Month: April 2017

Mungkin Kita Memang Kampungan dan Harus Jalan-Jalan ke Luar Negeri Untuk Belajar Beberes Meja Setelah Makan

Dua hari yang lalu saya membaca sebuah artikel soal turis Indonesia yang nggak membereskan meja setelah makan di restoran yang kemudian menjadi viral (artikel lainnya di sini). Saya nggak kaget kalau orang Indonesia melakukan hal ini. Saya malahan kaget waktu tau kalau katanya banyak sekali yang berkomentar kalau turis-turis Indonesia tersebut kampungan. Setau saya, kecuali di IKEA, orang Indonesia nggak pernah ‘dipaksa’ membereskan meja mereka setelah makan di restoran. Bukannya saya mau membenarkan kelakuan tersebut, namun faktanya orang Indonesia memang terbiasa dengan sumber daya manusia yang ‘berlimpah’ baik jumlahnya, waktunya dan tenaganya. Selalu ada tenaga kerja yang bisa dibayar dan salah satu tugasnya adalah untuk membereskan jejak makan para pelanggan baik di meja maupun di lantai. Saya pribadi biasanya bebersih ‘seadanya’ dengan tissue yang tersedia lalu menumpuk alat makan yang terpakai untuk menghemat beberapa detik waktu milik pramusaji yang akan membereskan meja kami. Yah, setidaknya walau nggak sampai beres (biasanya karena memang nggak selalu tersedia tempat sampah yang dedicated atau rak untuk mengembalikan baki dan peralatan makan) tapi nggak berantakkan banget lah. Beberapa kali saya mendapat komentar, “Biarin aja lah, Put.” Bahkan pernah saya diledek, “Sekalian …

Tips,Trik & Packing List Traveling Bersama Bayi <6 Bulan

Salah satu hal yang segera terpikir oleh saya setelah Antariksa mulai pintar menyusu sehingga tidak terlalu banyak drama lagi di antara kami adalah: aduh kapan bisa traveling lagi ya?Huahaha :p Waktu saya hamil beberapa teman bilang: “Puas-puasin deh babymoon, nanti kalau sudah lahiran nggak bisa jalan-jalan dulu.” Well, alhamdulillah, ternyata kami sempat ke Yogyakarta waktu Antariksa umur 3 bulan lebih dan ke Singapura waktu Antariksa umur 5 bulan. Jadi apakah setelah punya bayi bisa traveling? Ya dan nggak (lah, jawaban macam apa ini, hahaha). Ya, bisa traveling, tapi nggak traveling seperti waktu single atau berduaan sama pasangan. Nggak ada lagi cerita stick to itinerary yang padat, nggak ada lagi cerita nginep di hostel backpacker yang sekamar isinya 12 orang, apalagi nginep di bandara. Sudahlah, masa-masa itu sudah berlalu :p Baca juga: Artikel-artikel favorit di blog ini berkaitan dengan traveling on budget  Nah, berhubung beberapa teman yang baru menjadi orang tua maupun calon orang tua baru ada yang tanya-tanya ke saya, saya mau sharing sedikit tips & trik untuk teman-teman yang mau ‘buru-buru’ traveling lagi setelah punya anak bayi, yaitu waktu bayi …

Apakah Menjadi Ibu di Rumah Artinya Mundur Dalam Aktualisasi Diri?

Hari Sabtu lalu saya ketemuan dengan rekan seperjuangan waktu kerja sebagai wellsite geologist dulu. Berhubung jumlah wellsite geologist perempuan nggak banyak, mau nggak mau kami jadi dekat satu sama lain (eh, saya sih berasa dekat banget ya, mudah-mudahan kalian merasakan hal yang sama HAHA *sedih dong kalau nggak diakui*). Sudah 4 tahun berlalu sejak terakhir saya naik rig dan kalau dingat-ingat jadi kangen, hehe. Mungkin nggak semua orang suka kerja di rig tapi saya termasuk yang bisa menikmati. Saya introvert, suka kerja di malam hari, dan saya punya hobi yang bisa dilakukan di rig kalau bosan: baca buku, menulis, dan gambar-gambar. Saya juga menikmati banget hidup minimalis, nggak usah repot dandan sebelum kerja, baju juga cukup 2 stel, kantor jaraknya cuma beberapa langkah dari kamar dengan stok kopi dan cemilan unlimited, plus makanan selalu tersedia 4x sehari. Gaji awet, cuti pun banyak, hehehe. Tentu yang diingat-ingat  di atas adalah yang indah-indahnya. Lain waktu lagi ya cerita soal tekanan dan resiko kerja yang super tinggi :p Ya namanya juga lagi kangen, pasti yang diinget yang indah-indahnya dong. *kasih mic buat …