Daily Life, Thoughts
comments 4

Cerita Bazaar, Mamak-Mamak Ganas dan Jasa Titip

Hari Selasa kemarin saya datang ke sebuah acara bazaar dengan diskon hingga 70% dari perusahaan retail yang mendatangkan brand-brand Internasional. Salah satunya adalah favoritnyaibu-ibu kelas menengah ke atas masa kini, Mothercare, serta mainan untuk bayi dan anak-anak, ELC.

Saya sendiri (harus ngaku) termasuk golongan mamah muda yang mau barang sebagus-bagusnya dan harga semurah-murahnya :’) Sebetulnya kalau untuk pakaian anak saya nggak pernah silau sama brand. Baju cukup yang murah meriah asal bahannya cukup nyaman, satu dua boleh lah yang agak bagus untuk pergi-pergi. Namun kalau bicara mainan bayi dan batita, saya mau agak repot cari harga paling kompetitif (walau nggak murah-murah amat) dari barang yang punya standar kualitas tertentu.

Situasi bazaar pagi di hari pertama sebelum mulai. Foto bukan milik saya, saya hanya dapat dari teman hehe.

Maka datanglah saya bersama Bunda, Mbak ART dan Antariksa ke acara berjudul ‘Spectacular Bazaar’ ini di Senayan City jam 10:30 (FYI, event bazaar ini dibuka jam 10:00). Kebetulan sahabat saya kerja untuk perusahaan retail tersebut dan secara resmi para karyawan mendapat privilege membawa keluarganya (dengan jumlah maksimal tertentu) tanpa harus antri masuk.

Saya pun langsung mau sujud syukur bisa masuk tanpa harus mengantri karena antriannya kira-kira begini:

Antrian 3 lantai, bazaarnya di lantai 8!

Walau antriannya mengular di luar, saya harus bilang kalau bazaar ini tertib dan teratur. Di setiap lantai antrian disediakan kursi untuk duduk (walau terbatas), dan di dalam hall tempat diadakan bazaar tidak terlalu sesak walaupun ramai.

Seperti tujuan semua, saya pun mencari mainan-mainan diskonan untuk Antariksa. Barang-barang yang dijual di bazaar ini bukan cuma mainan anak, ada juga pakaian, aksesoris, peralatan makan, mandi, hingga perlengkapan traveling dan perabot. Kualitas barang yang dijual beragam, mulai dari yang didiskon biasa denga kondisi sempurna, sampai yang betul-betul diobral ke angka Rp5000 karena kemasannya sudah nggak layak jual, ada bagian yang hilang hingga fungsi yang tidak sempurna (misal tidak bisa bunyi, atau lampunya tidak nyala). Harganya pun beragam.

Suasana di dalam hall bazaar

Jujur, ini adalah pertama kalinya saya datang ke acara bazaar dengan segmen pasar ibu-ibu kelas menengah yang terkenal dengan ‘keganasannya’ kala berhadapan dengan diskon. Biar pun saya geologist, ngakunya dulu kerja jaga sumur pengeboran di laut pulang pergi naik helikopter atau menerjang ombak naik seatruck, SAYA MAH NGGAK ADA APA-APANYA KALAU BERHADAPAN SAMA IBU-IBU DI BAZAAR! :’))) #ngumpetdipojokan

Gila! Galak-galak dan setrong-setrong bener boooookkk ini yang ke bazaar! Waktu saya celingukan dan lihat-lihat mainan, kepeganglah mainan yang ‘ceritanya’ sudah diamankan oleh seorang ibu-ibu. Langsung dong saya dibentak dan dipelototin, “MBAK, ITU UDAH ADA YANG AMBIL!” Rasa hati mau bilang, “Ya, Bu, ngomongnya santai aja bisa kali….” tapi ya sudah lah, saya pun berlalu. Selang berapa lama, saya pun memegang lagi sebuah mainan globe yang ada di meja diskonan dan langsung loh saya diteriakin sama seorang anak, “TANTE, ITU PUNYA AKU!” Guys, seriously, anak kecil loh, pakai mini set juga kayanya belom. Ckckck, keras banget lah ibu kota ini :’)))

Begitu sampai di kasir, saya yang bawa 3 kantong belanjaan ternyata nggak ada apa-apanya dibanding sama orang-orang lain yang ngantri di depan saya. Beneran. Ada loh ibu-ibu yang beli mainan-mainan besar dalam kardus sampai puluhan! Saya dan Bunda saya sampai bengong.

