Highlight, Home & Family, Wanderlust
comment 1

Menjadi Turis di Hong Kong Bersama Bunda

Baru-baru ini saya menemukan beberapa folder foto dari kamera saya (yang entah bagaimana saya nggak punya kopiannya) di external hard disk milik orang tua. Salah satunya adalah folder foto trip ke Hong Kong bersama Bunda pada tahun 2013. Setelah saya ingat-ingat, memang trip tersebut belum pernah saya ceritakan selain melalui foto-foto di post ini dan ini.

Tahun 2013, waktu saya masih punya banyak cuti karena kerja di rig dan belum menikah, saya mengajak Bunda saya untuk jalan-jalan ke Hong Kong. Kenapa Hong Kong? Karena Bunda saya punya ketertarikan pada budaya Cina namun saya belum cukup nyali untuk ‘lost in translation’. Lalu saya mengusulkan untuk pergi ke Hong Kong saja karena memang populer sebagai destinasi wisata yang tourist friendly; English-speaking, bersih, dan dikelola dengan baik. Nggak lupa satu hal: Hong Kong memiliki banyak shopping spots! Hehehe.

Long story short, kami berdua berangkat ke Hong Kong pada bulan Maret 2013. Saya sendiri tertarik ke Hong Kong karena suka nonton film-filmnya Wong Kar Wai dan sebetulnya selalu punya mimpi untuk ke Disneyland (sampai sekarang belum pernah!) Namun berhubung misi trip kali ini adalah bikin Bunda bahagia, maka saya nggak mencantumkan Disneyland di itinerary saya.

Jadi jalan-jalan kemana saja selama di Hong Kong?

Sebelumnya saya ingin kasih dulu sedikit gambaran geografis Hong Kong. Jadi teritori Hong Kong ini terdiri dari beberapa pulau, termasuk yang namanya Pulau Hong Kong sendiri yang letaknya di bagian tenggara. Pulau Hong Kong dihubungkan dengan Semenanjung Kowloon oleh Pelabuhan Victoria alias Victoria Harbor. Lalu Disneyland di mana? Disneyland Hong Kong letaknya di pulau lain di bagian barat yaitu Pulau Lantau yang juga merupakan lokasi dari Hong Kong International Airport. Sekedar catatan kalau Pulau Lantau ini nggak memiliki hubungan darat dengan Pulau Hong Kong, sehingga harus melewati Semenanjung Kowloon dulu.

Dari hasil browsing internet dan baca buku budget traveling, kami merangkum objek-objek wisata yang wajib dikunjungi di Hong Kong.

Ngong Ping, Lantau Island

Bunda and The Great Buddha

Ngong Ping ini sebenarnya merupakan area dataran tinggi yang memiliki beberapa objek wisata termasuk yang paling terkenal: The Great Buddha. Selain Buddha besar ada juga Biara Po Lin dan Wisdom Path. Walaupun bukan wisatawan religi, kami menikmati jalan-jalan dan sesi foto-foto di sini karena pemandangannya bagus dan Instagram-able banget warnanya, hehe.

Oh iya, untuk mengakomodir para turis yang berwisata di sini, dikembangkan pula Ngong Ping Village dengan area belanja, cultural performances dan cable car (kereta gantung) yang disebut Ngong Ping 360. Sayangnya waktu kami ke sini cable car sedang nggak bisa digunakan, padahal pasti pemandangannya lebih keren dari ketinggian.

Victoria Harbor Waterfront

“Victoria Harbour is Hong Kong’s raison d’être”

Victoria Harbor Waterfront adalah tempat favorit untuk foto-foto yang menurut saya ‘Turis Hong-Kong banget’. Spot untuk menikmati Victoria Harborfront adalah sepanjang Tsim Sha Tsui Promenade (Semenanjung Kowloon). Ada beberapa tourist spots di sini, salah satunya adalah Avenue of Stars. Di Avenue of Stars terdapat sejenis Walk of Fame-nya Hong Kong dan patung-patung bertemakan film Hong Kong.

Selain itu, di malam hari ada yang namanya A Symphony of Lights. Symphony of Lights ini merupakan pertunjukan multimedia dengan melibatkan lebih dari 40 gedung dari kedua sisi Victoria Harbor. Pertunjukannya berupa cahaya lampu warna-warni, sinar laser yang sinkron dengan alunan musik. Keren? BANGET! Walaupun sudah 4 tahun yang lalu, pertunjukan ini masih membekas di ingatan saya dan Bunda. Sebelum menulis tulisan ini, saya sempat cek kalau Symphony of Lights tetap menjadi salah satu tourist attractions favorit di Hong Kong.

Untuk informasi: pertunjukan Symphony of Lights diadakan setiap jam 8 malam dan berlangsung sekitar 13 menit.

The Peak

Kalau ditanya apa tourist attraction favorit saya di Hong Kong mungkin jawabannya adalah: The Peak. Kenapa? Soalnya dengan sekali pergi ada banyak keseruan yang didapat.

Keseruan pertama adalah naik The Peak Tram. Tram ini bersejarah karena sudah mulai digunakan untuk mencapai titik tertinggi di Pulang Hong Kong sejak 1888. Selain bersejarah, naik tram ini sensasional rasanya karena nanjaknya ekstrim! Namun demikian pemandangannya keren banget: kombinasi antara modernnya gedung-gedung pencakar langit dan hijaunya bukit dengan pepohonan.

Selepas The Peak Tram, kami melanjutkan misi berikutnya yaitu ke The Peak Tower. Saya sempat bingung yang mana towernya, ternyata memang bentuknya bukan seperti menara pada umumnya. Namun arsitektur seperti ini membuat area observasinya lebih luas. Di The Peak Tower ini juga tersedia souvenir shops dan restoran. All-in-one. Walau begitu, di samping The Peak Tower masih ada mall yang disebut The Peak Galleria.

Begitu naik ke area observasi atau yang disebut dengan Sky Terrace, saya dan Bunda merasa tempatnya memang luas, jadi nggak harus berdesakan kalau pengunjungnya sedang ramai.

Saya sempat pernah baca sebuah artikel soal waktu terbaik untuk ke The Peak? Siang atau malam? Artikel itu menyarankan untuk pergi di sore hari jadi masih bisa lihat pemandangan saat day light, saat senja waktu lampu di gedung-gedung satu per satu dihidupkan, dan bisa menunggu waktu malam sekalian. Saya melakukan saran tersebut dan nggak menyesal sama sekali! Pemandangannya bagus banget saat senja. Namun, anginnya lumayan juga, hehehe.

Demikian catatan saya tentang beberapa objek wisata yang wajib dikunjungi kalau mau ‘sah’ jadi turis di Hong Kong. Selain pergi ke tempat wisata, tentu saya dan Bunda juga jalan ke beberapa pasar yang terkenal untuk shopping. Namun jujur saja karena perginya sudah 4 tahun yang lalu jadi saya nggak terlalu ingat banyak soal belanja.

Kalau ditanya apakah mau lagi ke Hong Kong, tentu saya mau banget. Saya belum puas jalan-jalan mengarungi setting film Chungking Express dan tentunya, belum ke Disneyland Hong Kong!

Semoga bermanfaat untuk yang ingin jalan-jalan ke Hong Kong ya :)


Postingan ini ditulis berdasarkan kisah nyata tahun 2013 dan diikutsertakan dalam kompetisi blog #WegoDiscoverHK

 

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply