Wanderlust
comment 1

Menengok Karya-Karya Yayoi Kusama Di Singapura

Minggu lalu keluarga kecil kami dapat kesempatan untuk jalan-jalan ke Singapoh lagi. Alhamdulillah. Suami ada konferensi (lagi) dan saya beserta Antariksa pun ‘nebeng’ (lagi), hehe :p Salah satu alasan terbesar saya mau ikutan adalah mau lihat pameran Yayoi Kusama: Life is The Heart of a Rainbow’ di National Gallery of Singapore.

Sedikit intro, Yayoi Kusama merupakan seniman kontemporer yang lahir tahun 1929 (making her 88 years old now!). Oma Yayoi ini termasuk salah satu seniman yang berpengaruh pada perkembangan pop art termasuk pop artist Andy Warhol (bahkan katanya sih beliau pernah sampai menuduh Andy Warhol mencuri idenya). Yayoi Kusama ini terkenal dengan konsistensi karyanya dengan pola dan pengulangan (misalnya bulatan-bulatan alias dots-nya yang famous banget itu!) dalam nuansa psychedelic. Karya-karya Oma Yayuk, eh Yayoi ini nggak hanya berbentuk lukisan dan instalasi saja, tapi juga kolase, soft sculpture, dan performance art.

Saya sendiri sebelumnya cuma familiar dengan Pumpkin dan Dots-nya saja. Beberapa kali saya sempat lihat di Instagram foto teman yang ke eksibisi Oma Yayoi di Tokyo dan sempat lihat foto-foto pengunjung lainnya. Seru banget kelihatannya. Begitu tau ada di Singapore dan hits berat saya tentu makin penasaran untuk lihat sendiri, hihihi.

Ternyata memang Oma Yayoi hits banget. Begitu sampai di Bandara Changi saja kami sudah disambut dengan foto-foto beliau dengan rambut merahnya. Ada pula tagar spesial yang didesikasikan yaitu #SGLovesKusama. Beberapa pilar National Gallery Singapore pun dibalut dengan motif polka dot merah putih.

Nggak heran pameran yang berlangsung sejak 9 Juni kemarin ini selalu ramai dan penuh. Saya sudah diwanti-wanti oleh teman yang tinggal di sana untuk datang saat weekdays dan beli tiketnya online supaya nggak terlalu buang waktu lama untuk antri. Terbukti waktu kami datang memang ramai walaupun menurut saya antriannya masih bisa dimaafkan sih.

Dots Obsession (2017)

Special exhibition Yayoi Kusama ini ditata dalam 4 ruangan di lantai 3 National Gallery. Saya harus bilang kalau saya PUAS BANGET karena memang karya-karyanya banyak, termasuk karya-karya awalnya si Oma yang masih dark dan belum nge-pop. Bahkan ada satu ruangan yang berisi karya-karya tanpa warna (hitam-putih saja).

Eksibisi ini juga terasa personal karena menghadirkan cerita di balik karya-karya beliau. Sedih juga sih sebetulnya waktu membaca kalau karya-karya ini adalah manifestasi sekaligus terapi dari mental illness-nya. Ada foto-foto dan video Oma Yayoi waktu masih muda dan berkarya di New York. Asli ajaib-ajaib banget sih performance art-nya hihi (pada karya Narcissus Garden, 1966, dia sekalian jualan dooonggg… jadi aja ditangkap, hahahah kacau).

Salah satu karya dengan infinity net-nya.

Selain itu ada pula soft sculptures-nya yang terdiri dari plushies berbentuk phallus alias alat kelamin laki-laki. Ternyata Oma Yayoi membuat karya tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap laki-laki karena di masa kecilnya beliau sering disuruh oleh ibunya untuk memata-matai ayahnya yang berselingkuh dan berhubungan seksual dengan wanita lain. Sedih ya :( Namun sejak lama saya sudah punya sebuah teori: Happy life won’t make good art (even what poeple think as a happy bright art).

With All My Love For The Tulips, I Pray Forever (2013 – 2017)

The Spirits of the Pumpkins Descended Into the Heavens (2017)

Infinity Mirrored Room – Gleaming Lights of The Souls (2008)

Antariksa sendiri terlihat senang waktu masuk. Walaupun belum mengerti tapi sepertinya dia tertarik melihat warna-warni karya yang catchy. Dia sempat tidur juga sih di stroller, hehehe. Namun saya berkesimpulan kalau pameran ini cocok untuk dinikmati bareng anak-anak.

Artsy banget sampai tidur di galeri :p

Tersedia beberapa buku untuk dibaca bersama anak-anak

Ngomong-ngomong soal anak-anak, bersamaan dengan  ‘Yayoi Kusama: Life is The Heart of a Rainbow’ di National Gallery Singapore juga sedang ada program Children Bienalle. Ada beberapa instalasi menarik, namun yang paling menarik dan photogenic adalah The Obliteration Room. Instalasi seni interaktif ini terinspirasi dari Yayoi yang sejak kecil selalu menambahkan dots di berbagai permukaan yang dia sebut sebagai ‘obliteration’. Nah, di The Obliteration Room ini, anak-anak akan diberikan satu set sticker warna-warni untuk ditempel di ruangan berwarna putih yang berisi berbagai benda sehari-sehari ini (mulai dari sofa sampai sepeda).

Jangankan anak-anak, lah kami yang orang dewasa pun excited banget menempel sticker bulat-bulat ini dimana-mana, hahaha.

Obliteration Room (2017)

Oke, sekian dulu cerita kali ini hihi.

KESIMPULANNYA:
Untuk teman-teman yang mau ke Singapura sebelum tanggal 3 September saya rekomendasikan untuk berkunjung ke sini, termasuk bagi yang punya baby. Of course it’s Singapore, and it’s definitely baby friendly, hehehe. Saran dari saya: datang weekdays, sepagi mungkin, dan siapkan mental untuk mengantri. Jangan lupa charge baterai kamera dan smart phone kalau mau foto-foto. Namun kalau bisa sih coba tetap baca cerita-cerita di balik karya-karya ini because it will make you feel something, indeed.

***

YAYOI KUSAMA: Life is the Heart of a Rainbow
Tanggal: 9 Juni – 3 September 2017
Waktu: 10am – 7pm (Sun – Thu & Public Holidays), 10am – 10pm (Fri – Sat & Eve of Public Holidays). Admission ends 30 minutes before closing time.
Tempat:
National Gallery Singapore,
1 St. Andrew’s Rd
Singapore 178957
Harga tiket: $25 (standard), $20 (concession). Free for children 6 years and under, local and locally-based students and teachers, persons with disabilities and one caregiver.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply