Highlight, Wanderlust
Leave a comment

7 Tips Berlibur di Kawasan Dago, Bandung

Empat tahun kuliah di ITB dan ngekos di Cisitu membuat saya punya keterikatan dengan Kawasan Dago. Setiap ke Bandung dan lewat Dago (walaupun hampir selalu macet yaaa…) saya selalu teringat masa-masa jadi mahasiswa. Yah, namun sebetulnya magnet Kawasan Dago nggak hanya berlaku untuk mantan penghuninya tapi juga mungkin semua turis, hehe.

Kawasan Dago merupakan kawasan yang populer di Kota Bandung sebagai destinasi wisata alam dan belanja. Untuk teman-teman yang menyukai belanja baju-baju murah dengan kualitas ekspor, Dago terkenal dengan banyaknya factory outlet yang bisa dikunjungi di sini. Untuk yang mau menikmati udara sejuk dan pemandangan, kabur dari penatnya hutan beton, kawasan Dago Pakar bisa jadi pilihan. Mau cuci mata lihat para mahasiswa yang cantik ganteng luar dalam? Mampir dong ke ITB *eaaa* Yah kalau nggak berhasil lihat yang cantik-cantik atau ganteng-ganteng, minimal bisa naik kuda lah di Taman Ganesha :p

Terletak sekitar 5 km sebelah utara Kota Bandung, Kelurahan Dago selalu ramai pengunjung (iya, di atas sudah disebutkan bagian ‘macet’nya, hehe) baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Tingginya minat masyarakat mengunjungi kawasan ini nggak lepas dari lengkapnya fasilitas dan infrastruktur wisatanya (yang konon makin bagus sejak walikotanya Kang Emil). Akses menuju Dago pun gampang, dilewati oleh berbagai pilihan moda transportasi (angkot, taksi, travel, dst).

Nah, apa teman-teman ada yang berencana ke Dago pada liburan ini? Baik untuk nostalgia atau untuk yang pertama kalinya? Berikut saya kasih 7 tips berlibur ke Dago :D

1. Buat Rencana Perjalanan

Tips ini tentu ditujukan untuk teman-teman yang jarang ke Bandung. Rencana perjalanan alias itinerary ini diperlukan supaya jalan-jalan lebih terarah dan efisien. Maksudnya tentu supaya nggak buang-buang waktu terjebak macet di jalan, apalagi di akhir pekan. Buat daftar destinasi yang ingin dikunjungi, berapa lama waktu yang ingin dihabiskan di sana, cek juga jam buka maupun tutupnya. Jangan lupa perhitungkan adanya car free day di hari Minggu pagi, atau coba berangkat lebih awal jika ingin malam mingguan di daerah Dago atas karena biasanya macet. Jangan sampai acara malam mingguan malah diisi dengan cemberut dan kelaparan di mobil ya :p

Rencana perjalanan ini akan berpengaruh pada pilihan hotel di Dago Bandung nanti. Tentunya supaya hemat waktu dan tenaga, pilihlah hotel yang jaraknya paling optimal dengan rencana jalan-jalan secara keseluruhan.

2. Pesan Kamar Hotel Sebelumnya

Sumber foto: Traveloka

Kalau ke Bandung dan memang diniatkan menginap di hotel, terutama untuk yang datang dari luar kota, sebaiknya pesan kamar hotel di Dago Bandung jauh-jauh hari sebelumnya. Book in advance! Sebagai destinasi wisata populer, ada kemungkinan teman-teman nggak akan dapat kamar jika baru memesan di tempat (alias go show!)—apalagi pada akhir pekan. Selain itu, dengan memesan terlebih dahulu, ada berbagai diskon / promo khusus yang nggak akan didapatkan dengan memesan di tempat.

Untuk melakukan pemesanan hotel di Dago Bandung, coba gunakan layanan online, contohnya seperti di link ini. Tenang saja, ada banyak pilihan hotel lucu-lucu yang bisa disesuaikan dengan selera, budget, dan kebutuhan.

3. Kenakan Pakaian Yang Nyaman Untuk Jalan, Namun Bawa Pakaian Hangat

Jangan terjebak oleh orang-orang yang bilang, “Bandung sekarang panas!” That’s right, in a way. Oleh karena itu jangan lupa bawa kacamata hitam, hehehe. Namun Dago sebetulnya merupakan wilayah yang berada pada ketinggian 690 hingga 730 mdpl, cukup tinggi dengan kisaran suhu yang cukup dingin, kurang lebih antara 18°C hingga 32°C. Untuk teman-teman yang berencana jalan sampai malam ke Dago atas apalagi yang tidak kuat dingin, sebaiknya bawa pakaian hangat. Terutama kalau jalan-jalannya dengan bayi atau anak-anak, supaya mereka nggak masuk angin.

4. Gunakan Sepatu yang Nyaman

Apa pun fokus wisata teman-teman pada saat di Dago—wisata alam maupun wisata belanja—sepatu yang nyaman adalah item wajib. Definitely A MUST! Soalnya teman-teman pasti akan banyak jalan-jalan dalam kondisi cuaca yang bisa saja panas terik di siang hari atau cenderung dingin di malam hari.

Shoes are more practical, less risky and better than sandals!

5. Jangan Lupa Tanya Kehalalannya Kalau Ragu

Khusus untuk teman-teman yang hobi wisata kuliner dan konservatif untuk urusan makan, jika ingin makanan suatu restoran di daerah Dago, nggak usah sungkan menanyakan kehalalannya. Di Bandung, selalu ada kafe-kafe lucu dan restoran-restoran baru. Nggak semuanya memasang logo halal walaupun hanya menyajikan makanan halal dan tentu memang ada yang menyajikan makanan non-halal juga.

6. Bawa Uang Tunai Secukupnya

Saat jalan-jalan di Dago, baik belanja maupun wisata kuliner, sebaiknya teman-teman nggak membawa uang tunai terlalu banyak, secukupnya saja. Tentu ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang nggak diinginkan. Baik tempat belanja seperti factory outlet, restoran maupun kafe-fake lucu yang ada di Dago hampir semuanya menerima pembayaran nontunai menggunakan kartu debit / kredit.

Jangan lupa siapkan uang pecahan kecil untuk membayar keperluan tiket masuk tempat wisata atau biaya parkir kendaraan.

7. Take Care of The Kids, Especially Toddlers

This goes for those who travel with children. Baik mengunjungi Gua Jepang ataupun factory oulet, jangan sampai keasyikan sendiri dan melepaskan pandangan dari anak. Beberapa kali saya sebutkan kalau kawasan Dago ini ramai pengunjung dan juga ramai lalu lintasnya. Jangan sampai si kecil hilang, tersesat, apalagi sampai ke jalan. Usahakan ada pasangan atau kerabat untuk gantian menjaga anak-anak.

Semoga bermanfaat ya!

Nah, jadi kapan liburan ke Bandung dan puas-puasin jalan-jalan seputar Dago? Sekali lagi, jangan lupa pesan hotel di Dago Bandung (ALWAYS. BOOK. IN. ADVANCE!) dan kemasi barang-barang yang diperlukan. Jaga kesehatan, dan selamat jalan-jalan (dan nostalgia)! Hehehe.

 

Advertisements

Leave a Reply