Wanderlust
comments 2

Selalu Ingin ke Jogja Lagi

Bulan lalu suami sempat bilang ada rencana perjalanan dinas ke Jogja lagi di akhir tahun. Langsung dong saya mencari ‘celah’ untuk bisa ikutan lagi. (Awal tahun kemarin saya dan Antariksa sempat ikutan jalan-jalan ke Jogja, ceritanya bisa disimak di sini) Walaupun bukan orang Jogja dan nggak pernah kuliah di sana, saya harus mengakui kalau kota ini selalu ngangenin :’)

Memang bisa dibilang Jogja masih menjadi salah satu destinasi wisata nusantara terpopuler. Baik untuk liburan panjang yang direncanakan maupun weekend gateway dadakan, kota sarat budaya dan sejarah ini merupakan tujuan wisata yang lengkap dan segala ada. Selain itu sekarang ini semakin banyak tempat-tempat lucu, indie dan berbudaya yang sering saya intip-intip di Instagram.

Selain kental dengan budaya dan penduduknya ramah-ramah, Jogja juga merupakan destinasi wisata kuliner dan belanja. Siapa coba yang nggak hafal dengan murah meriah dan lucu-lucunya barang-barang di kawasan Malioboro? Mulai dari pakaian hingga barang antik cantik dengan unsur etnik bisa didapatkan dengan harga miring (eits, asal pinter nawar yaa… hihih). Nggak heran kalau koper selalu jadi lebih berat begitu pulang dari Jogja dibandingkan waktu berangkat.

Wisata Alam Jogjakarta

Nah, kebetulan ipar saya dan istrinya juga liburan ke Jogja beberapa bulan yang lalu. Waktu ngobrol-ngobrol ternyata memang itinerarynya beda ‘aliran’ sama keluarga kami. Kalau saya dan suami sukanya yang budaya-budaya dan indie-indie, ipar saya lebih suka wisata alam.

Sumber gambar: Arwini.com

Setelah ngobrol-ngobrol dan browsing-browsing, saya jadi lebih ‘ngeh’ dengan keindahan alam Jogja yang luar biasa. Membentang dari dataran tinggi hingga ke dataran rendah, alam Jogja seperti memanggil dan menawarkan kesan yang berbeda. Saya jadi ingin liburan dan mengajak Antariksa mendatangi tempat-tempat wisata Jogja yang ‘necurel’ (kalo bahasa jaman sekarangnya ‘earthing’ gitu ya? HAHA).

Sayangnya, lokasi-lokasi wisata alam tersebut tersebar dan nggak terlalu dekat dengan pusat kota. Nggak seperti kawasan Malioboro, alun-alun, Benteng Vredenburg, Pasar Beringharjo, dan sekitarnya yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau ‘ngerjain’ pengemudi becak, mengunjungi tempat-tempat ini butuh waktu lebih lama dan kendaraan.

Yah, sebetulnya di era internet dalam genggaman ini mungkin kita nggak perlu khawatir ya. Kalaupun belum terlalu kenal Jogja dan minim informasi, toh kita bisa memanfaatkan layanan penyewaan kendaraan terpercaya yang disediakan oleh hotel atau penginapan-penginapan yang ada di Jogja.

Oke, berikut beberapa destinasi yang bikin saya tertarik:

Merapi Lava Tour

Merapi Lava Tour – Sumber gambar: Yogya Backpacker

Destinasi wisata alam pertama yang patut dikunjungi adalah Merapi Lava Tour. Lokasinya di kaki Gunung Merapi, tepatnya di daerah Kaliurang. Meski erupsi besar Merapi di tahun 2010 kemarin menjadi bencana nasional, ada berkah lain yang muncul setelahnya. Banyaknya wisatawan yang mengunjungi wilayah gunung berapi aktif ini membawa rezeki bagi masyarakat sekitar.

Dengan Merapi Lava Tour, kita bisa menapaki lautan pasir yang pernah tergenang luapan lava yang dimuntahkan Sang Gunung Berapi. Menggunakan Jeep Willys atau kendaraan khusus adventure lainnya, kita bisa menyusuri kaki Merapi.

