Motherhood
Leave a comment

Antariksa, Yuk Kita Makan!

Alhamdulillah Antariksa sudah masuk bulan ke-6 yang artinya: mulai makan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Seperti ibu-ibu lainnya, masa-masa mulai MPASI ini adalah masa-masa yang bikin saya deg-degan. Excited karena Antariksa bakal memulai petualangan baru dengan panca inderanya, namun khawatir kalau-kalau yang saya lakukan di awal masa MPASI ini salah dan malah bikin dia susah makan.

Rasa khawatir ini sebetulnya didasarkan dari pengalaman pribadi saya dan adik yang SUSAH BANGET makan. Perbedaan usia 7 tahun membuat saya ingat dengan jelas perjuangan ibu saya untuk ‘memaksa’ adik saya makan. Berharap nggak mengulang pengalaman tersebut, saya lebih fokus mencari tau bagaimana caranya supaya anak merasa nyaman berkenalan dengan MPASI. Salah satunya adalah menunggu sampai anak betul-betul siap memulai masa MPASI yang ditandai dengan kemampuan:

  • Menegakkan kepala
  • Duduk (di highchair ataupun dengan ditopang)
  • Mengkoordinasikan tangan untuk memasukkan makanan ke mulut

Berhubung Antariksa sudah menunjukkan kemampuan-kemampuan di atas dan sepertinya sudah ‘ngiler’ kalau lihat kami makan (plus sudah tumbuh 2 gigi!) maka di usia 6 bulan kurang 2 atau 3 hari Antariksa resmi saya perkenalkan MPASI.

Perlengkapan MPASI

Untuk persiapan perlengkapan MPASI, boleh dibilang saya santai banget karena sudah lengkap dikadoin, hihi. Dengan berjalannya waktu mungkin akan ditambah lagi yang ‘lucu-lucu’ seperti fresh food feeder atau pembuat popsicle rumahan. Kurang lebih begini perlengkapan MPASI perdana Antariksa:

Sementara untuk peralatan memasak saya menggunakan yang sudah ada di dapur :p #ibuibuhemat

Mungkin nanti kalau sempat dan sudah lebih banyak pengalaman akan saya tuliskan list lengkapnya di post terpisah ya :)

Bahan MPASI

Sebetulnya yang berkaitan dengan bahan MPASI ini bisa jadi satu mata kuliah 3 SKS sendiri, soalnya akan berhubungan erat dengan mahzab yang dianut masing-masing ibu. Tentu saya nggak kompeten untuk membahas ‘aliran-aliran’ MPASI yang dianut para ibu sejagat raya namun kalau saya sendiri memutuskan untuk ikut anjuran WHO saja. Namun saya nggak menutup kemungkinan untuk coba mengenalkan Antariksa pada Baby-Led Weaning.

Saya juga akan memberikan MPASI home made tanpa ‘mengharamkan’ biskuit & bubur instan :p Walaupun saya Stay At Home Mome (SAHM), tapi hidup mah realistis aja lah ya, wong ibunya sendiri doyan indomie dan basreng mecin. Selain itu saya pikir akan lebih praktis saat pergi-pergi. (BUIBUK NETIZEN, PLEASE JANGAN BULLY AKU~)

Well, berikut list belanjaan saya bahan MPASI untuk Antariksa 6 bulan:

  • Beras merah – untuk dibuat tepung
  • Kacang hijau – untuk dibuat tepung
  • Tepung ubi ungu (non-instan)
  • Pisang – untuk dikerok langsung
  • Pepaya – untuk dikerok & diambil airnya untuk saus bubur
  • Alpukat – untuk dikerok
  • Jeruk – untuk diperas
  • Wortel – untuk dijus
  • Bubur bayi Milna
  • Biskuit bayi Milna
  • Biskuit bayi Yummy Bites

Mengikuti saran sepupu saya yang anaknya cuma beda 3 bulan dari Antariksa, saya pun mencoba bikin tepung beras sendiri! (quite surprising when it comes to a Mom who just said that she didn’t want to be a home-made-baby-food-nazi…)

Cara membuat tepung beras sendiri untuk MPASI bayi:

  1. Rendam beras 6 -8 jam
  2. Keringkan beras dengan dijemur atau diangin-anginkan
  3. Giling beras dengan menggunakan dry mill
  4. Ayak beras yang sudah halus menggunakan saringan
  5. Giling kembali beras yang tersisa di ayakan, kemudian ulangi langkah 4
  6. Sangrai tepung beras dengan api kecil (gunakan daun salam atau daun pandan sebagai indikator, matikan api ketika daun sudah berubah warna)
  7. Simpan tepung di wadah kaca

MPASI Perdana Antariksa

Seperti yang saya perkirakan, pada prakteknya MPASI sepertinya nggak bisa 100% sesuai dengan rencana. Lagi-lagi mengambil pelajaran dari pengalaman saya dan adik, saya nggak mau memaksakan kehendak saya ke anak yang didasari teori ini itu dari buku.

Di hari pertama, Antariksa sudah makan 2x (teorinya dimulai dari 1x sehari dulu). Sekitar jam 10-11 pagi makan pisang dikerok dan sekitar jam 4 sore makan bubur beras (dicampur ASIP). Untuk pisang Antariksa mau makan walaupun nggak ‘gragas’. Yah yang penting masuk deh…

Lalu gimana dengan bubur beras merahnya?

DIA NGGAK SUKA, SAUDARA-SAUDARA.

*ibu berlari ke pojokan dapur dan mengusap air mata dengan kanebo*

Saya, (dibantu oleh suami dan mbak ART) pun mengalah. Setelah acara makan bubur beras perdananya terbilang ‘gagal’, Antariksa pun minta susu. Kami pun berkesimpulan kalau si bubur beras merah ini ditolak karena… nggak enak! :p Soalnya waktu makan pisang, Antariksa nggak sampai menolak. Berdasarkan buku-buku yang saya baca, ASI itu sebetulnya ada rasanya sesuai dengan makanan yang dikonsumsi si ibu. Oleh karena itu, bubur beras merah yang ‘blas’ hambar ini sebetulnya ‘kemunduran’ bagi indera pengecap anak. Namun memang sih semuanya merekomendasikan bubur tepung dengan ASIP sebagai menu perdana.

Improvisasi…

Pada hari-hari berikutnya kami pun bereksprimen dengan mencampurkan pepaya sebagai saus bubur beras merahnya. Alhamdulillah, Antariksanya mau menerima dan makan walaupun tetap nggak terlalu lahap sih, hehe. Sekarang Antariksa masih makan 2x sehari. Rencananya pelan-pelan akan saya tambahkan selingan berupa sari buah atau biskuit.

Semangat ya, Nak. Mari kita sama-sama belajar menghadapi setiap petualangan baru bersama yaaa!

Sampai ketemu di cerita MPASI Antariksa berikutnya! Cheers :3

Leave a Reply