Month: July 2017

Penerbangan Jarak Jauh Bersama Bayi (Part 1)

Ada teman yang menagih salah satu janji saya sepulang dari Paris: menulis soal pengalaman terbang jarak jauh dengan bayi. Nah, berhubung Insyaallah kami mau sudah mau ngetrip lagi (ecieee…) jadi sebaiknya janji ini segera saya lunasi, hehe. Kalau ditanya kenapa kami memilih pergi ke Paris waktu Antariksa masih berumur 8 bulan, jawabannya adalah: terpaksa, hahaha. Jadi sebetulnya saya dan Antariksa nebeng suami yang ada tugas negara ikut konferensi. Nah, mumpung suami dibayarin kantor tiket dan akomodasinya, pergilah kami sekeluarga. (Tenang, saya dan Antariksa bayar sendiri kok, nggak ikutan dibayarin negara :p) (Baca juga: Bepergian Dengan Pesawat Bersama Bayi) Kami pilih naik Qatar Airways karena jadwal terbangnya ‘enakeun’ (berangkat dari Jakarta tengah malam, djadwalkan sampai Paris siang) dan transitnya di Doha, jadi baik penerbangan Jakarta-Doha maupun Doha-Jakarta nggak terlalu lama, masing-masing sekitar 7 jam. Selain itu saya juga punya pengalaman baik terbang dengan maskapai ini sebelumnya (dan betul sih jadi Airline of The Year lagi tahun 2017). Advertisements

Advertisements

Zen Activity with Brushes

Pernah dengar istilah ‘Zen Activity’ (atau mungkin boleh saya terjemahkan jadi ‘kegiatan zen’)? Saya tau istilah tersebut pertama kali waktu ikutan weaving class-nya Nike Prima di Balikpapan sekitar 2 tahun yang lalu. Mbak Nike bilang kalau anyam menganyam bisa jadi salah satu kegiatan zen yang menenangkan dan bikin fokus. Saya belum menemukan sih definisi resmi dari ‘zen activity’ tapi kurang lebih kalau dielaborasi dengan keren begini kali ya: Activity that’s done with total state of focus that incorporates a total togetherness of body and mind bringing wholeness and inner peace. (Find out more about zen lifestyle here) Saya bisa mengerti sih kenapa menganyam bisa masuk kategori kegiatan zen. Namun kalau boleh jujur, saya orangnya kurang teliti sehingga sering salah kalau urusan anyam menganyam, jahit menjahit dan kawan-kawannya. Ada aja, ya kelongkap lah, keulang lah, kadang juga ketusuk lah, hahaha, kacau balau. Setelah beberapa kali mencoba, saya menyimpulkan: I’m not really ‘zen’ with weaving :p Salah satu kegiatan zen lain yang sempat ‘booming’ 2-3 tahun belakangan adalah: mewarnai. Kalau boleh jujur lagi, kegiatan ini nggak membawa kedamaian dan fokus untuk saya. Apalagi …

My First LINE Stickers: Sassy Sushi Gang

Akhirnya salah satu keinginan terpendam saya berhasil jadi kenyataan kemarin: meluncurkan sticker set LINE buatan saya sendiri! Alhamdulillah :3 Saya sendiri adalah pengguna LINE dan mengandalkannya untuk berkomunikasi dengan pelanggan (pemesan art commission dan customer Fat Bunny). Selain untuk ‘bisnis’ saya juga memakai LINE untuk group chat. Harus saya akui bahwa salah satu faktor yang membuat LINE menarik banget untuk saya adalah fitur sticker-nya yang lucu-lucu, hahaha. Yup, buat saya banyak ekspresi yang nggak bisa disampaikan dengan kata-kata bahkan emoji namun bisa disampaikan dengan sticker tertentu. Singkat cerita, sebagai orang yang doyan pakai dan beli sticker, saya pun punya cita-cita untuk punya sticker LINE sendiri. Tahun 2015 saya membuat draft sticker dengan karakter sushi. Namun waktu itu LINE Creator Market belum se-terbuka sekarang. Ada beberapa hal yang akhirnya membuat saya nggak bisa mengajukan sticker set tersebut (saya sendiri lupa sih apa saja, hehehe…). Sushi-sushi lucu ini pun saya simpan dan hampir saya lupakan. Fast forward ke tahun 2017, ternyata LINE Creator Market sudah berubah. Iseng-iseng saya pun coba mengajukan kembali sticker set dengan karakter sushi buatan …