Home & Family, Motherhood, Review, Wanderlust
comments 4

Jalan-Jalan Bersama Antariksa: Yogyakarta

Rezeki memang sering datang tanpa diduga. Di awal bulan suami mengabarkan soal adanya acara perusahaan yang diadakan di Yogyakarta (atau saya lebih suka menyebutnya Jogja). Suami berhak mendapat satu kamar untuk 2 orang sehingga saya dan Antariksa bisa ikutan selama nggak ‘gerecok’ jadwal acara kantor. Hore!

Ini merupakan perjalanan pertama Antariksa dengan pesawat terbang. Untuk cerita soal terbang bersama bayi akan saya tulis terpisah di blog post berikutnya ya. Namun singkat cerita, alhamdulillah, selama perjalanan di darat maupun saat terbang Antariksa sangat pengertian dan nggak rewel. Kami berangkat dan pulang dengan Garuda Indonesia dan akhirnya menjejakkan kaki juga di Terminal 3 Ultimate, hihi.

Nah, selain kali pertama terbang, ini juga kali pertama kami pergi bertiga saja alias nggak sama Si Mbak. Saya sejujurnya agak deg-degan karena biasanya kalau di rumah saya ‘tandeman’ mengurus Antariksa, apalagi kalau dia lagi needy dan saya lagi sibuk gambar atau menulis. Biasanya juga saya menyerahkan urusan mandinya Antariksa ke Si Mbak karena justru di saat itulah saya bisa curi waktu untuk ‘kerja’.

Syukurnya selama di Jogja semua berjalan lancar :)

Jalan Berduaan Dengan Antariksa

Eits, tapi jangan tanya itinerary yaaa… Hehehe. Seperti saat ke Bogor, saya dan Antariksa lebih banyak stay di hotel. Selama suami menghadiri acaranya, saya dan Antariksa hanya dua kali keluar hotel untuk makan siang. Saya nggak cukup ‘strong’ untuk bawa stroller dan jalan-jalan berduaan dengan bayi karena Jogja tidak stroller friendly. Oleh karena itu Antariksa yang beratnya 9 kg lebih namun belum bisa duduk harus saya gendong dengan gendongan kaos seperti ini:

Kami berduaan sempat makan siang di Parsley dan di siang berikutnya gelato date di Il Tempo del Gelato. Seru? BANGET :’))) Seru karena Antariksa nggak suka kalau digendong dalam posisi tiduran, jadi suka berontak apalagi kalau saya menggendong dia sambil duduk. Makin seru lagi karena anak ini suaranya kenceng banget, jadi saya suka panik sendiri kalau dia sudah mulai rewel, takutnya ganggu pengunjung lain. Berbagai posisi dan bujuk rayu saya kerahkan supaya saya bisa makan tapi akhirnya saya harus berdiri dan jalan-jalan kecil di antara setiap suapan. Awalnya saya agak malu dilihatin tapi lama-lama cuek aja deh… yang penting Antariksa nggak bikin kegaduhan hehehe.

Berusaha menghalangi Ibu makan gelato, hehe.

Selain dari itu, saya mengandalkan jasa GO-FOOD by GO-JEK. Berhubung saya adalah pecinta gudeg, jadi memang setiap ke Jogja saya selalu menargetkan minimal 3x makan gudeg. Thanks  to GO-FOOD, saya berhasil mencapai target tersebut dan menyantap gudeg Yu Djum sambil santai-santai di kamar bersama Antariksa, hehe.

Hotel Hyatt Regency Yogyakarta

Berhubung, seperti yang sudah disebutkan di atas, kami lebih banyak stay di hotel, beruntung banget kami menginap di hotel Hyatt Regency Yogyakarta. Selain kamarnya nyaman (walaupun memang klasik ya), kami juga bisa jalan-jalan di halaman hotel yang bagi saya sudah bisa saya kategorikan sebagai piknik kecil, hihi. Hotel Hyatt Regency ini memang terletak agak jauh dari pusat kota namun memang sebetulnya cocok banget untuk escape dari hiruk pikuk kota. Ya bagaimana nggak, luasnya 22 hektare karena punya lapangan golf sendiri, lalu lanskap tamannya bagus banget dihiasi dengan bermacam-macam stupa dan candi.

View form our room on 3rd floor

Nggak hanya taman, tapi kolam renangnya juga fantastis sih menurut saya. Besar bangettt dihubungkan dengan jembatan-jembatan batu dan dilengkapi dengan water slide! Fasilitasnya juga lengkap tersedia bagi para turis (dengan budget tanpa batas) yang mau mengksplor Yogyakarta. Pelayanannya sudah jelas oke dan sesuai dengan standar chained-hotel Hyatt. Nah, kalau ditanya kurangnya apa, menurut saya makanannya tidak istimewa walaupun pilihannya lengkap.

