Motherhood, Review
comments 6

Ketika Antariksa Sakit Mata

Sebetulnya masih ada beberapa cerita dari perjalanan ke Singapura kemarin, namun kali ini saya mau sharing dulu soal sakit matanya Antariksa dan pengalaman ke dokter mata anak di Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Mudah-mudahan bermanfaat ya.

Antariksa’s Pinky Eyes

Berawal dari akhir bulan lalu waktu kami jalan-jalan ke Bogor, mata Antariksa terlihat agak merah. Hal ini nggak pernah terjadi sebelumnnya. Berhubung Antariksa nggak resah, nggak rewel, dan nggak jadi lebih sering mengucek-ucek mata, saya nggak khawatir. Selain itu nggak ada kotoran mata (a.k.a belek) yang keluar dari mata ataupun air mata yang berlebihan. Patokan saya: kalau anak sakit atau nggak nyaman pasti dia rewel kan? (#mamaksotoy)

Ternyata sampai 2 hari selanjutnya matanya tambah merah dan terlihat seperti ada selaput bening di tepi bola matanya. Saya pun membawa Antariksa ke dokter spesialis anak di RS Hermina Bekasi. Setelah dicek, dokter anak memberikan obat tetes mata Cendo Polygran lalu berpesan kalau sampai 2 hari setelahnya kondisi mata Antariksa masih sama sebaiknya dibawa ke dokter spesialis mata.

Setelah 2 hari ternyata matanya Antariksa masih merah. Namun dia tetap nggak terlihat resah, atau rewel, atau nggak nyaman. Entah karena setrong atau nggak ngerti, hahaha. Saya lalu membawanya lagi ke dokter spesialis mata di RS Hermina Bekasi. Dokternya sudah senior namun kurang komunikatif. Saya tanya kenapa, jawabannya cuma, “Yah, bisa sih kena debu.”

HNGGG… OKE DEH, BU DOK.

Beliau pun meresepkan obat tetes mata Noncort Diclofenac Sodium tanpa petuah lebih lanjut. Beberapa hari kemudian kami pun berangkat ke Singapura.

Kondisi mata Antariksa kira-kira begini:

Di Singapura kami sempat agak panik karena ternyata kok seperti nggak ada perubahan. Saya sempat konsultasi sama Ibu Dokter Nindya via WhatsApp. Nindya bilang kalau dalam 2 hari nggak ada perubahan sebaiknya dibawa ke rumah sakit. Saya sempet keki waktu lihat perkiraan biaya konsultasi ke dokter mata di Singapura mulai dari 150 SGD, belum termasuk obat, dll. HUFFF.

Untungnya dalam 2 hari mata Antariksa kembali seperti sediakala.

Eh, sehari setelah kami pulang ke Bekasi, matanya mulai merah lagi! HADUH.

Khawatir ini suatu yang berbahaya, suami pun menitahkan bahwa saya harus cek ke dokter mata lagi dan kalau bisa sekalian yang top of the pop. Dari hasil browsing-browsing kami memutuskan untuk konsultasi ke Dr. Florence M. Manurung, SpM di Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Beliau ini adalah dokter spesialis mata anak alias pediatric  ophthalmologist.

Pengalaman ke Dokter Spesialis Mata Anak di JEC Menteng

Hari Selasa pagi saya mendaftar dan membuat janji via telepon ke JEC Menteng. Kebetulan pas, Dr. Florence praktek setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Jadilah setelah mendaftar by phone saya dapat nomer 17 dan disarankan untuk datang sekitar pukul 11 siang.

Berhubung ini pertama kalinya saya ke JEC, saya lumayan kaget waktu lihat tempatnya yang sempit dan ramai banget padahal weekdays dan siang-siang pula. Antriannya pun agak panjang untuk pendaftaran pasien baru.

Setelah melakukan pendaftaran di lantai 1 dan ditanya-tanya sedikit soal apa yang mau dikonsultasikan, kami diarahkan ke lantai 3. Menurut Mbak-nya, berhubung Antariksa masih terhitung sebagai bayi jadi nggak perlu ke Basic Diagnostic Room (BDR). Dengan demikian, setelah menyerahkan berkas dari lantai 1 ke ‘asisten’ Dr. Florence kami pun duduk manis dan menunggu.