Kontroversi Jastip

Buat teman-teman yang mungkin belum tau apa sih yang marak disebut-sebut Jastip, Jastip ini singkatan dari JASa tiTIP. Bagaimana cara kerjanya? Jadi orang yang membuka layanan Jastip ini akan membelikan sesuatu dari sebuah tempat atau event (bisa dari luar negeri, luar kota, atau ya event-event semacam pameran atau bazaar ini). Barang-barang yang tersedia untuk dibeli akan difotokan dan diupload ke akun si Jastipper untuk kemudian dipilih oleh pembeli. Setelah oke, barang tersebut akan dibelikan oleh Jastipper kemudian dikirim ke si pemesan. Sebagai imbalannya, pemesan harus membayar sejumlah uang untuk setiap barang yang dititip (jugaongkos kirimnya).

Berapa sih biaya jastip? Setau saya, untuk event-event semacam ini, biaya jastip berkisar dari 10.000 – 100.000 per barang, tergantung harga dan ukuran barang. Jadi misalnya nih ada mainan seharga 700.000 yang didiskon menjadi 300.000, pengguna jastip bisa minta dibelikan dan cukup menambah 25.000 sebagai ‘uang lelah’. Katakanlah ongkos kirimnya 50.000. Jadi pembeli cukup membayar 300.000 + 25.000 (biaya jastip) + 50.000 (ongkos kirim) = 375.000 sambil duduk manis di rumah sambil minum teh untuk barang dengan harga asli 700.000.

Menguntungkan? Iya dong. Menguntungkan baik untuk pembuka layanan jastip maupun untuk pembeli. Pembeli jelas dimudahkan, nggak usah ngantri, nggak usah bayar ongkos dan parkir, nggak usah desak-desakan, bisa dapat barang dengan harga murah. Awal tahun ini ada sebuah event bazaar mainan di Senayan City juga, ang guess what, ada sebuah pembuka layanan jasa titip yang dititipi dan membeli sampai 1.200 barang dalam sehari! Yah, hitung aja sendiri ya, 1.200 x 25.000 = 30.000.000 :p

The thing is, para jastipper ini kalau beli tuh nggak tanggung-tanggung, banyak banget, langsung borong habis berpuluh-puluh barang per artikel. Untuk event bazaar yang antriannya sampai 3 lantai seperti ini, para jastipper bisa stay lama banget berada di area untuk foto-foto dan pilih-pilih barang, belum lagi barang-barangnya akan ditumpuk di pinggir-pinggir area sehingga bikin sempit dan tentunya mereka galak & ‘nyolot’ banget kalau barang yang sudah mereka pilih kita pegang. Jadilah ini bikin orang-orang biasa yang beli untuk konsumsi pribadi kesel: LAH KAN BELUM DIBAYAR? NAMANYA JUGA BAZAAR? SIAPA CEPAT BAYAR DIA DAPAT DONG?

Belum lagi para jastippers ini bikin antrian di kasir jadi lama banget. Coba bayangin kalau kita cuma beli 5 barang tapi di depan kita beli 200 barang? Ya nggak salah sih, tapi tetap kalau dari lubuk hati terdalam ada rasa gondok itu manusiawi dong :p

Contoh antrian di depan kami. Suami sampai nanya, “Ini yang pada beli segini banyak di rumahnya punya TK kali ya?”

Yah, demikian sekelumit kisah bazaar pertama saya :’) Alhamdulillah saya berhasil dapat mainan-mainan ELC murah meriah untuk Antariksa, mostly due to damaged packaging. Ada yang saya beli dengan harga miring banget karena ada bagian yang hilang, but overall everything works well.

