Highlight, Motherhood, Wanderlust
Leave a comment

Tips,Trik & Packing List Traveling Bersama Bayi <6 Bulan

Salah satu hal yang segera terpikir oleh saya setelah Antariksa mulai pintar menyusu sehingga tidak terlalu banyak drama lagi di antara kami adalah: aduh kapan bisa traveling lagi ya?Huahaha :p Waktu saya hamil beberapa teman bilang: “Puas-puasin deh babymoon, nanti kalau sudah lahiran nggak bisa jalan-jalan dulu.”

Well, alhamdulillah, ternyata kami sempat ke Yogyakarta waktu Antariksa umur 3 bulan lebih dan ke Singapura waktu Antariksa umur 5 bulan.

Jadi apakah setelah punya bayi bisa traveling? Ya dan nggak (lah, jawaban macam apa ini, hahaha). Ya, bisa traveling, tapi nggak traveling seperti waktu single atau berduaan sama pasangan. Nggak ada lagi cerita stick to itinerary yang padat, nggak ada lagi cerita nginep di hostel backpacker yang sekamar isinya 12 orang, apalagi nginep di bandara. Sudahlah, masa-masa itu sudah berlalu :p

Baca juga: Artikel-artikel favorit di blog ini berkaitan dengan traveling on budget 

Nah, berhubung beberapa teman yang baru menjadi orang tua maupun calon orang tua baru ada yang tanya-tanya ke saya, saya mau sharing sedikit tips & trik untuk teman-teman yang mau ‘buru-buru’ traveling lagi setelah punya anak bayi, yaitu waktu bayi berumur < 6 bulan. Usia 6 bulan ini merupakan salah satu game changer karena anak harus sudah mulai makan makanan padat jadi nanti saya tulis terpisah saja ya.

Berikut tips & trik dari saya:

  1. Kalau ingin betul-betul menikmati acara jalan-jalannya, pilihlah destinasi yang stroller & baby friendly. Unfortunately, menurut saya tempat-tempat wisata di Indonesia nggak stroller dan baby friendly, oleh karena itu nggak heran kalau lebih banyak keluarga muda yang memilih refreshing ke mall. Kalau dari pengalaman pribadi saya, Singapura sangat baby friendly, begitupun Hong Kong dan Jepang.
  2. Berhubung insfrastruktur publik kita nggak terlalu nyaman untuk dinikmati bersama bayi, maka menurut saya staycation / vacation di hotel / resort yang all in one (penginapan + tempat rekreasi) bisa jadi pilihan.

    Baca juga: Staycation at Aston Bogor

  3. Pilih akomodasi yang nyaman dengan sirkulasi udara yang memadai (dan smoking-free zone). Kalau memilih akomodasi Airbnb, jangan lupa cek ketersediaan lift. Percayalah, nggak akan rugi kok memilih akomodasi yang enakeun karena akan lebih banyak waktu yang dihabiskan di dalam daripada di luar.
  4. Hindari peak season untuk kenyamanan bayi maupun kita sebagai orang tua.
  5. Book & plan in advance to avoid being in long line.
  6. Know & establish your baby’s routine; napping, nursing, & sleeping. Menurut saya ini penting banget untuk menghindari drama bayi cranky dan nangis-nangis di jalan atau tempat wisata. Ini juga bisa digunakan untuk menyusun strategi, kombinasi antara mall, museum, taman maupun outdoors area lainnya untuk ganti popok atau tidur siang.
  7. Talking about outdoor-indoor, create a couple of scenarios. Cek ramalan cuaca dan buat plan B seandainya hari hujan atau terlalu terik. Jangan lupa bawa payung ya :D
  8. Hindari rush hour kalau mau menggunakan transportasi publik untuk menghindari dempet-dempetan ataupun macet di jalan.
  9. Untuk breastfeeding mama, jangan lupa bawa nursing cover karena tentu nursing room nggak selalu tersedia.
  10. Team up with your partner, tentukan jatah kewajiban masing-masing. Siapa yang pegang stroller, siapa yang pegang tas A, B, dan C, siapa yang bertanggung jawab atas dokumen-dokumen perjalanan, dst. Sebetulnya ini untuk menghindari saling tanya “Dimana kunci kamar?” atau “Dimana paspor bayi?” waktu sedang riweuh.
  11. Untuk packing, berhubung barang bawaan si bayi sudah heboh sendiri, maka sebaiknya orang tua mengalah, hehe :p Keep it light, keep it simple. Utamakan pakaian yang nyaman dan gampang di-mix and match.
  12. Relax and enjoy the trip. Usahakan nggak terlalu banyak mengkhawatirkan hal-hal yang nggak perlu dikhawatirkan. Percaya diri dan berpikir positif aja kalau si bayi akan menikmati acara jalan-jalannya :)

Untuk tips dan trik di pesawat bisa cek di sini ya: Bepergian dengan Pesawat Bersama Bayi

Oke, jadi apa saja yang perlu dibawa?

Berikut baby packing list alias daftar barang / perlengkapan bayi untuk dibawa jalan-jalan / traveling versi saya:

  • Stroller
    • Plastik penutup tambahan untuk stroller jika hujan
  • Baby carrier / gendongan instan
  • Alas ganti popok
  • Selimut
  • Bantal + sarung bantal tambahan
  • Pakaian:
    • Baju
    • Celana
    • Baju tidur
    • Kaos kaki
    • Baju hangat & topi
    • Deterjen bayi (jika berencana mencuci)
    • Popok sekali pakai (pospak)
  • Alat Mandi:
    • Tissue basah (baby wipes)
    • Cairan antiseptik (ex. Det*l)
    • Sabun bayi
    • Shampoo bayi
    • Baby oil
    • Handuk
    • Waslap + wadah plastik untuk air hangat
    • Bathub lipat (jika perlu)
    • Minyak telon
    • Krim untuk ruam popok
    • Obat penurun panas
  • Mainan bayi
  • Perlengkapan untuk membuat susu formula
  • Tissue kering
  • Anti bacterial hand gel
  • Plastik kresek
  • Ibu
    • Nursing cover
    • Breastpad

Daftar ini tentu saja nggak mutlak dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan bayi, kebiasaan ibu maupun kondisi tempat tujuan :)

Berikut versi yang bisa didownload:

Demikian dan semoga bermanfaat :D

Kalau ada yang mau menambahkan tips, trik, things to pack, atau mau sharing cerita soal jalan-jalan bersama bayi silakan tambahan di bagian komentar yaa :)

Leave a Reply