Home & Family, Wanderlust
comment 1

Jalan-Jalan Bersama Antariksa: Singapura (Part 1)

Sejak awal tahun, saya dan suami sudah berencana untuk jalan-jalan ke Singapura. Misi utamanya adalah NASA Exhibition: A Human Adventure yang diadakan di ArtScience Museum, Marina Bay Sands. Kan nama lengkap Antariksa adalah Antariksa Safar yang artinya perjalanan luar angkasa, jadi ya saya pikir lucu juga kalau Antariksa dikasih lihat secuplik kehidupan astronot. Ya betul sih, pasti belum ngerti, tapi kan kelak bisa lihat foto-fotonya :p *jelas banget ini siapa yang ambisi haha*

Ini merupakan perjalanan pertama kami bertiga ke luar negeri. Tahun lalu kami sempat ke Singapura juga waktu hamil demi nonton Bon Iver. Namun sekarang Antariksa-nya sudah lahir dan, kalau bahasa Syahrini-nya, terpampang nyata. Kami pun melakukan beberapa modifikasi pada gaya traveling kami yang on (pretty tight) budget. Kami pilih naik full board flight dan menginap di hotel. Jujur nih ya, ini pengalaman pertama saya ke Singapura dan nggak menginap di hostel backpacker, hahaha.

Saya yang biasanya ‘gragas’ kalau jalan-jalan (kalau bisa pergi jalan-jalan keluar hotel dari Subuh dan pulangnya setelah makan malam, haha) pun menerima kenyataan bahwa itinerary harus dibuat selonggar dan sefleksibel mungkin mengikuti si bayi.

Berikut catatan perjalanan kami bersama Antariksa si bayi 5 bulan. Layak diintip buat para ibu-bapak muda yang udah nggak sabar liburan pasca lahiran :p

Day 1 – Arrived in Singapore, Strolling Around, Bras Basah Complex, Orchard

Strolling around

Kami mendarat Singapura sekitar pukul 11 waktu setempat dan langsung bertolak dari Changi ke Hotel G, Middle Road. Naik apa? Naik MRT dong! :p Walaupun jalan-jalan bersama bayi, kami tetap menjunjung tinggi yang namanya traveling light. Kami cuma bawa 1 koper besar, 1 carrier, dan 1 tas punggung untuk perlengkapannya Antariksa (plus masing-masing saya dan suami bawa tas ukuran kecil untuk traveling essentials seperti passport, dompet, ponsel, kamera, dst). Pembagian tugasnya: suami bawa carrier, koper besar dan tas selempangnya. Saya bawa tas punggung dan tas tangan sambil dorong stroller.

The cool thing about Singapore: it’s baby friendly, well at least, it’s totally stroller friendly. Selama 4 hari 3 malam, kami selalu menggunakan transportasi publik baik MRT maupun bus. Yup, seperti yang sudah saya bilang: termasuk dari dan ke bandara. Hampir di setiap stasiun dan bangunan terdapat lift untuk naik turun, trotoarnya pun properly built and connected for wheel chair. Sebelumnya, saya nggak pernah memperhatikan betapa wheel chair & stroller (& large luggage) friendly-nya Singapura.

Setelah check in dan istirahat sebentar, kami jalan-jalan sore seputar hotel. Hotel G ini lokasinya enak banget, relatif dekat kemana-mana karena bisa dicapai dengan jalan kaki dari Stasiun MRT Bugis dan Dhoby Ghaut. Selain itu, di sekitar Hotel G ada kampus-kampus seni, temples, sampai pasar! Pokoknya vibrant dan seru untuk strolling around.

Bras Basah Complex

Jalan-jalan sore pun bermuara di Bras Basah Complex. Bras Basah Complex ini boleh dibilang pusat jual beli buku baik bekas maupun baru. Selain buku, Bras Basah Complex ini juga terkenal memiliki peralatan seni dan alat tulis kantor yang lengkap. Saya pun menyempatkan diri untuk belanja beberapa buku bekas untuk Antariksa. Saya harus bilang bahwa buku bekas di sini jangan dibandingkan dengan kondisi buku bekas di Indonesia: bukunya masih bagus-bagus dan terawat. Bahkan buku-buku anak interaktif yang pop-up, pull-out, atau untuk bermain pun masih dalam kondisi sangat baik. Asal pintar pilih-pilih, pasti dapat kok harta karun buku dengan harga < 5 SGD.

Dari Bras Basah Complex kami jalan-jalan ke Orchard. Nggak lupa, saya melakukan kunjungan ritual ke Kikki.K di ION Orchard. Catatan sekaligus tips bagi para ibu menyusui: kunjungan ke mall adalah kesempatan bagus untuk menyusui dan ganti popok karena selama saya di sana, selalu ada nursing room memadai yang dilengkapi dengan dispenser air panas. Yah, sambil ganti popok sambil cuci mata juga lah yaaa, buibuk :p

Sebagai penutup hari, selepas dari Orchard kami menyempatkan silaturahmi ke rumah sepupunya suami yang sudah beberapa tahun menetap di Singapura. Sambil makan malam, kami ngobrol cukup banyak soal pemerintahan, tata kota, dan sistem pendidikan di Singapura.  The visit was very well spent. Bagi saya, ngobrol dengan ‘perantau’ selalu menambah wawasan, memberikan inspirasi dan semangat untuk maju.

*

Demikian saya akhiri dulu part 1-nya yaaa… Insya Allah akan dilanjutkan di post berikutnya :)

Cheers!

1 Comment

  1. Pingback: Jalan-Jalan Bersama Antariksa: Singapura (Part 3) -END - Puty's Journal

Leave a Reply