2 hari terakhir jadwal acara suami hanya setengah hari. Kami bertiga sempat jalan-jalan ke:

Malioboro

Rasanya belum lengkap kalau ke Jogja tapi nggak ke Malioboro, hehehe. Kami menyempatkan menengok Malioboro yang salah satu sisinya sudah dilebarkan dan didedikasikan untuk pejalan kaki. Walaupun ramai banget dan tidak bebas asap rokok tapi selama di Jogja hanya di sinilah stroller bayi bisa dipakai dengan optimal. Suasana Malioboro rasanya semakin beda ya dengan lagu legendarisnya Kla Project, Jogjakarta? Atau perasaan saya saja? Hehe.

Tegel Kunci

Sebagai penyuka sejarah, kota tua dan bangunan lama, suami saya sebetulnya ingin punya rumah dengan tegel klasik yang beberapa tahun belakangan cukup booming. Saya pun sebagai penggemar motif geometris pun mengusulkan untuk mampir ke Tegel Kunci seperti yang dulu pernah dilakukan oleh Living Loving. Namun kami nggak pergi ke pabriknya melainkan ke kantornya di Jl. Pakuningratan.

Di sana kami dijelaskan dengan ramah bagaimana memesannya, kenapa kalau pesan tegel kunci bisa lama banget, apakah ada minimum order, dst. Sebetulnya harapan kami adalah bisa foto ala-ala bersama contoh tegel kunci yang sudah terpasang, namun ternyata spot foto yang tersedia nggak sebanyak yang kami pikirkan (YA IYALAH… NAMANYA JUGA KANTOR!).

ViaVia Bakery Jogjakarta

Nah, sebetulnya saya lah yang ngebet banget untuk datang ke spot syuting Ada Apa Dengan Cinta 2 ini (adegan Rangga ditemukan kembali oleh Geng Cinta! Duh!), yaitu ViaVia Bakery. ViaVia ini sebetulnya nggak hanya ada bakerynya tapi ada cafe, shop dan guesthousenya juga. Terletak di Prawirotaman yang memang terkenal sebagai pusat backpackers, tempatnya ya hipster banget sih dan kabarnya bahan-bahan produknya adalah bahan-bahan organik.

Begitu kami sampai di sana Antariksa sudah mulai rewel dan nggak terkendali, huhuh. Akhirnya kami take away beberapa potong roti and THEY WERE GOOD! Terutama cinnamon-rollnya, enak banget dan harganya cuma Rp5000an. WOW. Definitely will go there again!

Selain yang sudah saya sebutkan, suami sempat melakukan sedikit heritage trail di Kotagede. Saya sama sekali nggak turun dari mobil karena Antariksa ngantuk dan rewel, padahal kalau lihat foto-fotonya menarik sih. Kalau mau ngintip beberapa foto bisa cek di Instagram suami saya di @agn104. Di hari terakhir suami juga sempat ke Wijilan untuk beli gudeg oleh-oleh dan mampir ke Alun-Alun Kidul.

Saya dan Antariksa? Bobo-boboan. Eh, nggak dong, saya sih kembali ke job-desc yaitu packing untuk pulang! :p

Kesimpulan Dari Saya

  • Kalau pergi sama bayi apalagi masih newborn – 6 bulan sebaiknya nggak buat itinerary yang ambisius kalau nggak mau encok, hehe
  • Lebih baik realistis dan jaga kesehatan serta stamina
  • Choose your accommodation wisely, supaya nyaman kalaupun harus lebih banyak stay di hotel
  • Jogja is not baby-stroller friendly, gendongan lebih oke!
  • …and of course, not so ibu menyusui friendly. Siapkan jurus andalan mommies untuk menyusui ya :)

Detail

Hotel Hyatt Regency Yogyakarta
Jalan Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta
(0274)869123

Il Tempo del Gelato
Jalan Kaliurang Km 5, Yogyakarta
(0274)373272

Tegel Kunci
Matta Indonesia
Jl.Pakuningratan No.70, Yogyakarta
(0274)512707

ViaVia Jogjakarta
Jl. Prawirotaman 30, Yogyakarta
(0274)386557

Advertisements

4 Comments

  1. Fokus ke bb antariksa. Semok sekali kamu naaaaaakkkk :)))

    Jadi ingin jalan jalan juga nih ama Trah huhuhh

  2. Seru, Puty. Hehehe. Beda banget ya jalan-jalan sebelum jadi ibu & setelah jadi Ibu :D Waktu saya ke Jogja, saya bawa carrier buat gendong anak. Buset beratnya…blm lagi Jogja panas heuheuhueu. Emang tantangan pisan jalan-jalan bawa anak. Waktu lg jalan-jalan abis magrib di Malioboro, anak saya mules-mules & kami kocar-kacir nyari kamar mandi :D hahaha. Btw saya juga sering ngerasain harus mengkondisikan anak gak bikin ribut di tempat umum (resto, kafe) karena gak enak sama org lain. Tapi dipikir2 ya namanya anak-anak (apalagi masih bayi) wajar juga ya klo nangis. Tapi cuma ibu-ibu yg ngerti sih rasanya wkwkwkwkwk :D

  3. Pingback: Bepergian dengan Pesawat Bersama Bayi - Puty's Journal

  4. Pingback: Tips,Trik & Packing List Traveling Bersama Bayi

Leave a Reply