Daily Life
comments 2

LEGO Parenting Talkshow: Pentingnya Memilih Mainan Anak

Hari Sabtu kemarin saya diundang ikutan acara LEGO Parenting Talkshow yang merupakan bagian dari rangkaian acara ArchipeLEGO 2017 (thank you Mbak Ranum #TangselBangkit) untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-72. Acaranya diadakan di mall favorit orang-orang Jakarta, Kota Kasablanka alias Kokas.

Walaupun mall favorit orang Jakarta, Kokas bukan lah mall favorit orang Bekasi seperti saya karena jauh, macet dan selalu susah cari parkiran, hahaha. Berhubung sudah jauh-jauh, dengan cerdik (tsaahh, kayak kancil dong…) saya mengusulkan kepada geng teman SMA saya untuk sekalian ketemuan dan makan siang bareng. Sip. Sekali dayung, 2-3 pulau terlampaui. Dengan restu dari suami (dan harapan untuk dapat goodie bag dan doorprize dari LEGO, huahaha) saya pun berangkat ke Kokas naik KRL disambung bus TJ.

Namun perjuangan menyeberang provinsi ini nggak sia-sia. Begitu sampai di tempat saya langsung dibikin gemas oleh LEGO Upacara Bendera dan Lomba 17-an. OMG. Kalau kata anak jaman sekarang: SUPER GEMAY~

LEGO upacara

Setelah cipika cipiki dengan Mbak Ranum, saya pun diarahkan untuk duduk. Berhubung saya sendirian dan sudah lama nggak datang ke acara-acara beginian, skill SKSD pun sudah tumpul, jadilah saya agak bingung mau ngobrol sama siapa karena kiri kanan sudah pada ada gengnya, HAHAHA. Untungnya nggak lama acara pun dibuka.

Jalannya talkshow

Tema parenting talkshow ini adalah ‘Membangun Anak Indonesia yang Kreatif bersama LEGO’. Ada 3 pembicara yaitu dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, Sissy Prescillia Sungkar dan Pak Gunawan Tunas dari LEGO Education.

Dr. Bernie memulai talkshow dengan pemaparan tentang tumbuh kembang anak dan bagaimana hubungannya dengan pemilihan mainan. Berhubung isinya bagus, berikut beberapa yang bisa saya share dari catatan saya ya :)

Menurut dr. Bernie, pada usia 0-3 tahun, perkembangan otak anak sangat pesat, oleh karena itu sangat penting untuk mengoptimalkannya. Selain pertumbuhan otak, golden age anak ini juga harus dimanfaatkan oleh orang tua untuk interaksi dan kegiatan bonding untuk membangun karakternya. Oleh karena itu bermain menjadi kegiatan yang krusial dan tidak boleh dianggap sepele. Mainan yang tepat diharapkan dapat menjadi sarana belajar dan interaksi anak dan orang tua.

  • Pada usia 0-7 bulan, mainan utamanya berfungsi untuk stimulasi sensori.
  • Pada usia 7-12 bulan yaitu saat anak mulai aktif bergerak, mainan seyogyanya membantu perkembangan motorik kasar, misalnya boneka atau mobil-mobilan.
  • Pada usia 1-2 tahun anak mulai dapat dikenalkan pada buku cerita bergambar, mainan pura-pura (pretend play), peg boards
  • Di usia 2 tahun kemampuan bahasa dan motorik halus anak mulai berkembang. Puzzle dan mainan sejenis LEGO bagus untuk diperkenalkan.
  • Mulai usia 3 tahun anak mulai dapat dikenalkan pada permainan dengan aturan, misalnya board game.

LEGO sendiri sudah puluhan tahun menjadi icon mainan yang bisa mengembangkan kreativitas anak. Kalau menurut dr. Bernie, permainan bangun-membangun ini, selain sangat bagus untuk perkembangan motorik halus juga dapat dimanfaatkan untuk belajar, misal mengenal warna, preposisi (atas, bawah, depan, belakang) and furthermore, untuk mengenal karakter anak (misalnya anak ini cepat bosan, self-determined, pantang menyerah, dst).

Setelah penjelasan dari dr. Bernie, Pak Gunawan menjelaskan tentang produk LEGO sendiri yang ternyata dipakai juga untuk sarana pendidikan di sekolah-sekolah melalui LEGO Education, misanya sebagai kegiatan ekstrakulikuler. Saya sendiri juga baru tau sih soal LEGO Education ini.

Untuk contoh kasus yang nyata, Mbak Sissy Prescillia Sungkar pun berbagi soal pengalamannya bermain LEGO bersama anak-anaknya, Mayka dan Kairo. Buat saya ini menarik, karena saya pikir selama ini kalau artis dengan segala kesibukannya maunya yang cepat saja buat anak. Nah, ternyata Mbak Sissy mau repot dengan bawa-bawa kantong LEGO untuk dimainin di pesawat! (Saya aja mikir-mikir dulu kali yha~) Selain itu, menurutnya, LEGO bisa jadi mainan bersama yang mempersatukan anak-anaknya ketika rebutan mainan.

Setelah sesi tanya jawab dan bagi-bagi doorprize (AKU GA DAPET HIKS~), talkshow pun berakhir.

Oh iya, akhirnya saya bisa ngobrol-ngobrol sedikit sama Mbak Sissy yang sudah 2x jadi klien saya dan Mbak Irma, manajernya yang sebetulnya rumahnya nggak jauh dari saya sih di Bekasi, hahaha (#BEKASIJAYA!) Agak sedih karena Mayka dan Kairo lagi pada tidur, tapi akhirnya saya nggak bisa menahan diri untuk nggak minta foto juga sama Vanessa.

YA ALLAH CAKEP-CAKEP BENER YHA KAKAK ADIK INI~

Sissy, Me, Vanessa

Walaupun nggak cukup beruntung bawa pulang doorprize, tapi lumayan lah bawa goodiebag sebagai oleh-oleh buat Antariksa, hihihi… *nyogok anak sendiri ceritanya* :’)

Isi goodie bagnya

Oke, demikian dulu cerita akhir pekan saya. Semoga ada manfaatnya yaaa.

Terima kasih sudah membaca :)

Garuda yang dibuat dari susunan LEGO

Advertisements

2 Comments

  1. Ah LEGO mainan bukan anak2 aja juga Put, banyak tuh anak2 GEA yag masih koleksi dan mainin sampai sekarang. :D
    Wah hebatnya mau repot bawa lego ke pesawatpun. Kalo ngacir gak sengaja satu ke mana, repot carinya di pesawat. *gak jalanin sudah ngeluh* :D :D

    • Hahahahah betulllll…. aku mikir sih, aku aja yang mainan berpotensi buyar kemana-mana.. apalagi kalo anak2 yang mainin.. salut ama yang konsistennn….

Leave a Reply