Artwork, Daily Life
comments 2

Drawing Illustrated Map with Ayang Cempaka

Mumpung masih segar banget karena baru kejadian kemarin, saya mau cerita pengalaman saya ikutan drawing class bersama Mbak Ayang Cempaka. Sebetulnya saya sudah ngefans sama karya-karyanya Mbak Ayang sejak pertama kali tau. Saya juga sudah kepengin banget ikutan kelas / workshop menggambarnya sejak diadakan oleh Living Loving tahun 2014. Namun apa boleh buat, waktu itu saya masih kerja di Balikpapan dan tanggal pulangnya selalu nggak tepat. Begitu kembali ke Bekasi, saya hamil lalu ripuh lahiran dan seterusnya yada yada~

Singkat cerita, waktu workshop / drawing class ini diselenggarakan lagi oleh Market & Museum, saya langsung tertarik untuk daftar. Ketertarikan ini langsung jadi keputusan dan tekad bulat waktu baca kalau temanya adalah peta berillustrasi / illustrated map. Wow! Kalau bahasa anak mudanya: mestakung nih, alias semesta mendukung! :p

Setelah menembus kemacetan Jakarta yang hakiki, saya pun sampai di Kemang Village. Saya lumayan syok waktu tau kalau drawing classnya diadakan di tengah-tengah departemen store. Literally di tengah-tengah dong, hahahah. Untungnya saya bisa fokus walaupun tulisan ‘SALE’ ada di segala penjuru mata angin. Antara fokus sama minim budget belanja memang tipis sih.

Namun demikian, lokasi yang agak unik ini sebetulnya bikin suasana lebih santai. Mbak Ayang sebagai instruktur juga seru dan rame banget, jadilah sambil belajar sambil ngobrol-ngobrol juga.

Untuk workshop menggambar peta berilustrasi alias illustrated map ini, setiap peserta diberikan peralatan gambar berupa kertas gambar, kertas millimeter block, kertas kalkir, pensil, penghapus, kuas sedang dan kecil, serta palet. Saya tadinya berharap diajarin pakai gouache, namun yang dipakai pada workshop ini adalah cat poster biasa. Sebetulnya kalau dari hasil googling, bedanya cat poster dan gouache adalah harganya hihihi. Menurut Mbak Ayang sendiri, gouache lebih tahan lama dan bisa disimpan bertahun-tahun. “Ya, ono horgo ono rupo,” kata Mbak Ayang yang langsung bikin saya ngakak.

Langkah pertama yang harus dilakukan para peserta adalah memutuskan negara mana yang mau dibuat petanya. Saya sempat berpikir untuk menggambar Norwegia supaya hipster sedikit (LAH~). Eh ternyata bentuknya susah yha~ Akhirnya saya pilih Spanyol saja dengan pertimbangan: bentuknya nggak rumit dan touristy sehingga cukup banyak objek yang bisa digambar. Saya pun pernah ke Madrid (tengah), Seville (selatan), Granada (selatan) dan Barcelona (timur) jadi ada bayangan lah, nggak ngasal-ngasal banget.

Setelah menggambar di kertas millimeter block, gambar tersebut harus dipindahkan ke kertas gambar dengan kertas kalkir sebagai perantara. Saya langsung dong terkenang masa-masa praktikum waktu kuliah dan jadi agak #ambisius karena memang hobi saya banget nih ngetrace peta :p

Trace, trace, trace~

Setelah gambar berhasil dipindahkan ke kertas gambar, tiba saatnya mewarnai. Ketika mulai mewarnai, waktu ternyata tinggal tersisa 1 jam (dari 3 jam yang ada). Walaupun cukup familiar dengan cat poster, sudah setahun lebih saya nggak pegang kuas lukis. Sempat grogi soalnya suami dan anak sudah siap menjemput, hahaha. Alhamdulillah, dengan the power of mepet deadline yang sudah saya perdalam semasa kuliah, peta Spanyol berilustrasi karya saya selesai juga ;D (Jadi, buat yang bilang kalau kuliah teknik itu nggak pakai seni, kalian salah besarrr… Apalagi teknik geologi, huahahaha)

Mewarnai ditungguin suami dan anak. I love you guys :*

Demikianlah berakhir workshop / drawing class saya bersama Mbak Ayang. Senang banget bisa ketemu langsung dengan ilustrator idola. Senang banget dapat ilmu baru. Senang banget dapet semangat buat pegang kuas lagi. Memang sejak punya anak saya jarang banget latihan gambar di kertas lagi soalnya ribet beberesnya #mamakmamakpragmatis Namun pas pegang kuas kemarin ada rasa kangen ‘main-main’ dengan cat poster lagi. Semoga beneran telaten deh hihihi.

Cheers!

Ayang Cempaka dan Dibuang Ayang~

Advertisements

2 Comments

  1. Pingback: Zen Activity with Brushes - Puty's Journal

Leave a Reply