Daily Life, Movies
comments 18

The World of Ghibli Jakarta Exhibition

Excuse me while I’m fangirling.

(Okay, I know I’m now ibu-ibu but nobody can stop me getting overly excited about Studio Ghibli. No one. Nothing. Seriously.)

Hari Kamis kemarin saya menyempatkan diri datang ke pameran ‘The World of Ghibli Jakarta’. Pameran yang diadakan dari tanggal 10 Agustus sampai 17 September 2017 ini merupakan  salah satu rangkaian dari event The World of Ghibli yang juga mengadakan screening film-film Ghibli di kota-kota besar Indonesia. Silakan cek di link ini untuk keterangan resminya ya.

Jujur, tadinya saya nggak terlalu menggebu-gebu datang ke sini. First of all, saya pikir, “Lah kan udah pernah ke museum aslinya.” Lalu di timeline saya hampir semua heboh foto bersama real-sized Totoro yang menggemaskan, tapi kok rasanya overhyped. Maklum lah, walaupun sekarang udah jadi ibu-ibu pada umumnya, dalam diri saya tetap tersisa jiwa snob / hipster / anti-mainstream (tsaelahhhhhhh~). Belum lagi banyak berita dan komentar yang bersliweran di timeline yang bilang kalau pamerannya belum siap 100%. Last but not least, lokasinya bukan di Bekasi. #LAH #digebukinOrangOrangTangSel

Namun tiba-tiba saya kepikiran untuk ajak adik saya nge-date. Zakki memang partner saya nonton film-film Ghibli sejak dulu, mulai dari yang terkenal banget seperti Spirited Away dan Totoro, yang bikin ketawa-ketawa gemas macam Pom Poko, yang bikin cirambay nangis bombay (Grave of Fireflies) sampai yang paling jadul, Nausicaä. Zakki yang tumbuh sebagai fans berat Ghibli membuat saya sedikit banyak merasa sukses menjadi seorang kakak, hahaha. Oleh karena saya belum mampu bayarin dia ke Mitaka untuk ke museumnya langsung, saya mau traktir ke exhibition ini dulu.

Berhubung Zakki sendiri anak kuliahan yang jadwalnya agak padat, saya pun menyesuaikan jadwal dia pulang ke Jakarta. Hari Selasa dia bilang bisa pulang di hari Kamis, saya pun langsung beli tiket (alhamdulillah dapat diskon 20% pakai CC Bank Mega, hahaha). Saya juga mengajak Jesika, sahabat saya yang penggemar film-film Ghibli.

Begitu sampai di lokasi saya langsung bersyukur dikasih hidayah ke sini karena ternyata yang dipamerin beda sama yang dipamerin di museumnya. Ini tuh another dream comes true: masuk ke film-film Ghibli!

Baru satu langkah masuk ke ruang pameran, saya langsung terperangah dan nggak berhenti ngomong, “ya Allah, gemes bangetttt….” Gimana enggak mau histeris, satu ballroom diisi dengan instalasi-instalasi life-size film-film Ghibli, dan bukan cuma Totoro! Harap dicatat, bukan cuma Totoro! Bahkan ada Ohmu-nya Nausicaa dan ornithopter yang di film Laputa.

Zakki Delivery Service

Kiki Delivery Service. Beda tipis.

Mungkin kalau Mbak-Mbak dan Mas-Mas ushers-nya pameran ini bukan penggemar Ghibli bakal bilang saya annoying. Namun sepertinya mereka semua juga fans berat Ghibli jadi ketawa-ketawa aja lihat saya. Waktu ngobrol-ngobrol sama Zakki dan Jesika pun para ushers pun semangat menimpali.

Saya: Ki, Totoro tuh tahun 1988 kan yaa?
Zakki: Bukannya tahun 1986?
Mbak-Mbak Usher: Tahun 88, Mbak… *muka excited*
Saya: *langsung mau peluk si Mbak*

Atau pada diskusi lainnya:

Saya: Ebuset ini tata letak kafenya persis banget sama di film
Jesika: Rotinya juga kayak beneran yaaa…
Mas-Mas Usher: Oh iya Mbak, ini memang yang nyusun orang dari Jepang-nya… Mereka detail banget, dan ini memang rotinya beneran loh… tapi di-wax aja…
Saya, Jesi dan Zakki: WOWOWOWOWOW~

Saya harus bilang kalau sebutan ‘DETAIL BANGET’ pakai huruf kapital bukanlah pujian yang berlebihan karena memang kenyataannya begitu. Bukan lebay, bukan pula majas hiperbola. Inget rumah keluarga Kusakabe di film Totoro? Inget ruang kerja ayahnya Mei & Satsuki yang penuh buku itu?

Semua dihadirkan dengan susunan yang persis di film!

Kata Mbaknya: Mbak ini bener-bener disusun rapi supaya berantakkan gini loh. Saya mikir: Hidup orang-orang Jepang ini kadang rumit yha.

Maksud hati ingin jadi Mei dan Satsuki. Apa daya jadi mirip Totoro versi manusia.

Ada Totoro biru di dalam Neko Bus. Huahahaha.

Spot foto favorit di pameran ini tentu saja foto berpayungan bareng Totoro. Saya bener-bener ngakak dalam hati waktu antri foto, di depan saya ada mas-mas pengunjung bermuka tegas dan bertato. Pokoknya sejati lah. Eh pas foto sama Totoro dia seneng banget sampe harus banget pose meluk. Gapapa, Mas, I feel you. Aku juga gmz.

Saya sadar diri, nggak ikut-ikut meluk. Takut dikira benalu.

