Daily Life, Review
comments 3

Stimulasi Dengan Bermain Bersama Bayi

Pada bulan Agustus lalu saya pernah ikutan parenting talkshow tentang pentingnya memilih mainan untuk anak (bisa dibaca di sini). Nah, tanggal 3 Desember kemarin saya berkesempatan untuk ikutan talkshow yang temanya hampir mirip yaitu “It’s Playtime, It’s Stimulation Time!” Talkshow ini diadakan di acara IMBEX 2017 oleh Playgro Indonesia.

Sedikit informasi, Playgro sendiri merupakan brand asal Australia yang merupakan spesialis ‘infant development toys’ alias mainan untuk bayi (anak <1 tahun). Oleh karena itu, berbeda dengan talkshow tentang mainan yang saya sebutkan sebelumnya, talkshow ini lebih fokus kepada anak berusia <1 tahun. Pembicaranya adalah dr. Markus Danusantoso, SpA jadi sudah tentu materinya datang dari sumber yang terpercaya dan berpengalaman.

Walaupun Antariksa sudah berusia 1 tahun lebih, saya merasa talkshow kemarin mencerahkan banget dan layak ditulis dan dibagikan di sini. Yah, siapa tau kan untuk anak kedua nanti… #EH #GIMANAGIMANA? Hahahhaha… Nah, untuk buibuk yang anaknya masih bayi atau yang akan melahirkan, mudah-mudahan catatan saya ini bermanfaat yaa.

Stimulasi Pada Bayi

Stimulasi pada bayi sebetulnya sudah dimulai sejak berada di kandungan. Mengajak bicara bayi dalam kandungan atau menyetelkan musik (atau murotal Al-Quran) secara teori bisa membantu perkembangan otak dan indera bayi.

Dokter Markus menjelaskan hubungan antara perkembangan otak manusia dengan stimulasinya dalam grafik berikut:

Grafik Perkembangan Otak dan Stimulasinya

Nah, di sini dapat dilihat bahwa sejak 3 bulan sebelum dilahirkan otak bayi sudah mulai berkembang dan mulai bisa distimulasi. Dari grafik juga dapat dilihat bahwa ‘sensory pathways’ seperti stimulasi penglihatan dan pendengaran sangat berkembang maksimal sampai umur 3 bulan, oleh karena itu bayi yang baru lahir sudah bisa dikasih mainan ‘icik-icik’ yang warna-warninya kontras. Sementara untuk bahasa berkembang pesat sekali sampai usia 8-9 bulan, lalu sisanya lebih banyak ke stimulasi ‘higher cognitive function’ seperti gerakan, motorik kasar dan halus.

Dari grafik ini juga dapat terlihat kalau semua fungsi ini berkembang pesat sampai umur 1 tahun. Oleh karena itu mainan yang dibutuhkan oleh newborn, bayi usia  3, 6, 9, 12+ bulan berbeda-beda.

Tabel Pemilihan Mainan Berdasarkan Umur Bayi

Berikut saya salin lagi dari slide tabel umur dan pemilihan mainan untuk mengoptimalkan stimulasi bayi 0-12 bulan:

Tambahan informasi sedikit berkaitan dengan Playgro. Selain memberikan keterangan umur, mainan-mainan dari Playgro semuanya dilengkapi dengan keterangan yang lebih rinci tentang indera dan kemampuan yang distimulasi. Keterangannya semacam ini nih:

Nah, sekali lagi, berhubung usia 0-1 tahun ini sangat krusial, rasanya penting untuk memilihkan mainan yang tepat dan tentunya aman untuk anak kita. Apalagi kalau bayi atau batitanya masih suka mouthing alias masukin apa-apa ke mulut, ada baiknya orang tua memilih mainan yang aman dengan kualitas yang terjamin. Kalau sudah gedean lagi mungkin ya bisalah campur-campur sama yang beli di Pasar Gembrong :’)))

Windows of Opportunity

Melebar dari topik stimulasi dan mainan, Dokter Markus juga mengingatkan lagi soal Windows of Opprtunity dalam tahapan tumbuh kembang otak anak. Harapannya sih kita sebagai orang tua bisa sebaik-baiknya memanfaatkan rentang waktu ini.

Saya sendiri baru sadar kalau rentang waktu emas untuk perkembangan kontrol emosi Antariksa sudah hampir separuh berjalan. Mudah-mudahan saya bisa lebih bijak yaaa, huhuhuh… Gini nih memang kalau ikut talkshow-talkshow begini jadi banyak pelajaran tapi jadi suka insecure. Ya gapapalah yaa, pokoknya usaha untuk kasih yang terbaik aja deh… (Cuma ya mungkin usaha terbaik versi saya beda ya sama versi dr. Markus. HAHAHA.)

Yang paling penting…

Satu hal yang saya suka banget dari talkshow ini adalah, walaupun sudah ‘njelimet’ ngomongin panjang lebar soal mainan dan stimulasi segala macem, tetap ada pesan utama yang saya saya ingat baik-baik:

Mainan pada dasarnya adalah media interaksi orang tua dan anak. Walaupun mainannya sesuai umur, aman, harganya mahal, tapi kalau orang tua tidak mau terlibat dalam permainan dan komunikasi dengan anak ya sama aja bohong. Oleh karena itu selalu dr. Markus mengingatkan agar kita orang tua mendampingi anak saat bermain. Keep our eyes on the same level and contacted.

Hahaha, ini #hakjleb banget sih, karena walaupun saya kerja di rumah, saya tuh suka ogah-ogahan menemani Antariksa main. Saya kepenginnya Antariksa main anteng sendirian jadi saya bisa kerja. PRET~ HAHAHA… Sungguh ekspektasi dan realita tidaklah bersesuaian :’))))

Maafin Ibu ya, Nak.

Yah begitulah, namanya juga kehidupan ya. Pokoknya mudah-mudahan sharing kali ini bermanfaat bagi ibu-ibuk, bapak-bapak, dan teman-teman semua, hehehe. Tentunya terima kasih kepada Playgro Indonesia atas kesempatan ini yaaa. Mencerahkan bangettt! :3

Makasih juga untuk mainannya. Aku simpen dulu deh buat adiknya Antariksa *HAHAHA*, eh atau mending aku bikin giveaway? Hihihi :3

Cheers!

3 Comments

  1. Hai, mba Puty.

    Salam kenal ya, saya Riska dari Madura baru punya anak usia mau 3 bulan. Setelah baca postingan mba ini saya jadi tahu kalau stimulasi pada bayi itu penting. Awalnya saya pikir belikan bayi mainan cuma buat lelucuan aja biar kayak bayi lainnya. Tapi ternyata dengan memberikan si bayi mainan yg sesuai dan aman itu bisa menstimulasi tubuhnya. ?

  2. Niat awal ga akan ngasih banyak mainan ke anak, soalnya takut jadi manja.. Eh ternyata mainan itu penting banget.. ? Ya sudah, yuk kita berburu mainan, nak! Ahahaa.. ?
    Salam kenal ya mbak.. ? Terima kasih sharing-nya.. ? Semoga rejeki giveawaynya.. ??

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.