Month: March 2017

A Weekend Offline

Last Friday my mobile phone stopped working. After 2 years 3 months of working extremely hard (I practically used it for everything: communicating with everyone including my clients and customers, drawing and doodling, taking and editing pictures, jotting down writing ideas, browsing, etc) it just stopped. Maybe it just got tired and I just couldn’t accept it. I tried some tricks to extend its life a bit longer but none of them worked. Well, clearly I had to buy a new mobile phone. I hate to admit that when it comes to buying expensive things, I always turn indecisive. Actually it shouldn’t’ have been so difficult since the replacement must accommodate my need to draw and the option went down to only 2 types. On Saturday, I spent too long thinking and on Sunday morning we already had plan to go to Bandung for a little weekend escape with extended family. I still hadn’t got a new mobile phone but I decided to try letting it be. I should confess that I often mock myself for seeming unable …

Advertisements

Cerita Bazaar, Mamak-Mamak Ganas dan Jasa Titip

Hari Selasa kemarin saya datang ke sebuah acara bazaar dengan diskon hingga 70% dari perusahaan retail yang mendatangkan brand-brand Internasional. Salah satunya adalah favoritnyaibu-ibu kelas menengah ke atas masa kini, Mothercare, serta mainan untuk bayi dan anak-anak, ELC. Saya sendiri (harus ngaku) termasuk golongan mamah muda yang mau barang sebagus-bagusnya dan harga semurah-murahnya :’) Sebetulnya kalau untuk pakaian anak saya nggak pernah silau sama brand. Baju cukup yang murah meriah asal bahannya cukup nyaman, satu dua boleh lah yang agak bagus untuk pergi-pergi. Namun kalau bicara mainan bayi dan batita, saya mau agak repot cari harga paling kompetitif (walau nggak murah-murah amat) dari barang yang punya standar kualitas tertentu. Maka datanglah saya bersama Bunda, Mbak ART dan Antariksa ke acara berjudul ‘Spectacular Bazaar’ ini di Senayan City jam 10:30 (FYI, event bazaar ini dibuka jam 10:00). Kebetulan sahabat saya kerja untuk perusahaan retail tersebut dan secara resmi para karyawan mendapat privilege membawa keluarganya (dengan jumlah maksimal tertentu) tanpa harus antri masuk. Saya pun langsung mau sujud syukur bisa masuk tanpa harus mengantri karena antriannya kira-kira begini:

Skin Care Newbie – The Enlightenment (Part 1)

Sejak menikah dan mengarungi bahtera Long Distance Marriage (LDM) Balikpapan – Egham, saya sepertinya ‘lupa’ banget sama perawatan kulit. Sehari-hari paling pakai sabun cuci muka dan make up remover sepulang kantor. Di samping kenyataan kalau kulit saya nggak manja (baca: badak) dan nggak terlalu bermasalah, saya pikir waktu itu “Paling dilihat suami via Skype doang.” :p Begitu suami kembali ke Indonesia, saya pun hamil. Begitu hamil saya langsung mikir kalau perawatan muka tercukupi dengan cuci muka pakai sabun homemade & toner cuka apel supaya alami, plus dibantu dengan Equil Derma Hydration Dew. Bisa ditebak setelah melahirkan kulit pun makin ‘amburadul’. Pregnancy glow pergi, stress menyusui datang dan hari-hari begadang pun dimulai. Begitu Antariksa hampi masuk usia 4 bulan, saya pun mulai mendapat sinyal-sinyal dari semesta untuk insyaf dan kembali memperhatikan kulit wajah saya. Beberapa teman di timeline mulai posting soal 10 steps Korean skin care routine. Saya pun ‘tergerak’ waktu baca komentar-komentar yang berseliweran di timeline. Ada yang bilang kalau skin care itu sebetulnya untuk memancarkan inner beauty karena dengan kulit yang sehat dan glowing, make up nggak perlu tebal-tebal. Ada juga yang bilang kalau …