Beberapa meter dari Neko Bus ada Howl’s Moving Castle yang walaupun nggak life-sized (YA KALIII…) tapi cukup tinggi dan bikin saya memiliki niat untuk memanjat. Untuk niat tersebut saya simpan dalam hati karena inget anak di rumah.

Sempet usaha mencari Howl-nya, namun nggak ketemu. Sedikit reminder, Mas Howl ini pengisi suara versi Jepangnya Takuya Kimura dan versi Disney-nya disuaran oleh Christian Bale. #mimisan

Dari sekian banyak instalasi, yang nggak saya sangka-sangka ternyata ada dan jadi favorit saya adalah: Porco Rosso. Instalasi ini menggambarkan scene favorit saya di Porco Rosso yaitu pantai rahasia tempat Marco menyepi dan menikmati hidup.

L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E L O V E

Oke, sebelum post ini terlalu panjang dan teman-teman semua mengetahui sisi otaku saya, saya akan mengakhiri post ini dengan beberapa poin / informasi yang berguna kalau teman-teman mau kesini:

  • Selain yang sudah saya sebutkan masih ada instalasi dari film The Secret World of Arrietty, When Marnie Was There, Ponyo, Spirited Away, Laputa, Nausicaa
  • Kalau saya perhatikan, film-film Ghibli yang nggak ada adalah yang nggak ditulis oleh Hayao Miyazaki: Grave of Fireflies, Pom Poko atau The Cat Returns
  • Waktu saya kesana (tanggal 24 Agustus 2017) ada bagian yang belum lengkap, yaitu castle-nya Laputa, hutannya Princess Mononoke dan ruang kerjanya Hayao Miyazaki. Untuk pengunjung yang datang saat semuanya belum lengkap dibolehkan datang satu kali lagi kalau semua instalasinya sudah komplit. Ini sebetulnya agak mengecewakan bagi teman-teman yang datang dari luar kota.
  • Untuk fans berat yang ingin foto-foto dan menikmati setiap detail, lebih baik datang weekdays karena nggak begitu ramai. Waktu saya tanya ke salah satu usher, katanya kalau weekend ramai banget dan kalau mau foto-foto harus antri. Selain itu kalau weekdays harga tiketnya lebih murah.
  • Siapkan kamera karena semua bagian foto-able bangettt, kalau bisa sudah disetting untuk indoor dan cahaya terbatas.
  • Kalau ada waktu, movie marathon dulu biar lebih khusyuk, hihihi
  • Walaupun kemarin nggak bawa Antariksa tapi sepertinya feasible kok kalau mau bawa bayi / anak-anak
  • Kalau mau belanja merchandise BISA BANGET, dan BISA BANGET BANGKRUT, hahaha. Range harganya mulai dari Rp.60.000 sampai jutaan. Boneka Totoro kalau nggak salah starting dari Rp.300.000an harganya. Siap-siap pecahin celengan bagong yaaa :D

Intinya: fans Ghibli garis keras wajib banget dateng. Harga tiket yang lumayan untuk ukuran audiens Indonesia (Rp.300.000) menurut saya worth it banget menimbang segala effort yang dikerahkan untuk setiap instalasi.

Cheers!

***

The World of Ghibli Jakarta Exhibition
10 Agustus – 17 September 2017
The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Ballroom
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
SCBD 12190 Jakarta Selatan
Twitter: @ghibliJKT
Instagram: @theworldofghiblijkt

Advertisements

18 Comments

  1. Keni says

    Aku setuju, usher-ushernya oke banget!!! Terus bahkan ada yang inisiatif nawarin “mbak, mau buat boomerang ga?”

  2. Emang fans banget yah Put? :) Aku koq malah gak pernah nonton Ghibli ini yah dari kecil? Cuma pas ke Jepang ama Korea aja tersentuh dengan Ghibli, tapi gak ngerti :'( Makanya diajakin ke Museumnya gak gitu tertarik, kecuali Fujiko F Fujio Museum. :)

    • Iya betull.. soalnya si Ghibli ini film-filmnya lepasan gitu bukan serial kaya yang kita nikmati dulu tiap minggu pagii.. jadi ga seterkenal Doraemon dkk kali yaa.. hihihi

  3. Baca blog mba Puty, jadi ngga sabaaaarrr pengen ke Ghibli Exhibition. Udah beli tiketnya sejak lama, tapi baru bisa ke JkTa besok September ? trimakasih juga dikasi tips2 nya! Yeaaaay!

  4. pengen datang ke sana, tapi jauh, hehehe
    belum pernah sih nonton film2nya, tapi suka denger musik yg ada di filmnya :)

  5. Widya Arif says

    Wah, karena baca review ini aku langsung jadi pengen marathon film Ghibli selengkap-lengkapnya. Ngomong-ngomong aku ngakak banget pas bagian Kak Puty nggak ikut meluk karena takut dikira benalu hahahahahahahahahaha maaaf

  6. Waaaa, seru banget habis baca ceritanya mba puty.
    Aku masih galau dan menimbang mau beli tiketnya atau tidak, aaaa

  7. mba puty kok lucu banget postingannya hehehe…
    aku sempat pengen kesana tapi karena aku dari luar kota (banjarmasin!) sepertinya keinginan ini harus dipending dulu kecuali bulan depan ada acara di Jakarta hehehe

    • Wahhh semangatt :3 mudah2an kalau belum berjodoh sama yang ini berjodoh di Jepang langsung yaaa :D

  8. Baiq Nadia says

    I’m sold!!! Ini review yang sudah ditunggu, berhasil meyakinkan yang galau jadi lebih yaquennnn.

    Love love love love Putyyyy

Leave a Reply