Ada beragam paket dengan rute-rute yang dapat dipilih. Semakin jauh rutenya, semakin banyak spot bagus yang bisa kita temui. Bahkan, bungker Kaliadem dan makam Mbah Marijan sang legenda juga bisa dikunjungi. Namun tentu untuk yang bawa anak kecil harus memperkirakan medan dan timing supaya tetap bisa menikmati. *pikir-pikir gimana supaya Antariksa anteng :’)))*

Bukit Gupit

Bukit Gupit – Sumber gambar: NusantaraNews

Wisata yang ini adalah wisata alam Jogja dari ketinggian. Menikmati ketinggian di sini bukan dengan trekking, melainkan olahraga paralayang. Hahahah, kalau ini tentu Antariksa nggak bisa ikutan dulu, tapi mamak-bapaknya bisa kali ya gantian jaga :p

Bukit Gupit berjarak sekitar 3 km dari Pantai Parangtritis, jadi bisa sekalian main ke pantai. Sayangnya, belum terlalu banyak petunjuk arah ke lokasi ini. Meski demikian, pemandangan dan pengalamannya sepertinya sebanding dengan perjalanan yang ditempuh. Selain itu, kalau pun nyasar selalu ada metode GPS alias: Gunakan Penduduk Sekitar.

Selain dua tempat seru tersebut, masih ada banyak objek wisata alam Jogja lainnya seperti kawasan Kalibiru, Gua Pindul, Gua Jomblang, Air Terjun Sri Gethuk, Pantai Timang, dan lain-lain.

Belanja di Jogja

Seperti yang sudah saya sebut di awal, kalau ke Jogja teteup ya nggak lengkap rasanya kalau nggak belanja, minimal untuk oleh-oleh sanak saudara dan handai taulan. Biasanya, hotel favorit di Jogja berada di kawasan strategis yang memudahkan akses  menuju kawasan favorit wisatawan untuk makan dan belanja-belanji.

Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan di Jogja dengan harga murah-meriah, asalkan….. teliti sebelum membeli dan pintar tawar-menawar, hihi.

Sebagai #mamkamamakhemat saya punya beberapa tips & trik belanja di Jogja:

  1. Coba main di tempat-tempat yang lebih ‘merakyat’ / kecil / nyelip di sepanjang Jalan Malioboro atau Pasar Beringharjo. Harga yang mereka berikan bisa jauh lebih murah (masuk akal karena biaya sewa tempatnya juga beda kan, hehehe)
  2. Selalu bawa uang tunai!
  3. Belajar sedikit-sedikit bahasa Jawa yang banyak digunakan penduduk lokal. Di mana-mana, pedagang tentu akan merasa lebih senang dan dihargai ketika pembeli bertindak sopan dan bisa basa-basi dengan bahasa yang sama digunakannya sehari-hari. Nggak jarang, pedagang akan memberi kita harga yang lebih murah karena hal kecil ini. #thepowerofSKSD
  4. Kalau menawar, nggak apa-apa agak tega sedikit. Kalau perlu gunakan iming-iming beli 2. Misal ditawarkan harganya Rp80.000, nah coba tawarnya Rp.75.000 untuk 2 barang, huahahaha… tapi ya tentu lihat-lihat situasi dan kondisi juga.
  5. Jangan terlalu banyak gaya ala turis dengan top jerami berpita sutera. Kacamata hitamnya juga coba dilepas dulu kalau lagi nawar :p Tau sih, kalau mau foto ala-ala gaya harus paripurna, namun coba deh kalau lagi agenda belanja dress down sedikit :p
  6. Jual mahal. Semakin kita menunjukkan keinginan terhadap suatu barang, semakin pedagang bersikeras tidak menurunkan harga. Ini tips yang umum banget tapi banyak mamak-mamak yang lupa kalau sudah lihat barang yang lucu-lucu.

Kalau saya sendiri, biasanya belanja buat diri dan keluarga saja. Kalau oleh-oleh untuk Ayah Bunda Kakak Adik biasanya sih gudeg dan bakpia. Kuliner ini sepertinya sudah jadi oleh-oleh wajib Jogja ya. Selain itu, saya yang doyan makanan manis ini juga suka beli geplak, jajanan yang terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau jawa.

Tuh kannn, jadi makin kangen ingin ke Jogja :’)

Advertisements

2 Comments

  1. Aziza says

    Halo kak! aq juga akhirnya ”balik” k sini lagi, asli anak sini si, tapi kmrn setelah bbrpa taun di Kalsel dan Cikarang, akhirnya suami yg asli Sukabumi mau hijrah kesini, karena ngidam akunya :D
    Yg jelas yg paling ngangenin dr Jogja itu murahnya ya, ahahaha :D
    Ayuk atuh kak ke Jogja lagi ! :)

Leave a Reply