Artwork, Daily Life
comments 2

Zen Activity with Brushes

Pernah dengar istilah ‘Zen Activity’ (atau mungkin boleh saya terjemahkan jadi ‘kegiatan zen’)? Saya tau istilah tersebut pertama kali waktu ikutan weaving class-nya Nike Prima di Balikpapan sekitar 2 tahun yang lalu. Mbak Nike bilang kalau anyam menganyam bisa jadi salah satu kegiatan zen yang menenangkan dan bikin fokus. Saya belum menemukan sih definisi resmi dari ‘zen activity’ tapi kurang lebih kalau dielaborasi dengan keren begini kali ya: Activity that’s done with total state of focus that incorporates a total togetherness of body and mind bringing wholeness and inner peace. (Find out more about zen lifestyle here)

Saya bisa mengerti sih kenapa menganyam bisa masuk kategori kegiatan zen. Namun kalau boleh jujur, saya orangnya kurang teliti sehingga sering salah kalau urusan anyam menganyam, jahit menjahit dan kawan-kawannya. Ada aja, ya kelongkap lah, keulang lah, kadang juga ketusuk lah, hahaha, kacau balau. Setelah beberapa kali mencoba, saya menyimpulkan: I’m not really ‘zen’ with weaving :p

Salah satu kegiatan zen lain yang sempat ‘booming’ 2-3 tahun belakangan adalah: mewarnai. Kalau boleh jujur lagi, kegiatan ini nggak membawa kedamaian dan fokus untuk saya. Apalagi kalau objek yang harus diwarnai penuh dengan detail dan harus diwarnai pakai pensil warna. Waduh, ampun deh! Mewarnai, bagaimanapun saya usahakan untuk tenang, malah bikin saya nggak sabar dan terus mikir “Ini kapan selesainya sih?” Begitu selesai pun saya nggak bisa merasa ‘content’ mungkin karena bagi saya lembar tersebut bukan karya saya.

Namun demikian, lain halnya kalau saya mewarnai gambar saya sendiri dengan kuas dan cat. Bahkan sudah ada perasaan senang waktu saya memilih dan membeli cat yang saya gunakan. Perasaan tenang kemudian muncul waktu saya meletakkan warna-warna di palet dan mencampurnya dengan air lalu dilanjutkan dengan mencelupkan kuas dan menyapukannya di kertas. Kalau sudah menyapukan kuas ke gambar saya bisa fokus dan menikmati banget. Handphone pun dengan sukarela saya jauhkan, begitupun dengan kopi atau cemilan. Sebagai orang yang hampir selalu multi-tasking, mewarnai dengan kuas ini ZEN BANGET :p

Kalau sudah begini, saya nggak terlalu peduli dengan hasilnya. Tentu kalau hasilnya layak upload saya senang, tapi kalau pun nggak bagus ya saya simpan saja. Biasanya sih setelah gambar-gambar dan mewarnai ini mood saya akan bagus lagi walaupun selalu ada kerjaan ekstra yaitu bebersih dan beberes, heheheh :p

Thanks to the drawing class last week that I decided to spend more time using paper and brushes again. (baca juga: Drawing Illustrated Map with Ayang Cempaka) Apalagi saya menemukan kesukaan baru yaitu….. pakai cat warna emas! Gemas-gemas gimana gitu waktu lihat gambar ada kinclong-kinclongnya, hihi.

By the way, selain gambar dan mewarnai, pekerjaan yang menurut saya zen banget adalah bungkus-bungkus barang jualan dengan kertas untuk dikirim ke pembeli! Hahaha, aneh ya? Menurut saya asyik loh proses melipat-lipat kertas sampai akhirnya jadi tumpukan paket yang rapi untuk dikirim. Rasanya puas dan bahagia.

Kalau teman-teman ada yang punya kegiatan zen alias zen activity andalan? Coba dong kasih tau, kali aja kan saya bisa cobain juga, hehe.

Advertisements

2 Comments

  1. Ya ampun sama banget! Aku juga suka banget aktivitas yang melibatkan kuas. Dari mulai hand-lettering sampe ngecat apartemen :D Sebenernya menjahit, menyulam dan menenun juga suka sih, cuma ga punya medianya aja, selain buat mendekkin baju atau pasang kancing.
    And tell me about wrapping presents, OMG! Saat Natal tiba aku bisa menggila bungkus-bungkus kado. Sampe sama keluarga Jesse diminta untuk kalem aja dan jangan bikin keder orang lain karena kado-kado dari aku cantik-cantuk bener :D
    Mau nyoba origami? Itu juga zen banget loh ;)

  2. sekar says

    my kind of zen activity is cleaning put. kalo butuh ketenangan aku bisa ngepel rumah sampe 3x jam 2 pagi. lol

Leave a Reply