Month: July 2017

Penerbangan Jarak Jauh Bersama Bayi (Part 2)

Menyambung post sebelumnya tentang penerbangan jarak jauh pertama Antariksa ke Paris, saya akan melanjutkan sedikit cerita tentang kisah kasih kami di pesawat. Kemudian saya akan sharing sedikit tips & trik serta daftar barang-barang yang penting dibawa untuk terbang jarak jauh bersama bayi (<1 tahun). * Oke, setelah segala drama yang sudah saya ceritakan di part 1, kami pun mendarat di Bandara Charles De Gaulle, Paris (CDG). Kondisi saya sudah lusuh banget dengan bekas muntah di mana-mana, rambut yang sudah offside dari kerudung, dan anak yang sudah skip entah berapa kali makan. Literally saya nggak tahu berapa kali skip makan karena ada beda waktu 7 jam yang bikin saya bingung, ini jamnya makan siang atau malam atau gimana sih? *merenung di pojokan* Untuk melengkapi semuanya, Antariksa pup lagi waktu kami sedang siap-siap turun dari pesawat. Hahaha. Duh, Nak, kok bisa sih nggak makan tapi pupnya lancar benerrrrr? And then, guess what, ternyata NGGAK ADA nursing room (atau setidaknya space yang layak untuk membaringkan bayi) sebelum lewat imigrasi. Akhirnya kami pun mengantri untuk cek paspor dengan kondisi …

Advertisements

Penerbangan Jarak Jauh Bersama Bayi (Part 1)

Ada teman yang menagih salah satu janji saya sepulang dari Paris: menulis soal pengalaman terbang jarak jauh dengan bayi. Nah, berhubung Insyaallah kami mau sudah mau ngetrip lagi (ecieee…) jadi sebaiknya janji ini segera saya lunasi, hehe. Kalau ditanya kenapa kami memilih pergi ke Paris waktu Antariksa masih berumur 8 bulan, jawabannya adalah: terpaksa, hahaha. Jadi sebetulnya saya dan Antariksa nebeng suami yang ada tugas negara ikut konferensi. Nah, mumpung suami dibayarin kantor tiket dan akomodasinya, pergilah kami sekeluarga. (Tenang, saya dan Antariksa bayar sendiri kok, nggak ikutan dibayarin negara :p) (Baca juga: Bepergian Dengan Pesawat Bersama Bayi) Kami pilih naik Qatar Airways karena jadwal terbangnya ‘enakeun’ (berangkat dari Jakarta tengah malam, djadwalkan sampai Paris siang) dan transitnya di Doha, jadi baik penerbangan Jakarta-Doha maupun Doha-Jakarta nggak terlalu lama, masing-masing sekitar 7 jam. Selain itu saya juga punya pengalaman baik terbang dengan maskapai ini sebelumnya (dan betul sih jadi Airline of The Year lagi tahun 2017).