Daily Life, Motherhood
comment 1

Anak dan Gadget

Hari Sabtu lalu saya kembali mengarungi kerasnya Jakarta demi datang ke sebuah parenting talkshow (lagi!) Jarak dari Bekasi ke Pondok Indah saya tempuh karena temanya menarik dan relevan banget dengan kehidupan ibu-ibu jaman sekarang yaitu soal anak dan gadget.

Sebetulnya Antariksa sendiri termasuk anak yang nggak saya kasih gadget, namun kadang dia ikutan nonton TV dan senang banget kalau diajak selfie atau diputerin video dirinya sendiri (#loh #ternyataagaknarsis). Namun dengan intensitas saya main handphone, gambar-gambar di iPad atau bekerja dengan komputer, cepat atau lambat Antariksa pasti akan penasaran juga. Jadi sejauh mana sih anak boleh main gadget dan apakah kiat-kiat serta solusinya kalau anak sudah terlanjur nempel banget sama gadget?

Berhubung isi talkshownya bagus dan bisa menjawab pernyataan saya di atas, jadi akan saya ceritain di sini yaaa. Mudah-mudahan bermanfaat :)

Talkshow berjudul ‘No Gadget, No Worries!’ ini menghadirkan pembicara psikolog anak, Chitra Annisya, Mp.Psi., dari Tiga Generasi dan blogger mom, Dhatu Rembulan. Saya sendiri sudah lama menjadi follower Tiga Generasi dan menjadikan buku ‘Anti Panik’ sebagai primbon mengasuh anak, jadi saya yakin banget akan bertemu dengan nara sumber yang tepat.

Begitu sampai di lokasi yaitu Toys City, Pondok Indah Mall, saya langsung daftar ulang dan dikasih handout materi (nggak lupa komat-kamit dulu ngedoain nomer peserta saya biar dapet doorprize, hahaha). Talkshownya sendiri diset seperti acara piknik indoor sehingga terasa santai dan akrab. Terlihat cukup banyak buibuk yang membawa anaknya. Para bocah ini terlihat semangat banget karena di sekitar area talkshow ada playground dimana anak-anak bisa mencoba main Micro Scooter dan permainan susun-susun Magformers.

Duh berasa piknik, aw aw :3

Handout materi, asli berguna banget!

Talkshow dimulai dengan pertanyaan / curhatan dari MC soal keponakannya yang nempel banget sama gadget. Kemudian Mbak Dhatu pun menceritakan pengalaman anak pertamanya yang juga kecanduan gadget karena sudah ‘dikasih’ gadget sejak usia 6 bulan. Mbak Chitra pun memutarkan video anak yang tantrum karena nggak boleh main gadget. Saya sendiri lihatnya merinding-merinding gimana gitu ya, kok lihat anak kecanduan gadget jadi seperti ‘sakaw’ gitu, duh :(

Mbak Citra kemudian menjelaskan bahwa penggunaan gadget pada anak adalah hal yang nggak terhindarkan. Kalaupun anak nggak ‘diberikan’ secara langsung, anak pasti ingin tau dan ingin meniru waktu melihat kita, orang tuanya, kalau asyik sendiri main gadget. Memang ada beberapa manfaat positif dari gadget, namun anak usia 0-5 tahun needs waaayyy more than what gadgets can offer.

Dampak Negatif Gadget

  • Perkembangan fisik dan motorik terhambat. Anak kecil harus bergerak aktif selama setidaknya 2 jam setiap hari. Gerakan aktif ini akan mendukung perkembangan motorik kasarnya. Ketika anak terlalu sibuk dengan gadgetnya, anak akan cenderung malas bergerak.
  • Tidak hanya motorik kasar, perkembangan motorik halus pun dapat terganggu. Anak nggak terbiasa melakukan hal-hal seperti membolak balik halaman buku atau memegang pensil dan krayon.
  • Minim pengalaman sensori yang nyata karena nggak menyentuh benda yang sebenarnya (air, tanah, daun, kain, kertas, dst)
  • Anak akan sulit berkonsentrasi (karena nggak terlatih), cepat bosan, dan mudah tantrum (juga disebabkan oleh energi fisik yang nggak tersalurkan)
  • Minim kemampuan sosial. Ketika orang tua memutarkan TV atau YouTube channel anak bertema edukasi, kita pikir anak akan lebih cepat bicara. Namun ternyata, proses tersebut hanya bersifat satu arah. Anak akan merekam kata-kata, namun nggak bisa mengartikulasikannya.

Oke, jadi sudah jelas ya kalau untuk anak 0-5 tahun gadget akan lebih banyak dampak negatifnya. Hmm… Jadi apakah nggak boleh sama sekali? Berikut anjuran waktu interaksi anak dengan screen (TV, handhone, komputer, iPad, dst)

Anjuran Screentime Anak

  • 0-2 tahun -> sama sekali tidak dianjurkan
  • 2-3 tahun ->maksimal 30 menit sehari
  • 3-5 tahun -> 1 jam sehari dengan pengawasan orang tua
  • >5 tahun -> maksimal 2 jam per hari

Oke, itu kan teorinya ya. Namun tentu di zaman yang mau beberes rumah aja bisa panggil jasa beberes via aplikasi di smartphone, kok sepertinya susah menghindari penggunaan gadget ya? Nah, menurut Mbak Chitra, tentu kita sebagai orang tua harus introspeksi diri sendiri dulu. Apakah kita sebagai orang tua juga lebih sibuk dengan gadget daripada main dengan anak? *Plaaakkkk~ tamparan nyata bagikuuuu~*

