Month: November 2017

A Sad News and A Lesson

A few days ago, our best friends couple (both the husband and wife were classmates of my and my husband) lost their baby boy which was stillborn on the 37+ weeks of pregnancy. It happened suddenly and everyone was surprised because everything had been well. The wife seemed to have taken the pregnancy seriously with extra care and I, of course, naturally voluntarily had given her quite a lot of advice and tips and tricks (even when I hadn’t been asked, duh). She, as one of the nicest persons on Earth, of course, had listened to me wholeheartedly. When the sad news came, I couldn’t move. It took me some minutes to respond and forward the news to the other friends. I visited them the next day and hugged my best friend without words, just tears. That woman I hugged is a sincere and really kind woman, the happy friend who would genuinely congratulate on your success with no jealousy, probably one in a million nowadays. That moment, I felt too much and a question …

Pintu-Pintu

“When one door closes, another opens.” – Alexander Graham Bell Sudah seminggan ini saya cukup sibuk dengan beberapa meeting, project, deadline, dan commission sampai-sampai nggak sempat menulis di blog, padahal ada beberapa hal yang sudah terpikirkan untuk di-post. Setiap kesempatan untuk menjadi produktif sungguh saya syukuri. Rasa syukur ini kemudian membawa saya untuk meluangkan sepotong pagi untuk menulis blog post singkat ini. Waktu resign dari kerjaan saya 1,5 tahun lalu, saya sempat berpikir bahwa menjadi ibu adalah sebuah pengorbanan jika dilihat dari sisi karir dan sosial. Mungkin kalau dilihat dari sisi tersebut saja ada benarnya. Saya harus berhenti menjadi geologist dan membangun jaringan dalam lingkup profesi saya. Saya juga harus berhenti solo traveling dan menyimpan rapat-rapat dulu mimpi saya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Jadi saya pikir waktu itu: ya harus ikhlas, namanya juga pengorbanan. I closed the door and I had to move on.

Vlog: Penyusunan Buku di Rumah

Kembali lagi dengan postingan blog + vlog! Sebelumnya, buat teman-teman di sini apakah sudah subscribe youtube channel saya? HAHAHAHA #PROMOSI :’D Eh sebetulnya saya menerima dukungan dalam bentuk doa sekalipun agar tetap semangat bikin konten-konten positif dan berfaedah serta belajar ngambil video dan ngedit dengan terampil. Kadang agak menyesal dulu nggak belajar ngedit video sama master-master di LFM ITB :’) Namun ya itulah, penyesalan selalu datang belakangan. Karena kalau duluan namanya pendaftaran. *taratak dung cessss~* Oke, jadi kali ini saya sebetulnya mau ngasih lihat sedikit koleksi buku saya dan suami di rumah dan bagaimana kami membaginya. Buku kami terlokalisir di dua lemari; lemari segala fungsi di lantai bawah dan lemari buku betulan di ruang kerja / perpustakaan pribadi. Walaupun jumlah bukunya nggak banyak, buku kami cukup beragam mulai dari buku sejarah sampai puisi, buku resep sampai buku agama. Kondisi bukunya pun beragam karena saya cukup sering beli buku bekas lalu dikoleksi, walau bentuknya sudah memprihatinkan. *dipites Marie Kondo*