Kurang lebih begini tempat menunggunya. Agak sempit untuk mobilitas stroller. Gambar diambil dari Google karena saya nggak sempat foto-foto

Sebelum kami, ada pasien bayi yang terlihat masih keciiilll sekali. Saya nggak sempat tanya-tanya sih si bayi kenapa, namun orang tuanya disuruh memberikan informasi yang cukup detail seputar kelahiran bayi seperti berat dan panjang lahir, serta di usia kandungan berapa minggu si bayi lahir. Saya langsung mikir kalau dokter-dokter di JEC ini lebih detail daripada dokter spesialis mata di rumah sakit umum. Dugaan saya langsung terbukti betul karena ternyata setiap pasien yang masuk diperiksanya lamaaa… hahaha…

Setelah hampir 2.5 jam menunggu, Antariksa pun dipanggil masuk untuk diperiksa. Saya langsung terkesan sama Dr. Florence yang sangat ramah dan komunikatif (dan berpenampilan chic banget, super love deh pokoknya hihi). Setelah menjelaskan duduk perkaranya serta obat apa saja yang sudah diberikan, Dr. Florence pun memeriksa mata Antariksa. Sebelum memeriksa dari dekat, beliau melakukan pemeriksaan general, apakah ada indikasi mata juling, apakah matanya mengikuti gerakan objek dan suara, dst. Baru setelah itu dilakukan pemeriksaan dari dekat menggunakan senter.

Dokter Florence kemudian menjelaskan kalau pinky eyes-nya Antariksa disebabkan oleh alergi debu dan nggak bahaya (alhamdulillah!). Beliau juga menerangkan dengan alat peraga, bagian mata mananya sih yang sakit. Lalu beliau memberi contoh beberapa foto mata dengan kasus yang serupa lalu kondisi bagaimana yang harus diwaspadai. Saya dan Bunda saya sebagai ibu-ibu pada umumnya tentu merasa lega dan nyaman konsultasi dengan dokter yang komunikatif begini. Walaupun sebetulnya kalau dipikir-pikir sih diagnosis kena debu ini sudah disampaikan oleh dokter di RS Hermina Bekasi, hehehe :p

Bu Dokter kemudian meresepkan 2 jenis obat tetes, untuk mata merah dan untuk alerginya itu sendiri. Kami pun dikasih tips untuk mengingat obat yang mana untuk apa, lalu diajarin bagaimana cara yang efektif memberikan obat mata ke anak. Oke sip Bu Dok, I love you. Worth it lah nunggu lama, walau mudah-mudahan jangan sering-sering lah ke sini. Perjuangan macetnya lumanyun banget dari Bekasiii hahaha :’)

Oh iya, biaya untuk konsultasi dokter mata anak di JEC Menteng adalah Rp.585.000 (tanpa tindakan tertentu). Untuk 2 jenis obat yang diresepkan Dr. Florence totalnya Rp.102.000.

Hasilnya…

Hari ini, alias H+1 berobat mata Antariksa sudah kembali seperti biasa. Saya juga masih melakukan saran Dr. Florence yaitu:

  • mengurangi dulu acara Antariksa jalan-jalan ke luar rumah
  • mengganti sprei-sprei dan sarung bantal
  • menyimpan dulu mainan-mainan Antariksa yang terbuat dari kain atau berbulu-bulu

Oke. Sekian dulu tulisan saya. Mudah-mudahan bisa jadi referensi yang bermanfaat untuk ibu-ibu yang sedang cari informasi tentang dokter mata anak ya :)

Advertisements

6 Comments

    • Aamiinn.. aamiinn :”)) ga tega soalnya kalau liat anak-anak sakit dan belom bisa ngasih tau sakitnya dimana huhuhu

  1. Anak sakit emang buat deg2an yaa mba. Tapi untung gak papa. Btw, tempatnya bagus bgt… Sesuai dgn harga konsultasinya yaa

    • Bangettt…. alhamdulillah nggak bahaya :’) iya yaa… kalo kata suamiku “memang terasa beda ya kalo dokternya 600 ribu.” Hihihi

Leave a Reply