Daily Life, Vlog
comments 2

Pameran Jalur Rempah: Kedatuan Sriwijaya (Vlog)

Akhir pekan kemarin tergolong ‘penuh’ untuk saya dan suami. Hari Sabtu kami ikutan sesi Screen Printing dari Ou Magazine & Hello Smithies lalu malam mingguan sejenak makan malam berduaan. Hari Minggunya kami bersama Antariksa dan Madame (note: panggilan sayang untuk si Mbak) jalan-jalan ke Museum Nasional lalu belanja bulanan dan makan siang ala Timur Tengah di Al Jazeerah.

Nah, berhubung lagi semangat nyoba-nyoba vlog, saya memutuskan untuk coba bikin vlog tentang Pameran Jalur Rempah di Museum Nasional (alias Museum Gajah) kemarin. Pameran ini sendiri berjudul ‘Kedatuan Sriwijaya: the Great Maritime Empire‘. Acaranya sendiri baru mulai digelar sejak tanggal 4 November kemarin sampai 28 November mendatang. Kalau dari hasil ngobrol-ngobrol dan stalking media sosial Jalur Rempah, sebetulnya ini merupakan salah satu dari rangkaian pameran yang bertema kejayaan maritim Indonesia yang memang ingin ditonjolkan oleh pemerintah.

Nah, untuk melihat suasana pameran, silakan cek vlog berikut :D Tenang, vlog kali ini lebih pendek, hanya 3 menitan aja, hehehe.

Pameran ini sendiri secara garis besar menceritakan kejayaan Kerajaan Maritim Sriwijaya. Lokasi yang strategis pada jalur rempah (sekaligus jalur sutera) ini menjadikan kerajaan ini pusat perdagangan dan pelabuhan. Lebih dari itu, Kerajaan Sriwijiaya juga menjadi salah satu pusat kebudayaan dan pendidikan kala itu.

Pada pameran terdapat beberapa bukti sejarah / arkeologi yang dipadukan dengan karya-karya kontemporer. Ruangan yang nggak besar-besar banget didekorasi apik dengan ‘peraga-peraga’ yang menarik walaupun nggak impresif, misalnya ilustrasi pedagang dari Timur Tengah, para biksu, dan suku asli semuanya diperagakan oleh manekin pria yang serupa. Jadi ganteng dan gagah semuanya yaa :’)

Namun demikian saya rasa petunjuknya semua informatif dan jelas untuk para pengunjung yang mau membaca. Tersedia pula guide gratis yang bisa menjelaskan secara umum mengenai pameran ini. Untuk anak-anak juga menurut saya cukup menarik, apalagi ditampilkan berbagai jenis rempah-rempah asli yang ditata dalam perahu-perahu. Cantik dan sepertinya lumayan Instagram-able bagi para dedek-dedek gemesh, hehehe.

Sekian dulu dari saya. Bagi teman-teman yang mau datang, pameran ini buka dari jam 10 pagi sampai jam 8 malam. Untuk menikmatinya kita cukup membayar tiket masuk Museum Nasional sebesar Rp5000 saja. Nggak perlu khawatir kelaparan, karena di luar area pameran banyak stand-stand sponsor yang menawarkan jajanan, huehehehe.

Cheerrrs :D

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply