menurut saya sih tetap ada sakitnya, namun karena ‘dieksekusi’ sendiri kita bisa mengantisipasi rasa kagetnya.

Oh iya, saya juga kemarin sekalian coba beli Soothing Mist (Rp.49.000) untuk ‘menenangkan’ kulit segera setelah waxing dan Anti Bump Serum-nya (Rp.49.000) untuk mencegah ingrown hairs. So far puas sekali dan nggak ada masalah untuk kulit saya :)

wax-sugarpot2

Kesimpulannya, ibu hamil juga bisa waxing sendiri di rumah asal hati-hati yaaa, jangan sampai keseleo :p Eh bukan Brazilian waxing tapi loh yaaa… :’)))

Filed under: Pregnancy, Review

by

Puty Puar. F/27. Indonesian. Former rocker, blogger, freelance illustrator, book enthusiast, who is running little business while homemaking. Started this blog in 2002.

1 Comment

  1. privatelytami hutami says

    Omg baru baca hahaha… Hebat ih bisa waxing sendiri! aku mah mana tahan, yang ada baru ‘setengah jalan’ udah menyerah :p
    Anyway, awalnya aku takut kalo deket-deket lahiran brazilian karena takut mendadak kontraksi. tapi ternyata aman ya. Thanks infonya dan goodluck yaa proses melahirkannya!

Leave a Reply