Wanderlust
comment 1

Paris Trip 2017: Musée d’Orsay

Setelah menulis tentang highlight perjalanan kami ke Louvre Museum, rasanya nggak lengkap kalau saya nggak menceritakan pengalaman ke Musée d’Orsay. pada #ParisTrip2017. Musee d’Orsay ini adalah salah satu museum yang wajib dikunjungi di Paris karena menyimpan banyak karya seni penting terutama lukisan-lukisan aliran impressionist dan post-impressionist seperti Monet, Renoir, Seurat, Gauguin, dan Van Gogh (yaaa masih banyak sih pelukis lainnya yang terkenal tapi berhubung nggak ngerti-ngerti banget ya udah lah ya yang saya sebut yang saya idam-idamkan untuk lihat aja ya hahaha).

Berbeda dengan Louvre, saya nggak punya ekspektasi berlebihan kepada museum ini sebelum berkunjung. Turned out I really loved this museum! Padahal boleh dibilang waktu sampai di sini mood saya, suami dan Antariksa nggak bagus-bagus amat gara-gara…… kecapekan, kepanasan dan kehausan. Hahaha. Jadi ceritanya kami mau sok-sokan jadi Parisian yang hobi jalan kaki. Saya dengan sok taunya mengusulkan, “Bang, kita jalan kaki aja menyusuri Sungai Seine aja dari Menara Eiffel ke Orsay. Romantis deh.”

LAH ROMANTIS DARI HONG KONG. PEGEL YANG ADAAA KAKAAAK~

Ternyata yang di peta terlihat dekat ternyata ilusi skala belaka, hahaha. Apalagi sepanjang perjalanan Antariksa ngantuk dan rewel jadi harus saya gendong.

Kami tiba sekitar jam 4 sore yang artinya cuma tersisa waktu 2 jam sebelum museum tutup. Antrian masuk pun masih panjang. Berhubung sudah berpengalaman, kami pun langsung menggunakan Antariksa sebagai ‘senjata’ untuk masuk lewat jalur khusus. Ternyata, bukan cuma dikasih jalur khusus… kami malahan disuruh lewat jalur staff dan si bapak petugas yang nyuruh kita masuk baik banget sama Antariksa! Tapi beneran deh, walau melelahkan, ada aja pengalaman lucu dan menyenangkan selama jalan-jalan bersama bayi hihi.

Ibu sudah lelach, Nak.

Begitu masuk, rasa capek dan haus langsung teralihkan dengan rasa takjub. Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Interior Musee d’Orsay ini memang indah sekaligus unik untuk museum karena dulunya merupakan stasiun. Ini ditunjukkan juga oleh keberadaan jam besar yang khas stasiun banget dan merupakan salah satu ikon Musee d’Orsay.

Di dalam kami cukup ‘grasa-grusu’ karena memang punya waktu dan tenaga yang terbatas. Untungnya, walaupun terbilang touristy tapi menurut saya pengunjung museum ini lebih ‘beradab’ dibandingkan Louvre. Ukurannya pun lebih kecil dan penataan karyanya yang lebih berdekatan satu sama lain menurut saya membuat museum ini terasa lebih akrab dengan pengunjung. Oh iya, penggunaan tongsis alias selfie stick dilarang di museum ini.

Berhubung sudah capek, saya dan suami kadang bergantian duduk dan menjaga Antariksa. Kegiatan dokumentasi pun terbatas untuk karya-karya yang sudah saya impikan untuk lihat dengan mata kepala sendiri seperti karya-karya Van Gogh ini:

Starry Night Over the Rhone

Self Portrait

Bedroom in Arles (Third Version)

Saya pun berkesimpulan bahwa saya suka banget sama museum ini dan mau banget ke sini lagi kalau berkesempatan kembali ke Paris, tentunya dengan mood yang lebih baik dan tenaga yang lebih banyak. Semoga Antariksa ada lagi kesempatan dan rezekinya ya, Nak :)

*

Sedikit catatan untuk yang tertarik ke Musee d’Orsay bersama bayi:

  • Museum buka Selasa-Minggu jam 9:30 sampai 18:00 kecuali Kamis, museum buka sampai malam 21.45. Penjualan tiket terakhir jam 17.00 (21.00 setiap Kamis) Coba datang pagi-pagi supaya belum terlalu ramai.
  • Nggak perlu ikutan antri, langsung cari jalur khusus saja untuk masuk
  • Bawa baby carrier yang semacam ergo atau babybjorn begitu kalau terbiasa karena kalau pengalaman saya kemarin stroller harus dititipkan bareng tas yang bulky
  • Tersedia baby room di lantai -1 walaupun nggak begitu nyaman (untuk ganti popok sih oke tapi nggak untuk menyusui)

Cheers :)

Advertisements

1 Comment

  1. Putyyy emak muda inspirasikuuu. Pegel capek aja mukanya tetep terlihat penuh kasih gitu x))

    Aamiin mudah-mudah bisa balik lagi ya, dengan segala-gala kelebihan baik dan persiapan lebih matang!

Leave a Reply