Hasil bazaar. Yah, namanya juga demi anak <3

***

Tips & Trik Survive Bazaar Mamak-Mamak Ganas

Untuk ibu-ibu, bapak-bapak, kakak, teteh yang mau datang ke acara bazaar diskonan yang antriannya panjang dan pengunjungnya dari segmen mamak-makan ganas seperti ini, berikut tips, trik dan saran dari saya:

  • Datang pagi untuk antri masuk. Seenggaknya 30 menit sebelum buka sudah di tempat.
  • Jangan datang sendirian, sebaiknya bareng dan teaming up, jadi bisa saling gantian jaga antrian atau barang kalau-kalau mau ke toilet atau makan.
  • Sarapan dulu dari rumah yang kenyang, jangan lupa minum vitamin supaya kuat dan tabah.
  • Kalau beli untuk konsumsi pribadi, lebih baik bawa cash karena biasanya antriannya nggak sepanjang antrian kartu kredit / debit, selain itu tentu bisa lebih stick wih the budget.
  • Pakai baju yang nyaman dan berkantong karena tas biasanya harus ditaruh di tempat penitipan sementara kita harus bawa handphone dan dompet ke dalam.
  • Hindari membawa barang berharga (misal: berlian, surat tanah, akta rumah :p)
  • Teliti sebelum membeli. Periksa betul harga sebelum dan sesudah diskon, periksa juga kalau ada ‘defect’ dari barang yang didiskon, apakah acceptable atau nggak bagi kita.
  • Make a shopping list based on priority, and also budgeting if you’ve got a chance.
  • Sabar-sabar. Berlakulah fair pada sesama pembeli, dan please, tetap jaga sopan santun pada panitia & petugas. Menurut saya ini penting banget. Panitia / petugas / staf juga manusia, bisa salah dan bisa lelah. Kita sebagai pembeli masih enak, habis lelah ngantri dan belanja bisa pulang, makan enak, main sama anak. Sementara panitia? Ya memang itu kerjaan mereka, tapi tetap lah kita saling jaga perasaan sesama manusia, ya kan?

Semoga bermanfaat! :D

Advertisements

4 Comments

  1. Dan kalau bisa ga usah bw anak ya mbak. Hihi.. aku pun intip dr para jastipper ajalah krn terlihat skali keganasan dsana. #bentarlgbbw #pgnksana #pastibykjastipper

  2. Wow, antriannya, walau Geologist, langsung angkat tangan dah, ngomong ama batu aja di pojokan, atau pake Jastip? :D :DJakarta emang keras yah.

  3. Cicilia Ng says

    Wah, bunda Puty beruntung sekali masih dapat mainan2 itu untuk Antariksa.. Nasib saya yang datang ber-3 (jadi uda teaming up lah ya) ga seberuntung itu. Kami start antri jam 11 (memang salah sih karena uda telat) baru bisa masuk jam 15 lewat dikit. Pulangnya setelah antri 2,5 jam bayar itu di jam 18:30. Terus mainannya sudah ga ada, Bun. Barang2 yang harganya bener2 miring uda ludes des dessss.
    Jadi kalo boleh menambahkan untuk tips n tricks nya ikutan bazaar ala emak2 galak ini: 1. Datangnya dari 4 jam sebelum acara dibuka. (Kmrn saya datang lagi jam 7:45, akhirnya dapat juga masuk “kloter pertama” yang dibukakan pintu jam 10 itu).
    2. Bersikap baik dan sama2 respect lah dengan pembeli yang lain. Panjangkan rasa sabar, karena eforia pengantrian yang sebegitu lama pasti memperpendek kesabaran kita. Apalagi kalau ketemu jastip yg borong mainan harga super miring sampai berpuluh-puluh pcs.
    Love your article btw. I think its super duper helpful for other moms whom are newbie in this kind of event (like me). It’s better if I found your article first then deciding to go to this kind of event, but unfortunately I did it the other way around; my bad :)

  4. Harusnya sih kalo udah kayak gini ada kasir express ya. Biar yang beli di bawah 10 items cepet bergerak.

Leave a Reply