Masalah yang Umum Dihadapi Orang Tua

Berikut beberapa solusi dari masalah yang paling banyak dialami orang tua seputar pembatasan penggunaan gadget pada anak:

  1. Anak ingin main gadget setiap orang tua mengeluarkan gadget di hadapan anak
    Solusi: Beri penjelasan pada anak tentang urgensi kita menggunakan gadget, misal untuk pesan taksi online atau bayar tagihan. Namun setelah keperluan tersebut beres, simpan gadget kita dan bermainlah dengan anak
  2. Anak sering rewel sehingga orang tua sulit beraktivitas
    Solusi: Tawarkan anak alternatif berupa mainan yang konkrit. Tentu pada awalnya kita harus meluangkan waktu dulu untuk bermain bersama atau mengenalkan kepada anak dimana letak ke-asyik-annya main. Coba bawa toys bag ketika bepergian. Anak cepat bosan? Ya harus pengorbanan bawa mainan lebih banyak jumlah dan ragamnya.
  3. Anak hanya mau makan dengan ditemani gadget
    Solusi: Buat waktu makan lebih menari dan interaktif. Coba beri anak kesempatan anak untuk makan sendiri. Kalau sudah terlanjur, turunkan penggunaan secara gadget secara bertahap. Jangan sampai anak tidak dapat asupan gizi juga gara-gara hal ini.

Iyaaa betulll, saya juga bisa baca pikiran buibuk semua, “TEORI MAH GAMPANG… PRAKTEKNYA KAN BIKIN PANAS AMPE UBUN-UBUN YAAA…”

:’)))

Let’s Try These…

Nah, jadi kalau dari talkshow ini, selain dapat teori saya juga dapat cerita yang nyata baik dari Mbak Dhatu maupun dari ibu-ibu peserta. Nah ada beberapa hal konkrit yang bisa kita coba praktekan di rumah sebagai orang tua:

  • Terapkan area bebas gadget. Di area ini kita harus fokus, bermain dan memberi perhatian pada anak. Usahakan di area ini terdapat beberapa jenis mainan yang sesuai dengan kemampuan, usia dan minat anak.
  • Make the playtime fun. Libatkan kelima panca indera saat bermain dengan anak. Mainan tidak melulu harus puzzle atau robot-robotan. Variasikan permainan indoor dan outdoor.
  • Pada kasus anak-anak yang sudah terlanjur kecanduan gadget, pulihkan secara perlahan. Take control of the situation. Jangan ‘kalah’ ketika anak tantrum.┬áKetika kita ‘mengalah’ saat anak jerit-jerit, anak-anak akan terbiasa menjerit untuk mendapat apa yang diinginkan.
  • Ketika anak tantrum karena ‘sakaw’ gadget, Mbak Chitra menyarankan untuk:
    • Let them know you’re in charge, kasih tau aturan dari kita (misal hanya boleh main gadget sekian menit)
    • Sediakan alternatif permainan, “Cukup main handphone-nya, sekarang kita main boneka / puzzle / di luar ya.”
    • Pada kasus ekstrim, letakkan anak di tempat yang aman, lalu tinggalkan sampai dia tenang. Baru setelah itu beri pelukan, perhatian, dan alternatif permainan.

Kesimpulan

Magformers, bisa dijadikan salah satu pengisi acara main bersama buat anak dan orang tuanya. #KODE #KODEUNTUKSUAMI

Kalau saya sendiri menyimpulkan kalau orang tua harus mengerahkan usaha terbaiknya untuk mengajak anak main. Kalau zaman kita atau orang tua kita masih kecil, anak-anak cenderung main keluar dengan sebayanya. We used to find ways to overcome the boredom. Nah, kalau zaman sekarang, orang tua harus lebih aktif mengajak main anak.

Satu hal yang menarik adalah, sebagai indoor person, saya jadi berpikir untuk mulai mengajak anak main di luar rumah. Ya berhubung produk-produk Micro Scooters┬ápas ada di depan mata, saya jadi ikutan ngecengin juga donggg… :p Soalnya jenis scooternya ada yang buat anak dan buat dewasa juga. Siapa tau kan bisa memenuhi cita-cita saya yang belum kesampaian: jadi Po-nya Teletubbies. HAHAHA.

Dokter cantik bersama Celsi berpose dengan scooter idaman <3

Oke. Berhubung post ini sudah panjang banget, jadi akan segera saya akhirnya. Mudah-mudahan man teman dan buibuk yang membaca bisa mengambil faedahnya. The last but not least, saya mau pamer goodie bag dan doorprize (akhirnya dapetttt, alhamdulillah~) oleh-oleh sebagai sogokan buat Antariksa, huahaha. Saya jadi agak curiga, jangan-jangan kalau tiap talkshow bawa oleh-olehnya begini, Antariksa bakal nyuruh saya pergi ke acara talkshow tiap weekend. Muehehehe :’)))))))

Cheeeerrrssss~

Dhatu Rembulan bersama Kue TerangBulan.

 

Advertisements

1 Comment

  1. Menurut saya batasi penggunaan gadget pada anak anak itu penting. Agar tidak terlalu kecanduan dalam bermain gadget.

Leave a Reply