Highlight, Thoughts
comments 68

Apa Benar Bahagia Itu Sederhana?

Hari Sabtu kemarin seorang teman datang ke rumah dan anaknya membawa mainan-mainan dari Happy Meal-nya McDonald’s yang temanya ‘Adventure Time’. Walaupun saya nggak ngikutin ‘Adventure Time’ dan cuma sekedar tau, permainan-permainan sederhana di dalamnya lucu banget dan bikin saya ingin ikutan koleksi semua variannya :’))) Toh nanti Antariksa juga bisa ikutan main dan harga paketnya pun hanya 30 ribuan.

Waktu main, sambil senyum-senyum saya bener-bener mau mengucap, “Bahagia itu sederhana ya.” Namun saya nggak enak sama suami yang sudah repot-repot berburu mainan-mainan ini sepulang kantor sampai ke beberapa gerai McDonalds. Pulang kerja, capek, inginnya buru-buru pulang minum teh hangat eh ini harus mampir-mampir dulu, terus sampai rumah harus makan ayam dan kentang McD lagi. RIBET YA. Kasihan suami saya, harus bersusah-susah untuk mendapatkan apa yang akan saya kasih hashtag #bahagiaitusederhana :’)

Jadi apa betul bahagia itu sederhana? Seberapa sederhana yang kita sebut sederhana?

Kebetulan saya sedang mengerjakan sebuah project bersama Bentang Pustaka*. Project ini berhubungan dengan kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang kita alami sehari-hari. Sebagai orang yang nggak terlalu sulit disenangkan, saya pikir ini nggak terlalu sulit. Namun ternyata banyak sekali kebahagiaan yang menurut saya sederhana, bisa jadi rumit untuk orang lain.

Paling gampangnya: saya bahagia banget setiap anak saya yang usianya setahun memanggil saya, “Buu… Ibuu…” Mungkin untuk saya sederhana saja, tidak perlu keluar uang sepeser pun, dan terjadi tanpa direncanakan. Namun ini tentu tidak sederhana bagi pasangan yang belum diamanahkan anak atau atau orang tua yang anaknya memiliki ‘special needs’.

Di lain pihak, minum kopi dengan tenang bisa jadi hal yang sangat sederhana bagi teman-teman yang ngantor. Namun untuk ibu rumah tangga atau ibu yang kerja di rumah? HAHAHAHA TIDAK SEMUDAH ITU! :p

Saya jadi ingat sahabat saya yang saat itu kuliah di Imperial College London. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik, tentu masuknya saja susah, harus pintar dan pastinya kalau sekolah di sana akan dipertemukan dengan orang-orang pintar juga. Lalu suatu hari teman saya ini ngetwit kurang lebih seperti ini: “Dipuji sama anak Harvard. #bahagiaitusederhana” Huahaha, teman yang lain langsung ada yang balas kurang lebih begini: “Itu sederhana dari mananya?” Ya dengan status mahasiswa Imperial College hal seperti itu bisa jadi kebahagiaan yang sederhana.

Kalau buat saya mungkin setara dipuji ibu-ibu tetangga arisan RT kali ya? Itupun susah juga loh. Sampai saat ini saya masih mengira-ngira, mana yang lebih mudah dibikin kagum, mahasiswa Harvard atau ibu-ibu arisan di kompleks saya.

Namun satu yang pasti kebahagiaan yang Sederhana: makan nasi dengan gulai tunjang. Eh tunggu dulu, tapi kalau lagi liburan di Paris atau Tokyo hal ini jadi nggak sederhana lagi ya?

Jadi seberapa sederhana yang kita sebut sederhana?

*) Lewat post ini saya ingin mengajak teman-teman pembaca semua berbagi di kolom komentar tentang apa sih kebahagiaan yang sederhana versi teman-teman? Nanti saya akan memilih 2 kebahagiaan untuk dicantumkan di project saya jika berkenan, dan akan saya kirimkan gratis kalau sudah terbit yaaa. Ayo ikutan yaaa… Saya tunggu sampai 30 Oktober jam 9 pagi ya. Cheers! :3

Advertisements

68 Comments

  1. Aex hadisyar says

    Bahagia itu, ketika kue terbaru yang saya buat disukai saudara dan teman teman, sehingga saya bisa menjadikan produk baru di toko kue saya ???

    Alex “lekeix”

  2. Bahagia itu ketika saya bisa menikmati jalanan di malam hari, angin yang sejuk, mengamati sekitar dan bersyukur bahwa saya masih diberi nafas hingga saat ini. ^_^

  3. Ketika dua anakku bisa tidur malam TEPAT di waktu seharusnya. I knew it’s not an easy one, sih, tapi itu pengharapanku setiap SETIAP S E T I A P harinya hahahahaha :)))

  4. Bahagia itu, ketika mentraktir Ibu dan Ayah saya untuk pertama kalinya dari uang hasil jerih payah sendiri. Capeknya bekerja hilang seketika saat melihat orangtua saya bahagia dan tersenyum sambil memegang sepotong martabak :3

  5. Aaaah, suka sekali dengan topik ini. Ada banyak bahagia yang sederhana versi aku. Misalnya kalau drama Korea yang lagi aku ikutin, subtitle-nya udah keluar, haha. Atau misalnya pas lagi pengen banget makan apa, eh ternyata lagi ada promo, haha.

  6. Bahagia itu pas nyampe kosan terus bisa ngelakuin skincare routine sehabis berjam-jam berkutat di luar dan bertarung naik KRL. Rasanya beban di kepala berjatuhan semua :’)))))

  7. bahagia sederhana;
    1 jam anak bobo= 1 gambar kelar

    bonusnya bs tiduran bntar pas selesai.
    alhamdulillah

  8. Buat aku bahagia itu sederhana banget kak. Jujur, dari kecil sampai sekarang, aku sm ortuku ga begitu dekat, kalau ngomong paling seperlunya aja, jarang banget ngomong panjang lebar. Aku juga jarang cerita/curhat2 tentang keseharianku, tentang pengalamanku gt sama ortuku, kayaknya aku baru sekali doang curhat sm ortuku, slebihnya aku curhat/cerita ke kawan2 aku. Mungkin efek ortuku jarang dirumah dan menurut aku mereka galak banget jadi agak takut buat cerita hehe. Jadi menurut aku, bahagia tu sederhana kalau bisa ngobrol panjang lebar sama bapak ibu, bisa cerita/curhat ini itu ke mereka, sharing berbagai hal, dan bercanda bareng mereka (lagi) terdengar klise sih, tp itu arti bahagia itu sederhana buat aku. Hehehe

  9. Buatku, bahagia itu sesederhana masih bisa ngumpul sama keluarga di ruang tamu, ngobrol santai plus dimasakin telor orak-arik bawang bombay sama Ayah yang rasanya bikin diet gagal seketika. Duduk sambil nunggu kereta di Stasiun Kebayoran (apalagi pas bulan purnama di antara dua gedung apartemen Pakubuwono) pas malem juga somehow bikin hati bahagia, adem aja gitu sebelum umpel-umpelan di kereta.

  10. Aku setuju sekali dengan apa yang Mba Puty bilang bahwa kebahagiaan sederhana kita gak selamanya sederhana untuk orang lain. Bijak sekali :)

    Dan kebahagiaan sederhana untuk aku adalah bisa bangun pukul 4.30 pagi, shalat subuh, lalu duduk di halaman depan rumah sampai langit perlahan menjadi terang dan kucing-kucing saya berlarian senang seolah menyambut matahari.

  11. Kalau menurut aku, bahagia itu sesederhana kalau besok Jumat. Artinya sabtu-minggu libur :’)

    Mbak, proyeknya cepat terbit dong.. aku bakal beli *.*

  12. Bahagia itu sederhana, sesederhana tiduran di kasur sambil baca novel, nggak mikirin kerjaan kantor, kerjaan rumah, atau “kewajiban-kewajiban” lain yang membuatku harus ketemu orang lain.

  13. Halo Kak Puty!
    Menurut Luna, bahagia yang sederhana itu.. bisa nggak sehat lahir batin dan nggak opname di Rumah Sakit setiap 6 bulan sekali. Luna punya kondisi kesehatan khusus which is dari umur 19 tahun udah nggak punya Empedu. Bukan cuma itu, saluran ginjal Luna yang kiri dan yang kanan beda ukuran. Jadi kalau kecapekan pasti drop langsung.
    So yeah, bahagia menurut Luna itu sedehana; sehat lahir batin??

  14. Jessyca says

    Bahagia itu bisa mandi air hangat sehabis seharian kerja. Itu rasanya enakkkk luar biasa. Capek pun hilang.

  15. Chacha says

    bahagia yang sederhana itu buat saya adalah bahagia yang gak perlu diceritakan ke siapa-siapa pun sudah bikin bahagia. apapun bentuknya kesederhaan dari sebuah bahagia itu muncul sebagai bentuk dr rasa syukur atas apapun yang terjadi dalam hidup, pada masa itu semuanya tepat waktu dan tempat.

  16. Namira says

    Bahagia kalau masak makanan buat anak terus anaknya makan habis Ya Allah Alhamdulillah..soalnya udah 1.5 taun makannya susah bgt, gamau makan sutris hayati..

  17. Mashan98 says

    Bahagia itu sederhana ketika kita ngga byk mengeluh dan selalu bersyukur… seperti makan nasi panas bareng sm sayur asem, ikan asin, dan sambal :9

  18. irma fitriani says

    bahagia itu pas lagi ngumpul sama keluarga. Soalnya orangtua dan kami berempat bersaudara (kecuali si bungsu) tinggalnya beda kota semua. Jadi pas ada moment yang bikin kita SEMUA ngumpul itu, bikin saya bahagia. Dan sepertinya bukan hanya buat saya pribadi :)

  19. Bahagia itu sederhana kalo pas makan soto takaran sambel+kecap+jeruk nipis PAS!! Bonus kerupuk.

  20. Nevya says

    Bahagia yang sederhana versiku adalah bisa libur seharian glundungan di kasur, yang diluar juga hujan seharian, cuman baca novel atau marathon drakor, tanpa ditelpon orang kantor, tanpa cucian numpuk yg menunggu, tanpa kemana mana.

    Tapi bisa jadi kebahagiaanku itu adalah derita bagi orang yg kerja di laundry, orang kantor yg gantiin tugasku atau orang yg lagi njemur kerupuk. Jadi yg sederhana itu pun bisa jadi bahagia di atas derita orang lain yah..

  21. Bahagia itu ketika saya duduk di balkon kost, ditemani musik favorit, sambil baca buku atau makan.
    Salah satu alasan yang bikin saya enggan pindah kost walaupun sudah dianjurkan pindah itu ya ini. Mana ada lagi kost yang fasilitasnya cukup dengan balkon with sunset view?
    Bahagia itu perasaan fulfilled yang kadang nggak dimengerti orang lain, bingung juga bagaimana menjelaskannya. ? ? ?

  22. Karena belakangan ini aku sibuk sampe nyaris ga sempet baca buku, jadinya kebahagiaan sederhana buatku sekarang cukup dengan bisa baca buku sebelum tidur, setelah hari yang panjang dan hectic. Kebahagiaan sederhana yang lain adalah bisa jalan2 ke taman dan menghirup udara segar, bukannya asap knalpot :’)

  23. Sebenar ny bahagia itu sederhana, tpi kadang gak sesederhana yg di harapkan. Misal ny bisa kembali sehat ? itu kebahagiaan sederhana yg di harapkan. Tapi karna gak semudah itu di dapatkan, jadiiii bahagia sederhana versi saya yg paling dinikmati sekarang adalah saat manga ato webtoon favorit udah release new chapter

  24. Brenda Ariesty Kusumasari says

    Bahagia itu sederhana ketika melihat suami dan anak senyum bahagia ?

    Brenda

  25. Bahagia itu sederhana.. saat lagi PMS, marah dan ngambek seharian gak jelas terus sebelum tidur suami bilang “maaf ya aku ga bisa ngertiin kamu hari ini”

    Siapa yang gak melting cobaaaaaaa? Huhuhu

    Kita yang salah, yang super sensitif dan mood swing terus orang yang kita sayang malah minta maaaf, aku sih bahagiaaa..

    Buat aku, bahagia sederhana itu ketika orang lain bisa dibahagiakan dengan hal-hal yang menurut orang lain “remeh” dan biasa aja.

    Tapi kita bahagia. Sesederhana itu.

    Buat aku

  26. Bahagia itu punya “me time” setelah berkutat ngasuh bocah (2 yo). Termasuk bisa mengurung diri di wc sambil mainan hp :,)

  27. Aku sebenernya mudah banget dibikin bahagia. Sesimpel kerjaan dibilang “brand nya sukak!” dari klien aja udah bikin happy. Atau bisa ketawa over silly things sama pasangan, naik motor boncengan dari Senopati ke Bekasi dan makan pinggir jalan demi hemat buat nikah. Kaya ada yang lagi dikejar bareng tapi ngejarnya sambil happy.

  28. putribothie says

    Sederhana itu sesimple gw buka link bio Puti tgh malam. Nah jadi bahagia kalo gw bsa kepilih sm Puti. Hahahaha. #kode

    Jd ada effortnya dulu baru bisa bahagia.
    Klo di teori arsitektur ada namanya Relativitas, bahayanya Bahagia itu sbnrnya disitu, Point of prespective. #kuliahmalam

  29. putribothie says

    Bahagia itu sesederhana yg dipikirkan hahaha. User and activity will follow the mind. ?

    • putribothie says

      Nah ini nih hahaha sesimple nge test komen gw kok blom nongol nongol. Ternyata msh loading smua HAHA.

  30. Kebahagiaan sederhana adalah ketika kamu menjadi diri sendiri, percaya pada apa yang dipunyai walaupun banyak pandangan di luar sana terhadap dirimu. Karena kamu yakin bahwa setiap manusia mempunyai potensi dan bisa berkarya melaluinya.

  31. Ferra says

    Bahagia yg sederhana saat ini adalah saat buka jendela kamar pagi hari setelah semalaman hujan sambil ngeliat suami dan anak (balita) masih tidur di atas kasur. Ibunya ambil nafas panjangggg di dpn jendela.. plong..

  32. Deri Ardia says

    Menurut aku, bahagia itu sesederhana aku sadar aku punya berbagai macam hal yang bisa aku syukuri setiap harinya karena menurutku, bahagia itu terkadang datang dari diri sendiri dan bisa banget ditularkan juga ke orang terdekat ?

  33. Bahagia itu pas pulang kerja dapet transjakarta nya cepet ditambah dapet tempat duduk pula. Dan lebih bahagia kalo jalanan gak macet. #banyakmaunya ?

  34. Sama kayak post di ig nya mba puty… Bisa makan indomie goreng dengan tenang ketika anak bobo itu sudah puas bgt rasanya ?

  35. donna says

    Bahagia tuh sesederhana pulang kerumah udah disiapin makanan sama Ibu sama bekas jerawat membandel pelan pelan memudarr :”)

  36. Ririt says

    Bahagia yang sederhana versiku ketika sabtu-minggu no masak, no kerjaan rumah (nyapu, ngepel dkk) karena biasanya dihabiskan dengan gegoleran males-malesan sama suami ?

  37. Dantifaramita says

    Bahagia itu sederhana, sesederhana bangun tengah malem liatin anak bayik bobo lelap.

    Bahagia yang sederhana menurut saya, adalah ketika kita merasa bahwa sumber bahagia kita adalah sesuatu yang sulit diraih, tetapi lalu kita dicolek mesra sama Allah dengan dicukupkan hanya dengan nikmat yang sederhana. Karena bahagia itu kita yang ciptakan.

  38. Kayaknya kalo dinilai dengan keadaan dan suasana bahagai itu sederhana relatif banget artinya ya Kak Puty, bisa jadi sederhana yang kita maksud seperti ketawa dan bercanda bareng sama sahabat dekat jadi hal mewah buat orang yang lagi berjauhan ataupun telah kehilangan sahabatnya.

    Jadi menurut saya bahagia yang sederhana itu ketika kita bisa buat menghargai kebahagiaan sederhana orang lain dan diri sendiri

  39. Hahaha bener tuh yang bilang teori perspektif kebahagiaan, Kak.

    Dulu waktu masih kerja, bahagia itu ya pas gajian. Kerjanya tiap hari, gajiannya sebulan sekali wkwk. Begitu dapet, langsung bisa bebelian apa yang lagi dipengen, pake duit sendiri.

    Sekarang baru beberapa bulan jadi mamak rumah tangga, ternyata ada yang lebih membahagiakan dibanding gajian. Bahagia itu kalo tiap hari suami bisa sarapan dan bawa bekel makan siang dari masakan kita sendiri. Haha padahal baru tau masak-masakan ya setelah nikah,
    Jadi kebayang tuh PR tiap harinya mikir, “besok masak apa ya?” lalu paginya heboh di dapur.

    Eh apa jangan2 bahagia itu sensasi kalo kita ngerasa uda melalui sesuatu yang kita kira gak bisa. Kayak it worth the wait and the hardwork wkwk.

  40. Widya Arif says

    Kak Puty super setuju dengan artikelnya. Menurutku bahagia itu sesederhana bisa melamun. Melamun bagiku seperti alternate universe. Setiap didera masalah aku bakal melamun sebentar dan merasa lebih baik. Rasanya kayak lagi nge-recharge mood aja gitu ???

  41. Bahagia itu sederhana namun bahagia itu rumit. Sesederhana saat ada pengendara kendaraan di jalanan yang mempersilahkan kendaraan kita untuk lewat terlebih dahulu. Sesederhana sahabat yang membawakan kita makanan dan perhatiannya disaat kita sakit dan jauh dari orangtua. Sesederhana bapak/ibu dosen yang memperhatikan dan care dengan kita mahasiswanya. Sesederhana atasan kita yang peduli dan membimbing bawahannya. Sesederhana akan berangkat ke tempat kerja saat hujan teras kemudian tiba-tiba hujan reda. Sesederhana saat kita butuh bantuan, ada orang lain yang peka dan tulus menolong kita. Sesederhana saat gagal dalam menjalani suatu hubungan masih ada sahabat yang selalu ada menghibur dan menemani. Sesederhana saat ada orang lain yang bahkan tidak kita kenal mau menolong kita. Sesederhana selalu ada pertolongan-Nya disaat kita membutuhkan. Sesederhana saat ada suatu masalah kita masih bisa tersenyum bahagia karena rasa syukur kepada-Nya.
    Namun bahagia juga bisa serumit itu. Serumit permintaan dan kemauan kita kepada kedua orangtua, yang mungkin bagi kita, kita bahkan tidak berpikir apakah ayah dan ibu kita sanggup untuk memenuhinya, yang mungkin bagi kita, kita tidak berpikir bagaimana pengorbanannya untuk membahagiakan buah hatinya. Serumit ada teman dan rekan kerja yang menusuk kita dari belakang, namun tanpa berpikir masih ada teman lain yang menyayangi kita. Serumit mengejar keinginan-keinginan dan mimpi-mimpi kita, tanpa pernah berusaha dan berjuang lebih keras lagi. Serumit kegagalan-kegagalan dimasa lalu yang terus membayangi dan mengekang mimpi-mimpi kita lainnya. Serumit kita berpikir bahwa untuk bahagia kita memerlukan segalanya. Serumit kita berpikir bahwa kebahagiaan hanya berasal dari materi ataupun kasih sayang dan perhatian dari orang lain.
    Bahagia atau tidak bahagia, sederhana atau tidak, tergantung dari cara kita memandang kebahagiaan itu sendiri dan tergantung bagaimana cara kita menyederhanakan atau justru membuatnya terasa menjadi rumit :)

  42. Eliza says

    Lagi cari parkir, yg lagi penuh banget. Eh mobil depan kita mau keluar. Alhamdulillah ?

  43. Bahagia sederhana itu:

    1.) makan nasi warteg pakai 3 lauk (terong balado, teri kacang, pare tempe plus serundeng dan sambel) dan harganya cuma 10ribu! Bahagia dan kenyang lahir batin dan menu sehat bukan =D

    2.) pulang kantor dipeluk dan dicium anak-anak, cape langsung hilang =D

  44. Menurut aku bahagia itu sesederhana bisa menuntaskan kewajiban dan ngasih self reward buat diri sendiri.

    Ngga kehitung udah berapa kali melewatkan konser band/musisi kesayangan, khususnya setahun belakangan ini. Dadah coldplay, cigarettes after sex, bon iver! Alesannya, either lagi nggak ada duit or ada ujian penting di kampus. Problem klasik anak kuliahan lol

    Lalu kemarin dapet kabar kalo The XX mau dateng ke Jakarta. Iseng ngecek tanggal dan pricelistnya. Eh, kok pas banget! Tanggal segitu (insyallah) skripsi udah beres dan harganya enakeun pisan. Udah lama ngga ada konser band luar yang harga tiket vip nya dibawah sejuta. Lah, ini malah Cuma 600an! Nanya pacar, “Yuk?” Dan langsung diiyakan. Dalam 5 menit, e-ticket udah masuk di inbox email. Jadi makin termotivasi buat segera ngelarin skripsi.

  45. Bahagia itu gak sengaja denger kalau kita lagi dibicarain sama orang lain. Tentang yang baik baiknya doong pastii hehehe

  46. Jenny says

    Sebagai ibu yang baru punya bayi, ngurusin sendiri tanpa bantuan sama sekali, bahagia banget ketika sudah lewat 1 bulan, yang artinya bayi boleh dibiarkan stay through the night tanpa harus dibangunin tiap 3 jam

  47. Bahagia sederhana adalah ketika bisa kentut setelah menjalankan operasi, akhirnya sudah tidak puasa dan boleh makan lagi. Awal 2017 kemarin, aku menemani sahabatku untuk menjalani operasi tumor, waktu itu keluarga temanku tidak bisa hadir hingga operasi selesai. Selesai operasi temanku dipindahkan ke kamar biasa, selama menunggu dia aku makan dan minum dengan lahapnya, karena aku pikir dia nanti makan makanan rumah sakit sehingga aku tidak menawarinya makanan yang aku makan. Aku melihat mimik mukanya melas sekali, aku tanya ke dia kenapa mukanya melas sekali, dia jawab katanya dia pengen nasi goreng ku. Karena aku pikir tidak ada yang lihat jadi aku suapi dia satu atau tiga sendok nasi goreng. Tahu-tahu dia mewek dan bilang “Gua belum bisa makan tro, abis operasi pagi tadi gua belum kentut, gua laper. Ya allah kapan aku kentut!!!”. aku cuma tersenyum miris, mau makan saja harus nunggu kentut. Alhasis teman saya nunggu hampir 6 jam (setelah operasi) hingga dia bisa kentut dan akhirnya makan.

  48. Bahagia sederhana versiku adalah pulang sampai rumah masih keburu buat main sama anak. Merasakan disambut di depan pintu sambil meluk aku yang jongkok di depan dia. Nyiumin bau asemnya anak dan bisa cerita-cerita dia ngapain aja sebelum tidur.

    ttd Ibu pekerja di Jakarta yang setiap hari bertarung sama macet ?

  49. Aziza says

    Buat saya yg sekarang jadi ibu rumah tangga, bahagia itu cukup dengan anak yg baru mulai mpasi ngehabisin makannya :’) dan waktu suami makan masakan saya dan bilang ”ENAK” (mungkin juga krna dia lagi laper banget ya :p) Secara sebelum nikah, bikin nasi goreng didepan camer aja bawangnya gosong. X(

  50. Aziza says

    Sebagai seorang anak, saya akan sangat bahagia dengan cukup mamah mau mendengarkan cerita saya tanpa ”nyambi” main henpon :)
    Sebenernya sederhana banget, tapi walaupun sesederhana itu, saya jarang banget bahagia gara2 itu :)

  51. Astrid says

    Bahagia itu sederhana, ketika denger suara motor menepi di depan rumah dan kurir ekspedisi teriak “paket!!” ahahahaha
    Sama lagi serius baca/ngelaptop/masak tiba2 suami muncul dari belakang trus ngelus ngelus rambut :3

  52. salah satu kebahagiaan sederhana gw: dapet kang gojek yang tahu sehingga gw bisa ngelamun sepanjang perjalanan tanpa khawatir nyasar. versi lebih nggak sederhananya tapi pernah terjadi: dapet kang gojek yang tahu jalan2 motong sehingga secara ajaib bisa menempuh pondok indah-cinere dalam 30 menit di jam macet pulang kantor ?

  53. Ani Rusmiani says

    Bahagiaku yang sederhana itu, jika saya bisa berjalan di trotoar yang luas dengan udara yang bersih nan sejuk. Jadi tak perlu berharap lagi “kapan ya? Indonesia seperti Jepang”

  54. Saya baru menjadi dosen sekitar 8 bulan-an. Semester ini saya mendapat jadwal kelas yg lumayan banyak (menurut saya) dengan mata kuliah yg beragam pula (lebih dari 5 mata kuliah yg berbeda). Di semester ini saya sering merasa tidak maksimal dan merasa gagal, karena tugas meneliti dan pengabdian masyarakat belum saya sentuh karena sy masih menyesuaikan diri dengan ritme jadwal mengajar saya yg lumayan padat. Akhir-akhir ini saya sering merasa sedih karena hal tersebut. Kadang saya iri melihat teman sejawat (yang sama-sama baru masuk) bisa mempresentasikan hasil penelitiannya ke forum ilmiah, tetapi tidak dengan saya. Apalagi kadang saya merasa gagal menjelaskan dengan gamblang sebuah materi kepada mahasiswa. Nah, bahagia yang sederhana menurut saya adalah ketika saya berada di titik lelah dan gagal tersebut, ada mahasiswa yang meminta saya menjadi pembimbing karya ilmiah mereka. Atau ada mahasiswa yg meminta saya menjadi pembicara disalah satu acara himpunan mahasiswa. Dan kebahagiaan yg paling sederhana adalah mahasiswa saya disemester lalu tiba-tiba menghubungi saya untuk diajarkan ulang sebuah materi. Dari situ saya merasa lelah saya hilang dan saya merasa gak gagal-gagal banget jadi dosen :’) Serius, cukup dengan hal-hal tersebut saya merasa lelah saya hilang, saya merasa bisa membantu orang lain

  55. Saya baru menjadi dosen sekitar 8 bulan-an. Semester ini saya mendapat jadwal kelas yg lumayan banyak (menurut saya) dengan mata kuliah yg beragam pula (lebih dari 5 mata kuliah yg berbeda). Di semester ini saya sering merasa tidak maksimal dan merasa gagal, karena tugas meneliti dan pengabdian masyarakat belum saya sentuh karena sy masih menyesuaikan diri dengan ritme jadwal mengajar saya yg lumayan padat. Akhir-akhir ini saya sering merasa sedih karena hal tersebut. Kadang saya iri melihat teman sejawat (yang sama-sama baru masuk) bisa mempresentasikan hasil penelitiannya ke forum ilmiah, tetapi tidak dengan saya. Apalagi kadang saya merasa gagal menjelaskan dengan gamblang sebuah materi kepada mahasiswa. Nah, bahagia yang sederhana menurut saya adalah ketika saya berada di titik lelah dan gagal tersebut, ada mahasiswa yang meminta saya menjadi pembimbing karya ilmiah mereka. Atau ada mahasiswa yg meminta saya menjadi pembicara disalah satu acara himpunan mahasiswa. Dan kebahagiaan yg paling sederhana adalah mahasiswa saya disemester lalu tiba-tiba menghubungi saya untuk diajarkan ulang sebuah materi. Dari situ saya merasa lelah saya hilang dan saya merasa gak gagal-gagal banget jadi dosen :’) Serius, cukup dengan hal-hal tersebut saya merasa lelah saya hilang, saya merasa bisa membantu orang lain

  56. Sesimpel goler-goler di pasir pantai lalu cebur-ceburan lalu jemuran lalu baca buku :) Tapi rumitnya kaka, sekarang pantainya sudah dingin :P
    Jadi akhir-akhir ini bahagia datangnya dari naik sepeda pulang-pergi kantor, hai-haian sesama pengguna bike lane. Atau baca buku seru dan tenggelam di ceritanya.

  57. Bahagia itu sesederhana menyadari bahwa orang tua saya, Ayah dan Ibu, tidak dimaksudkan untuk bersatu, tetapi dimaksudkan untuk menjadi orang tua yang terbaik untuk saya.

  58. Bahagia itu sesederhana menyadari bahwa Ayah dan Ibu memang tidak ditakdirkan untuk bersatu, tetapi ditakdirkan untuk menjadi orang tua yang terbaik untuk saya.

  59. teachew says

    Bahagia itu sesederhana asik (makan dan) ngerubungin makanan sama keluarga, sampe kadang rebutan hihi
    Walaupun makanannya cuma gorengan murmer.
    Eh tapi dulu pas masih kerja kantoran, momen kayak gitu sama temen-temen kantor juga udah bikin bahagia! Rebutan gorengan (dan cabe rawitnya) siang-siang, apalagi pas gak ada pak dan bu bos! Damai dan bahagia ? Hahaha ?

Leave a Reply