Daily Life, Review
comments 2

Mampir ke Maraca Books & Cafe

Setelah minggu lalu saya menulis soal staycation di Aston Bogor, nah kali ini saya mau cerita soal perjalanan saya, suami dan Antariksa ke Bogor (LAGI!) weekend kemarin. Tujuan utama kami ke Bogor kemarin adalah untuk menghadiri pernikahan salah seorang sahabat saya, Pii. Karena kami tiba lebih awal di Bogor, kami mampir di Maraca Books & Coffee.

Sebetulnya sudah lama saya mau ke Maraca, sekalian meet up dengan salah satu co-founder / bagian creativenya yaitu si Buni / Ibu Feni / besinikel. Untungnya pas saya ke sana Buni-nya habis mengajar workshop brush lettering dan masih nongkrong cantik bersama bayinya, Yaya. Jadilah kami berhasil meet up (atau bahasa purbanya: kopi darat, haha!)

Maraca Books & Coffee ini terletak di pinggir jalan raya yang mengelilingi Kebun Raya Bogor jadi sebetulnya mudah diakses walaupun memang mungil (eh tapi jangan salah, kapasitasnya bisa sampai 50an orang). Namun itulah yang bikin saya pertama kali jatuh cinta sama kafe ini: hangat karena kecil dan di saat yang sama sejuk dan segar (karena memang berseberangan dengan Kebun Raya).

Tampak depan Maraca

Photo by besinikel

Begitu masuk ke dalam, Maraca nggak terlalu beda dengan kafe-kafe ‘kekinian’ jaman sekarang dengan industrial looknya, hanya saja lebih imut-imut (literally & figuratively). Namun perlu dicermati bahwa di Maraca nggak ada mesin espresso karena semuanya dibuat manual! Ketidak hadiran mesin espresso ini menurut saya malah membuat pelanggan lebih dekat dan bisa ngobrol lebih akrab dengan para barista.

Selain kopi, aspek utama dari kafe ini adalah koleksi bukunya karena ‘Maraca’ sendiri adalah Bahasa Sunda dari ‘membaca’ dalam bentuk jamak. Tagline mereka pun ‘Sipping books, reading coffee’. Namun selama kami di sana saya lihat para pelanggan kebanyakan asyik dengan laptop (free wifi, tentunya) atau partner ngopi mereka.

Playdate dini antara Antariksa dan Yaya

Untuk para pecinta kopi, tersedia berbagai pilihan kopi espresso based (cappuccino, dkk termasuk affogato), manual brewed (dengan chemex, aeropress, dan hal-hal yang digemari oleh para coffee snob dimana pun mereka berada, hehe :p), maupun cold brew. Berhubung saya masih menyusui jadi saya pesan caramel latte saja, khawatir kalau yang terlalu pekat bikin Antariksa nggak bisa tidur. Sebagai penikmat kopi apa saja, menurut saya iced caramel lattenya enak. Range harga yang ditawarkan untuk kopi adalah 14 – 36 ribu rupiah.

Suami saya yang nggak terlalu doyan kopi pun memutuskan untuk mencoba salah satu menu non-coffee yaitu wedang uwuh. Selain wedang uwuh, Maraca juga punya cukup banyak menu non-coffee dengan range harga 6 – 28 ribu rupiah; mulai dari berbagai macam teh, cokelat, susu hingga latte-latte lucu seperti green tea, taro dan red velvet latte. Selain itu snack & makanan berat yang ditawarkan pun cukup banyak untuk cafe semungil ini walaupun memang nggak ada yang asing di telinga kita, mulai dari french fries sampai choco lava cake, mulai dari sandwich sampai pasta. Range harga untuk makanan adalah 5 – 35 ribu rupiah.

Photo by besinikel

Berhubung waktu kami sempit dan harus mengejar akad nikah jadi kami nggak sempat mencicipi lebih banyak snack lagi, hehe. Saya pun nggak sempat ambil banyak foto ‘ala-ala’ karena memang harus sambil gantian menggendong Antariksa dengan suami. Namun demikian untuk yang suka Insta-Instagraman, don’t worry, Maraca ini fotojenik loh sebetulnya :D

Demikian sedikit ulasan / review dari saya untuk salah satu tempat nongkrong (or can I say, hidden gem?) di Bogor ini, hihi. Sedikit tambahan info, belakangan kalau menyimak dari Instagramnya @besinikel, Maraca punya cukup banyak acara mulai dari workshop, sharing session, sampai peluncuran buku. Silakan dicek-cek. Kalau ingin bikin acara di sini juga bisa reservasi ke Risya – 081280246380 ya :)


Maraca Books & Coffee
Jl. Jalak harupat No. 9A Bogo 16129
Buka: 09.00-22.00 (Sabtu-Kamis) 15.00-22.00 (Jumat)
@maracacoffee
maracacoffee@gmail.com

2 Comments

  1. Wah tempatnya lucuuk! Aku ke Bogor paling ke rumah tante aja, jarang jalan2 karena males macet :D tapi kayaknya bisa dicoba juga kesini, sepertinya menyenangkan :D

Leave a Reply