Books, Wanderlust
comments 3

Paris Trip 2017: Shakespeare and Company

Biasanya sehabis traveling, saya akan merangkum perjalanan secara keseluruhan untuk ditulis di blog dilengkapi dengan itinerary dan tips trik untuk jalan-jalan murah meriah. Namun untuk trip ke Paris kemarin, saya nggak mau melakukan hal yang sama. Saya mau menuliskan beberapa hal yang paling berkesan dari perjalanan kami secara random pada blogpost terpisah.

Kali ini saya mau menulis tentang toko buku independen Shakespeare and Company yang terletak di km 0 Kota Paris. Toko buku ini memang yang paling bikin saya excited ke Paris bahkan sejak jauh-jauh hari sebelum berangkat.

Kenapa? Karena ini adalah toko buku tempat bertemunya Jesse dan Celine di film Before Sunset. Buat yang belum nonton, for the millionth time, I’d recommend this trilogy, Before Sunrise (1995), Before Sunset (2004), Before Midnight (2013)(Walaupun suami saya termasuk yang ketiduran waktu nonton Before Sunrise dan nggak berniat nonton lanjutannya… Boooo!)

Jesse & Celine

Saya, suami dan Antariksa langsung ke Shakespeare and Company di hari kedua kami di Paris. Terlepas dari kemunculannya di Before Sunset ataupun Midnight in Paris-nya Woody Allen, toko buku ini sangat touristy karena terletak di daerah yang sangat touristy juga yaitu di tepi Sungai Seine berseberangan dengan Notre Dame.

Toko buku ini memang penuh sejarah dan merupakan tempat yang wajib untuk dikunjungi bagi para pecinta sastra dan literatur. Asal usul toko buku ini merupakan tempat ‘nongkrong’nya geng Lost Generation semacam Ernest Hemingway dan F. Scott Fitzgerald. Gaul pisan lah pokoknya. Sampai sekarang toko buku ini tetap beroperasi secara independen dengan koleksi buku baru maupun bekas. Kalau mau numpang baca juga boleh. Oh iya, sampai sekarang di sini memang rutin diadakan acara seperti peluncuran atau pembacaan buku, jadi memang selalu ramai.

Selain toko buku, Shakespeare and Company ini juga membuka pintunya untuk para penulis dan seniman untuk tidur di sini dengan imbalan bantu-bantu di toko. Mereka ini disebut dengan Tumbleweed. Kalau menurut websitenya Shakespeare and Company, sejak tahun 1951-an sudah ada 30.000 orang yang menjadi Tumbleweed di sini. O M G. <3

Waktu kami ke sini kondisinya ramai banget. Kebetulan sekitar seminggu sebelumnya ada serangan di Notre Dame sehingga di pintu masuk ada pemeriksaan tas oleh petugas keamanan.

Harus saya akui kalau bagian dalamnya nggak sesumpek yang saya bayangkan. Memang rak-rak bukunya sampai ke langit-langit dan low lighting namun rasanya hangat dan menyenangkan karena dikelilingi oleh banyak sekali buku. Koleksinya banyaaakkk dan menggemaskan sehingga  hati ingin memborong pakai koper. Semua buku dikelompokkan, disusun secara sistematis dan alfabetis. Walaupun begitu untuk saya sensasinya malah jadi mirip dengan ngeceng buku di London. Apalagi para Tumbleweeds yang waktu itu bertugas ngobrolnya dengan aksen British yang seksih sekali, duh :3

Oh iya, kita dilarang foto-foto di dalam toko. Sebagai warga internasional yang baik (tsaaah!) saya pun patuh kepada peraturan tersebut.

Kurang lebih begini lah situasinya…

Setelah lihat-lihat dan menikmati suasana di dalam sambil membayangkan hadir di acara book launchnya Jesse (#tetep) saya pun membeli beberapa buku. Buku-buku yang kita beli di sini bisa dibubuhkan cap Shakespeare and Company waktu bayar di kasir <3

Buku saya yang dicap Shakespeare and Company

Selain beberapa buku saya juga membeli amplop berisi puisi random yang diketik manual oleh Benjamin Aleshire (titelnya di situ adalah tumbleweed, tapi memang dia tukang ketik puisi dengan mesin ketik). Another love struck moment karena menurut saya ide ini romantis banget dan mengingatkan saya pada sebuah scene di film Before Sunrise yang menampilkan penulis puisi custom by request.

Begitu keluar toko muka saya pun berseri-seri. Walaupun penuh sesak di dalam tapi rasanya puas banget dan sesuai dengan apa yang saya impikan selama ini. Kalau teman-teman pecinta buku dan punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Paris, it’s definitely a must visit. Seandainya saya punya lebih banyak waktu saya pasti akan betah berlama-lama di sini. Sayangnya saya dan suami harus masuk bergantian karena Antariksa harus menunggu di luar berhubung stroller nggak mungkin masuk.

Oh iya, di sebelah toko buku ada cafenya juga kok. Selain itu ada sumber air minum gratisan tepat di depan toko sehingga cocok banget buat para traveler irit yang mau isi ulang botol air mineral, hihi.

Sah umroh Before Sunset!


Shakespeare and Company
37 rue de la Bûcherie
75005 Paris, France

Jam Buka
Toko Buku: Setiap hari, 10am to 11pm
Antiquarian: Selasa sampai Sabtu, 11am to 7pm
Café: Senin sampai Jumat, 9:30am-7pm | Sabtu & Minggu, 9:30am-8pm

Tertarik ingin jadi Tumbleweed?
Email ke news@shakespeareandcompany.com dengan “Tumbleweed” di bagian subject.

Advertisements

3 Comments

  1. Ouwh Before Sunset itu ya favorit aku dari ketiga trilogy Before Sun :)
    Btw, aku kesampean loh dateng ke acara launching book-nya Ethan Hawke. Langsung tiba-tiba berasa Celine terus gemeteran apa deehh…

  2. Aku suka banget sama Before Trilogy dan film itu yang bikin aku kepengen banget ke Paris, mampir ke toko buku Shakespeare and Company. Semoga suatu hari bisa terwujud seperti Mbak Puty :)

Leave a Reply