Daily Life, Highlight, Home & Family
comments 6

Detox Menyambut Ramadan

Sebetulnya saya sudah ingin menulis soal ini sejak minggu lalu. Namun berhubung ada project menarik (I’ll spill more about this another time, hihi) yang sedang saya kerjakan maka baru H-2 Ramadan ini sempat saya realisasikan.

Alhamdulillah, Ramadan sudah hampir tiba. Sebagai umat Islam, saya sangat berharap bulan suci ini dapat menjadi penyejuk hati dan momen penyambung tali silaturahmi. Saya sendiri sudah memutuskan untuk nggak posting soal politik dan agama di media sosial. Keputusan ini saya ambil bukan karena saya takut menyuarakan ‘kebenaran’ atau menyatakan ‘keberpihakan’, namun karena saya meyakini kalau posting soal politik dan agama akan membawa mudarat yang lebih besar dibanding ‘stay calm’.

Kerusakan tidak bisa dihilangkan dengan kerusakan.

Oleh karena itu menjelang Ramadan saya akan menulis soal detox saja deh :p Well, sebetulnya masih nyambung sih karena berpuasa sendiri merupakan salah satu bentuk detoksifikasi tubuh yang alami. Tentunya dengan catatan kalau sahur dan berbuka puasanya dengan wajar, hehe.

Nah, selain detoksifikasi tubuh, menjelang dan di saat Ramadan saya juga melakukan beberapa detoks lainnya.

Detoks Lemari Baju dan Laci-Laci

Detoks lemari baju dan laci-laci ini sebetulnya boleh dibilang merupakan bagian dari detoktifikasi rumah seperti yang disebutkan di buku Marie Kondo. Sebetulnya sebelum Antariksa lahir saya sudah melakukan program decluttering untuk lemari baju saya dan suami. Semua baju yang sekiranya nggak akan saya pakai lagi karena kesempitan atau memang sudah nggak cocok lagi dipakai ibu-ibu saya kumpulkan dan saya donasikan atau buang.

Namun ya namanya juga hidup berumah tangga, cepet banget deh lemari dan laci-laci dipenuhi oleh perintilan yang nggak jelas seperti name tag conference punya suami, obat-obatan sisa yang didapat dari dokter, baterai bekas, dll, dll. Nah, barang-barang semacam ini lah yang dideclutter dan dirapikan.

Manfaat: Membuat rumah lebih teratur dan rapi, lemari dan laci-laci menjadi lebih lega, dan sebagai bonusnya bisa menemukan barang-barang yang ‘menghilang’ :P

Detoks Dapur

Detoks dapur ini saya lakukan bareng Bunda dan Mbak Asisten Rumah Tangga (ART). Utamanya sih beberes kulkas, freezer, dan lemari makanan. Kami mengeluarkan makanan / bahan masakan yang sudah expired serta mendata yang mana yang harus segera dikonsumsi.

Manfaat: Menyediakan space lebih untuk makanan / bahan makanan karena biasanya sih kalau untuk sahur kita ingin yang praktis-praktis dan kalau berbuka puasa ingin yang segar-segar :p Selain itu mendata apa-apa yang sudah ada di dapur akan bikin belanja lebih efisien.

Detoks Akun Sosial Media

If you haven’t done this, trust me you should. Belakangan saya mencoba untuk mengurangi pemakaian social media, mencoba log out Twitter & Facebook dan hanya log in setiap kali saya betul-betul butuh posting atau baca sesuatu. Saya juga coba mematikan notifikasi Path dan yang paling penting adalah unfollow akun-akun gosip dan online shop di Instagram.

Harus saya akui bahwa saya belum bisa sepenuhnya unplugged tapi dengan unfollow banyak akun (yang sebetulnya nggak esensial dan nggak membawa inspirasi) saya bisa mengurangi waktu yang terbuang akibat scrolling dan Insta-stalking. Saya jadi lebih positif, produktif, dan lumayan sih, mengurangi hobi ngejudge (walaupun ya tetep sih kalau di group chat susah banget ngilanginnya….. Ampuni hamba, Ya Allah… :’)))

Detoks Harta

Sebetulnya saya nggak tau deh penggunaan kata detoks yang dirangkaikan dengan harta ini sebetulnya pas atau nggak, hehe. Namun intinya, maksud saya ini adalah zakat, infaq, sedekah, dan semua yang sifatnya menyisihkan sebagian rezeki untuk yang kurang beruntung. Bagi umat Islam, tentu momen Bulan Suci Ramadan ini sangat baik untuk ‘detoks harta’ :)

Detoks To-Do-List & Janji-Janji

Berhubung Idul Fitri adalah momen yang pas untuk memulai ‘kembali dari 0’, rasanya Bulan Ramadan cocok diisi dengan mendata rencana-rencana dan niat baik yang belum bisa terlaksana, misalnya janji mau datang ke rumah teman yang baru punya anak atau menjenguk saudara yang sudah lama sakit. Momennya juga tepat untuk mengontak saudara dan teman lama, menyelesaikan buku agama yang sudah lama belum selesai dibaca, atau ikutan kegiatan sosial. Kalau saya berencana untuk menyelesaikan baca buku Wawasan Al-Qur’an oleh  M. Quraish Shihab yang sudah setahun lebih belum saya selesaikan, hehehe.

Mudah-mudahan dengan detoks-detoks di atas saya bisa lebih fokus beribadah dan melakukan lebih banyak amal baik selama Ramadan. Aamiin YRA. Siapa tau ada teman-teman yang juga terinsipirasi untuk melakukan detoks-detoks tersebut.

Untuk teman-teman yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadan, saya mengucapkan selamat berpuasa. Semoga kita semua diberikan nikmat beribadah dan ketenangan batin. Mohon maaf apabila saya ada salah-salah tulis, salah-salah kata, atau telat balas email ya :)

Advertisements

6 Comments

    • tapi baju anak yang lucu2 tuh emang paling susah deh mau nge-ikhlasinnya yaa. apalagi yang lumayan mahal :’))) biar udah nggak muat rasanya sayang ajaaa…

  1. Nani says

    Aku juga detoks social media putyyyy. Aku bahkan gak pake smartphone hampir sebulan lebih, dan cuma sesekali mampir buka internet buat baca blog2. Agak susah ya karna sekarang komunikasi banyak yg lebih milih lewat WA dan nonaktif dari smartphone artinya nonaktif dari WA juga, tapi banyak manfaat nya juga, karena waktu yg biasanya abis buat stalking sama chat ga jelas di wa atau bbm bisa dipake buat baca buku atau bergaul. Kalo soal kerjaan banyak yg protes sih karena jd agak susah komunikasi via wa tapi karena infonya penting atasan jadi lebih ke ngomong langsung ke aku setiap ada tugas dan file dikirim lewat email hahaha. Lumayan, dulu walaupun meja deket2 an sama atasan kalo ada tugas apa apa bos lebih suka kasih instruksi via wa.Skrg doi jd modal suara buat ngomong langsung atau nelpon ke nomer hape kalo lagi ga dilokasi yg sama. Awalnya protes dan nyuruh aku pake wa lg tapi kesini2 nya jadi terbiasa.
    Detoks nya agak lebay sih cuma aku mau nyoba 3 bulan tanpa smartphone, karena udah merasa super ketergantungan :9

    • WOWWW HEBAT BANGET… menurutku non-aktif dari WA udah ultimate goal banget hahahah. tapi aku setuju loh bisa bikin produktif banget… apalagi aku anaknya gatel suka ngerumpi di grup WA. hihihi… salut! mau nyoba juga ah :3

Leave a Reply